Agus Mualif : Konflik Klasik Antara Penguasa Versus Penganjur Kesalihan (bagian ke lima)

Agus Mualif : Konflik Klasik Antara Penguasa Versus Penganjur Kesalihan (bagian ke lima)




Oleh : Agus Mualif Roehadi

Periode Sultan Al Malik yang dilanjutkan putranya Al Walid adalah masa yang tenang dan bagus bagi hubungan shultan dengan orang orang salih. Sultan Malik dapat mengajak para orang salih membangun masjid besar di area bekas istana Herodes persis disamping ruang devir Haekal Sulaiman. Masjid itu dinamai Masjid kubah batu, yang sekeliling kubah bagian dalamnya terdapat tulisan yang memperingatkan kaum Kristen agar tidak menyembah nabi Isa. Masjid kubah batu segera menjadi ikon baru Islam bagi para orang salih, dan banyak mendapat kunjungan dari kaum muslim dari berbagai penjuru karena batu besar dibawah kubah masjid dipercayai sebagai tempat Nabi Muhammad berangkat mikraj.

Demikian pula pada periode Sultan al Walid, hubungan baik terus berlanjut. Sultan al Walid membangun masjid baru di selatan masjid Kubah Batu, dinamakan masjid al Walid yang juga disebut masjid kiblatain, karena posisinya yang lurus timur barat dengan Ka’bah di Mekkah, dan sebelumnya menjadi arah kiblat sementara bagi shalat kaum muslim sebelum akhirnya kiblat shalat di perintahkan Allah menghadap ke Ka’bah.

Dengan membaiknya hubungan antara khalifah dengan para imam, pada masa dua khalifah ini imperium muslim berkembang lebih luas lagi, ke timur berkembang ke negeri negeri transoxsania (asia tengah) hingga ke Afganistan dan negeri yang berbatasan dengan Rusia. Wilayah khilafah di asia tengah berpusat di Bukhara dan Samarkand. Sedang perkembangan ke barat, khilafah Islam berkembang menyeberangi eropa di Spanyol dan Portugal.

Sukses dua sultan ini juga merupakan sukses orang orang salih. Pada periode Sultan Al Walid, aliran aqidah seperti Syi’ah, Ibadiyah, Jabariyah, Qadariyah, Muktazilah dan Murji’ah yang saat itu menggunakan dalil dasar hanya pada ayat ayat Al – Qur’an mulai nampak muncul ke permukaan dan ikut berkembang ke berbagai wilayah imperium seiring dengan dikirimnya para pendakwah oleh Sultan ke berbagai wilayah. Khusus Syi’ah, Ali Zaenal Abidin mulai tampil sebagai pemimpin dari pengikutnya, namun tidak lama kemudian meninggal dan kemudian digantikan oleh anaknya yaitu Muhammad al Baqir ibn Ali Zainal Abidin ibn Husain ibn Ali. Pada masa akhir shultan Al Walid, Urwah ibn Zubair ibn Awwam muncul sebagai orang yang pertama kali mulai menunjukkan minatnya menulis sirrah (riwayat) Nabi Muhammad.

Dengan berkembangnya Islam ke negeri negeri magreb dan transoxania, maka hal itu kemudian menghentikan perkembangan dakwah kristen dan komunikasi Roma ke afrika dan asia tengah. Agama Budha yang sudah merambah ke Asia tengah dan Persia juga terhenti, pemeluk Budha malah banyak pindah agama menjadi muslim. Sedang Kristen kehilangan komunikasi dengan Roma.

Sebelumnya, menjelang kemunculan Muhammad sebagai Rasul di jazeerah Arabia, Kristen sedang mengalami kemunduran karena Imperium Roma sudah kehilangan wilayah diutara di rebut bangsa bangsa Bar Bar pada akhir abad ke lima, dan pasca awal abad ke enam sampai medio abad ke enam terlibat perang Goth yang kesekian kalinya, dimana imperium harus menghadapi pemberontakan wilayah Dalmatia, Sardinia, Sisilia dan Korsika. Akibat perang itu penduduk italia berkurang dari 7 juta menjadi sekitar 2,5 juta. Perang goth yang panjang, menyebabkan Romawi Barat bertahun tahun terserang wabah penyakit dan ekonomi terpuruk. Kendali kekuasaan imperium berpindah ke Konstantinopel, Bizantium – Romawi Timur.

Namun Bizantium juga harus menghadapi imperium Sasania Persia. Pada awal abad ke enam, wilayah Syam dan Mesir di taklukkan oleh Sasania Persia, namun dapat direbut lagi oleh bizantium. Namun akhirnya Bizantium dikalahkan oleh pasukan muslim pimpinan Umar ibn Khattab.

Oleh karena itu, meskipun di pusat khilafah Islam berkali kali terjadi kekisruhan, terjadi pertempuran akibat perubahan cara menetapkan siapa yang berhak jadi khalifah, namun kekisruhan itu tidak dapat dimanfaatkan bizantium untuk kembali merebut wilayah atau memerangi ekspedisi pasukan dakwah muslim.

Dakwah Kristen bahkan terhenti ketika khilafah Islam berkembang di Timur sampai ke wilayah asia tengah hingga perbatasan Rusia dan ke barat sampai Spanyol dan Portugal. Namun tidak lama kemudian dakwah Islam terhenti di Spanyol ketika terjadi konflik di pusat khilafah …… (bersambung ke bagian enam).

Editor : Setyanegara 







Tags: , , ,
banner 468x60