Agus Mualif : Konflik Klasik Antara Penguasa Versus Penganjur Kesalihan (bagian ke tujuh)

Agus Mualif : Konflik Klasik Antara Penguasa Versus Penganjur Kesalihan (bagian ke tujuh)




Oleh : Agus Mualif Rohadi

Abu Al – Abbas Al – Saffah dengan di dukung para imam dari segenap aliran aqidah maupun para pengajar kemudian diangkat menjadi Khalifah baru. Damascus sebagai Ibu kota khilafah berpindah tempat ke Kuffah. Hubungan yang harmonis ini membuat Abu Al Abbas dapat menertibkan unsur unsur pemerintahan dan pusat pusat komando rekruitmen pasukan dakwah dari gangguan sisa sisa kekuatan bani Umayyah hingga ke wilayah wilayah yang jauh.

Praktis hampir seluruh masa pemerintahan Abu Al – Abas dihabiskan untuk mengkonsolidasikan dan mengembalikan kekuatan khilafah baru ini. Tetapi kekuatan bani Ummayah tidak betul betul habis, masih mempunyai basis kekuatan terutama di Maroko dan Spanyol.

Namun hubungan mesra ini ternyata tidak lama. Khalifah Abu Al Abbas, yang mungkin mendadak sakit, sebelum meninggal menunjuk putranya yaitu Abu Ja’far Al – Mansur sebagai penggantinya. Abu Al – Abas mengikuti jejak Muawiyah dalam menetapkan khalifah. Peluang keturunan Khalifah Ali untuk memimpin kaum muslim kembali telah tertutup. Jabatan khalifah kembali diwariskan dan melestarikan model dinasti.

Para Imam yang berharap tradisi penetapan khalifah mengikuti era khulafaur rasyidin menjadi sangat kecewa. Mungkin Abu Al – Abas berfikir, bila penetapan khalifah dilakukan dengan cara pemilihan melalui musyawarah, jabatan khalifah bisa tidak dipegang oleh anaknya, bisa jadi akan dipegang oleh Imam Ja’far Ash Sadiq, imam Syi’ah ke enam. Akibat dari langkah Abu Abas Al – Saffah ini mengakibatkan protes cukup luas, terutama dari para pendukung Syi’ah.

Kuatnya protes membuat Abu Jakfar Al – Mansur menerapkan kekuasaan dengan tangan besi, kemudian menangkap Imam Ja’far As – Sadiq dan memenjarakannya. Hubungan antara pemimpin orang salih dengan penguasa kembali terkoyak pecah.

Putra sulung Imam Ja’far, yaitu Muhammad Ismail ibn Ja’far As Sadiq menunjukkan tanda-tanda akan melakukan pemberontakan. Tidak ingin anaknya akan menjadi kurban, untuk mencegah pemberontakan, Imam Ja’far menunjuk adik Ismail, yaitu Musa ibn Ja’far As Sadiq sebagai imam ke tujuh Syi’ah Imamiyah sebagai penerusnya.

Muhammad Ismail dan pengikutnya tidak mengakui penunjukkan ini, kemudian membangun kekuatan sendiri. Namun Muhammad Ismail ternyata tidak berumur panjang, dan pengikut setianya yaitu Abu Al – Khattab dan Muhammad ibn Zaid meneruskan kelompok Muhammad Ismail menjadi kekuatan aliran aqidah sendiri sebagai pecahan Syi’ah Imamiyah, yaitu Syi’ah Al – Ismailiyah. Tentu Imam Ja’far dan Imam Musa tidak mengakui keberadaan Syi’ah al Ismailiyah ini. Peristiwa ini menjadi peristiwa pertama kalinya suatu aliran aqidah terpecah. Muncul aliran aqidah baru, yang berakar dari ajaran syi’ah imamiyah.

Problem politik akibat renggangnya hubungan Syi’ah imamiyah dan para imam lainnya ini, mengakibatkan Khalifah Abu Ja’far Al Mansyur kembali sibuk menata kekuasaannya, sehingga mengakibatkan pengembangan dakwah juga terhenti. Sejak itu dakwah Islam terhenti di Spanyol.

Melihat ketidak stabilan, di wilayah timur, beberapa raja di wilayah terutama wilayah Soghdia mengundang kekuatan China untuk membantu melepaskan diri dari kekuasaan bani Abasiyah. Namun secara mendadak terjadi pula revolusi di China, yaitu revolusi An Lushan, mengakibatkan terputusnya hubungan tentara China dengan pusat pemerintahannya. Pada saat yang sama, tentara khilafah sampai ke Soghdia dan dapat menghancurkan pemeberontakan serta memukul mundur tentara China hingga ke perbatasan Afghanistan dengan China.

Pasukan muslim menawan banyak tentara china, yang saat itu, tentara china sudah menguasai teknologi membuat kertas, sehingga mereka mengajarkan teknologi tersubut kepada kaum muslim. Sejak itu khilafah Islam menguasai teknologi pembuatan kertas. Dengan adanya kertas ini, memudahkan pembuatan mushaf Al – Qur’an.

Namun, dakwah Islam di wilayah timur juga terhenti di perbatasan China dan Rusia, karena belum pulihnya dukungan dari para imam.

(bersambung ke bagian delapan).







Tags: , , ,
banner 468x60