Agus Mualif: Jika Nabi Yahya Dan Nabi Isa Punya Anak Dan Keturunan

Agus Mualif: Jika Nabi Yahya Dan Nabi Isa Punya Anak Dan Keturunan




Oleh : Agus Mualif Rohadi

Jadi ingat pesan Mbah Moen bagi anak anak NU melalui Nusron.

Kenapa umat Islam harus bersikap sopan kepada keturunan Rasul ?

Kita perluas pandangan, supaya tidak keliru memandang para Sayyid dan Syarif.

Anaknya Kyai saja kan sangat dihormati, calon pengganti bapaknya, dianggap berdarah biru, diberi kesempatan luas dalam peran sosial politik.

Lalu, kalau keturunan Rasul harus diperlakukan bagaimana ?

Allah itu maha pengatur,

Seandainya,
Nabi Isa punya anak, apalagi jika anaknya laki laki, kira kira dunia ini jadinya bagaimana ?

Seandainya Keturunan Nabi Daud itu teridentifikasi dengan jelas, tidak mentok di Nabi Yahya dan Nabi Isa,
kira kira dunia ini bagaimana ?.

Apa yang terjadi pada hubungan antara pemeluk agama Yahudi, Nashara, Kristen dan Islam ?

Anak laki laki Nabi Muhammad, Qasim dan Ibrahim, oleh Allah diambil lagi ketika masih balita. Sedang Fatimah menurunkan para Sayyid dan Syarif.

Bagaimana jika Qasim bin Muhammad dan Ibrahim bin Muhammad punya keturunan ? Apa kira kira yang dengan Islam ?

Sedang Ali Zainal Abidin bin Husain saja, bisa menjadi penyebab munculnya Syiah imamah, meskipun imam besarnya terhenti pada imam ke 12, yaitu Muhammad al – Mahdi yang menghilang pada umur sekitar 5 tahun, yang bagi penganut Syi’ah imam 12 suatu saat akan muncul kembali.

Kalau kita telusuri, kebanyakan Syarif dan Sayyid, menjadi ulama bukan menjadi penguasa. Para Sayyid dan Syarif ini memahami beratnya jadi keturunan Rasul, yang menanggung beban nama Rasul dan agama Islam. Mereka ini sadar bahwa kaplingan peran mereka bukan sebagai penguasa, meskipun sesekali diantara mereka ada yang jadi penguasa.

Sepertinya Allah telah mengatur demikian.

Para Ulama di Pasai, Aceh, Sumatra Barat, ulama pendahulu para wali di jawa kebanyakan berasal dari keturunan para Syarif atau Sayyid.

Demikian pula para wali di Jawa, kebanyakan berdarah Syarif atau Sayyid, meskipun ada pula yang asli keturunan jawa. Sekarang bahkan mungkin tidak nampak keturunan wali jawa yang berkiprah di politik. Mereka ini kebanyakan hidup dengan menjaga kesalihan perilaku. Mereka menyandang beban berat nama ke walian dan menjaga ukhuwah.

Jangan lupa, ketika NU akan didirikan, KH. Hasyim Asy’ari berkeliling dulu ke beberapa Habaib mohon dukungan dan mohon ijin akan mendirikan NU, dan mendapat dukungan penuh dari para Habaib, sehingga NU sulit dipisahkan dengan Habaib,
meskipun Habaib tidak bisa dikotak kotakkan dalam ormas Islam atau partai. Kebanyakan ormas Islam, ketika didirikan pasti mendapat dukungan dari para Habaib.

Kembali ke Mbah Moen.
Mengapa mbah Moen sampai berpesan seperti itu ? Beberapa tahun ini, beberapa anak muda NU yang mempunyai peran menonjol di ormas maupun parpol, ada kecenderungan sangat kurang menghormati para Syarif dan Sayyid.

Ulama adalah bagian dari menjaga agama, seperti para Hafids Qur’an merupakan bagian dari cara Allah menjaga keaslian Al – Qur’an.

Jadi berhati hati dalam bersikap kepada para Ulama, para Syarif dan para Sayyid adalah adab penting yang menjadi tanda adanya penjagaan agama.

amr16082019.







Tags: , ,
banner 468x60