Agus Mualif : Konflik Klasik Antara Penguasa Versus Penganjur Kesalihan (bagian ke sembilan)

Agus Mualif : Konflik Klasik Antara Penguasa Versus Penganjur Kesalihan (bagian ke sembilan)




Oleh : Agus Mualif Roehadi

Ketika Kristen diakui sebagai agama resmi imperium roma dan bahkan Kaisar Konstantin menjadi inisiator konsili, maka Kristen telah menjadi bagian politik imperium. Pengaruhnya bukan hanya pada wilayah imperium, tapi mempengaruhi negara dan imperium lainnya. Yerusalem juga tidak luput dari perombakan. Wajah pagan Haikal Sulaiman bikinan imperium Roma sebelumnya, dirombak menjadi berwajah Kristen. Beberapa gereja mulai dibangun. Agama Kristen segera menjadi bagian perebutan kekuasaan imperium diantara keluarga kaisar maupun komandan pasukan yang seringkali brutal, sadis dan berdarah darah tanpa ampun, menghabisi sampai tuntas atas keluarga mereka yang kalah dalam perebutan.

Negara-negara yang berbatasan dengan imperium Roma segera bereaksi. Armenia, adalah negara yang posisinya terjepit antara imperium Roma dan Persia yang selama ratusan tahun mengalami akibat langsung dari perebutan kekuasaan wilayah antara imperium Roma dengan Persia. Raja Armenia segera menyatakan ke Kristenannya yang dengan demikian menunjukkan saat itu Armenia lebih tidak ingin bermasalah dengan Bizantium.
Namun akibatnya, kaum Kristen di Persia segera menjadi penduduk yang dicurigai dan akhirnya banyak menerima kekerasan dari penguasa maupun dari penduduk yang mayoritas beragama Zoroaster. Armenia bahkan akhirnya diserang, sehingga raja Armenia lari kearah perbatasa Bizantium meminta perlindungan.

Suku-suku arab diperbatasan dengan Bizantium juga banyak yang memeluk agama Kristen agar aktifitas dagangnya tidak terganggu. Bani Ghassan dan Bani Lakhm adalah suku besar yang menjadi penganut Kristen.

Pada tahun 380 kaisar Theodosius di Bizantium mencoba memberangus perbedaan madzab Kristen yang semakin luas dan dalam yang membahayakan negara dengan memaklumatkan satu satunya keimanan Kristen, sebuah gereja satu-satunya, yaitu Katolik yang punya arti universal berlaku untuk semua manusia, doktrin ketuhanan Trinitas atau Tritunggal, dan harus mengucapkan Syahadat Nicea. Orang yang menganut paham diluar itu dinyatakan menganut ajaran bid’ah dan bisa dihukum. Gereja yang imamnya tidak taat dengan maklumat itu di copot dan gerejanya diserahkan pada imam Katolik. Hukuman tidak benar-benar dilaksanakan karena Theodosius menyadari akan ada jutaan orang yang harus dipenajarkan atau dihukum mati. Oleh karena itu, perbedaan madzab masih terus berlangsung meskipun non Katolik berkembang diam-diam.

Dan pada tahun 382, uskup Roma menyelenggarkan konsili Roma yang menetapkan bahwa Uskup Roma adalah uskup tertinggi dan membawahi uskup kota kota lainnya. Injil Septuaghinta yang berbahasa Yunani diganti dengan Kitab Suci baru, Injil yang berbahasa latin. Cita cita Konstantinus untuk satu keimanan untuk Romawi telah dikukuhkan, Imperium dan Gereja menyatu, meskipun tetap tidak bisa menyelesaikan perbedaan madzab. Bahkan tidak perlu waktu lama untuk menyaksikan Katolik barat (gereja barat) yang semakin menjauh dengan Katolik timur (gereja timur) bahkan hal itu terjadi sebelum Theodosius meninggal. Uskup Konstantinopel meskipun masa keuskupannya lebih muda, namun merasa setara dengan Uskup Roma.

Kemunculan Katolik memunculkan pemberontakan penganut agama Romawi yang khawatir agamanya punah. Valentinianus kaisar romawi barat yang masih berumur 21 tahun dikabarkan bunuh diri, namun kabar itu tidak dipercaya oleh adik Valentinianus yang menjadi istri Theodosius yang segera mengirim pasukan untuk menghukum para pemberontak dan para senator Roma yang mendukungnya. Perang antara dua pandangan yang berbeda atas dunia dan akhirat tidak terelakkan. Perang dimenangkan oleh Theodosius dan pemimpin pemberontak bunuh diri, dan banyak senator yang digantung. Simbul simbul dewa-dewi agama romawi akan semakin menghilang. Mezbah Victoria yang sudah berumur ratusan tahun tidak akan pernah ada lagi berada di ruang senat, demikian pula gelar Pontifex Maximus berikut busana kebesaran kaisar dari imam agung agama Romawi untuk kaisar tidak akan lagi bisa dikenakan. Tradisi yang sudah berumur sekitar seribu tahun hilang, Romawi lama yang bersifat pagan dihapus dan perlahan akan menghilang.

Theodosius kemudian menempatkan anaknya, Honorius yang masih berumur delapan tahun menjadi kaisar barat. Kaisar wilayah timur menjadi lebih superior, demikian pula gereja timur menjadi semakin kuat.

(bersambung ke bagian sepuluh)
Editor : Setyanegara







Tags: , , , ,
banner 468x60