Agus Mualif : Positif Cofid 19

Agus Mualif : Positif Cofid 19
Agus Mualif Rohadi




Oleh : Agus Mualif Rohadi, Penulis

Pada hari senin tanggal 4 Januari, saya melakukan test swab antigen. Sekitar setengah jam kemudian telah keluar hasilnya, dinyatakan positif dan harus lanjut swab pcr.

Hari itu saya belum merasakan kelainan apa apa dalam tubuh saya. Bahkan setelah swab antigen itu saya masih sempat mengantar istri kerumah sakit Husada Utama untuk suntik di bahunya yang kena penyakit frozer shoulder (pembekuan bahu). Tentu di dalam mobil dan dirumah sakit saya memakai masker KN 95, masker standar medik.

Sepulang dari rumah sakit saya langsung minta istri memindahkan barang barangnya untuk tidur pisah kamar. Hari senin itu saya masih belum merasakan sesuatu yang significant pada tubuh saya.

Usai sholat subuh hari selasa 5 januari saya belum merasakan ada perbedaan significat dengan hari hari biasanya. Pagi seperti biasanya, namun sekarang keluar kamar sudah memakai masker, saya menyapu taman, kemudian memberi makan burung. Setelah itu memberi makan ikan nila di kolam yg jumlahnya sekitar 150 an ekor, sekitar 3 bulan lagi sudah bisa dipanen nila yang cukup besar sekitar 25 sampai 50 ekor. Saya juga masih sempat memotong dahan dahan pohon yang menjurai diatas kolam.

Setelah itu mandi, sarapan pagi, lalu pergi ke rumah sakit PHC diantar anak dan mantu untuk test swab pcr.
Setelah itu langsung pulang, dan anak serta mantu saya test pcr di puskesmas yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah.

Saya tiap hari selalu minum vitamin Becomzet, yang mengandung suplemen vitamin B compleks, Vitamin C, Vitamin E dan Zinc, setiap hari 1 tablet. Kalau minum teh sesuai saran teman teman saya tetes minyak kayu putih 4 atau 5 tetes. Menambah enak ditenggorokan.

Karena nggak ke kantor, maka saya manfaatkan menulis buku yang sudah saya mulai lebih kurang 2 minggu yang saya lakukan pada waktu waktu senggang.

Rabu 6 januari seperti biasanya usai sholat subuh, saya melakukan pekerjaan rutin dirumah dan tetap pakai masker. Saya juga belum merasakan perbedaan yang significant dalam tubuh.

Rabu itu, siang harinya telah datang kabar hasil test swab pcr, saya positif cofit 19 dengan nilai CT 18,27. Kata teman teman itu nilai yang menunjukkan terinfeksi cukup dalam. Namun sampai hari rabu itu saya tidak mengalami gejala klinis sama sekali, sehingga saya disarankan tetap isolasi mandiri di rumah dan meneruskan kebiasaan untuk mengkonsumsi vitamin Becomzet, makan dengan ditambah porsinya, dan ditambah asupan dengan buah.

Hari itu saya dikirimi anak minuman sari buah buah bio janna yang diminum sehari satu botol.

Hari rabu masih belum merasakan gejala klinis. Hari itu saya membuat pengumuman ke teman teman baik melalui grup wa maupun melalui japri, bahwa saya positif cofid dan melakukan isolasi mandiri.

Kamis, 7 januari, pagi saya merasakan ada sesuatu yang berbeda, paha dua duanya terasa berat sekali. Agak aneh, karena saya tidak bekerja fisik yang lebih dari biasanya, malah praktis tidak bekerja apa apa kecuali kasih makan burung dan ikan. Siang hari setelah sekitar setengah jam dari waktu makan siang, berangsur rasa berat di paha mulai menghilang pelan pelan.

Belum pernah saya mendengar orang yang positif covid mengalami hal seperti itu. Jadi tidak saya pikirkan.

Jum’at, 8 januari, saya mengalami gejala yang sama, rasa berat sekali di kedua paha namun hilang pelan pelan setelah sekitar setengah jam dari makan siang.

Mulai hari jum’at itu saya tambah dosis becomzet. Sebelumnya hanya minum satu tablet pagi hari, saya rubah minum satu tablet pagi hari dan 1 tablet malam hari. Saya juga minum sari buah bio janna dari anak saya.

Sabtu 9 januari, paha juga masih terasa berat tapi lebih ringan dibanding hari kamis dan jum’at. Minggu 10 januari dan senin 11 januari merasakan hal yang sama dengan hari sabtu dan minggu.

Hari minggu saya juga dikirimi obet herbal dari china oleh sahabat dan senior saya, Mas Jamil. Tulisan pada kemasan dan brosurnya huruf china semua, saya nggak bisa membacanya. Hanya nama obatnyanya yang berhuruf latin sehingga bisa saya baca yaitu Lianhua Qingwen Jiaonang. Dia minum itu ketika opname dirumah sakit karena covid 19. Sesuai dosis saya, ada reaksi spontan yaitu ditenggorokan terasa hangat, bertahan sekitar setengah jam. Mungkin obat herbal ini untuk memperlancar nafas sehingga asupan oksigen menjadi lancar. Hari senin siang itu juga ada kiriman obat herbal dari yunior saya, Bagus Taruno Legowo, obat probiotik siklus anti covid 19.

Hari selasa 12 januari, usai sholat subuh, badan terasa sangat ringan agak melayang, dan perut agak mual. Pagi hari saya muntah sedikit. Jadi hari itu saya tidak minum sari buah yang memang kecutnya lumayan itu maupun herbal kiriman teman teman. Mungkin kelebihan kandungan vit C dalam tubuh yang membuat asam lambung naik berakibat muntah. Tapi saya makan kolak pisang kacang ijo satu mangkuk penuh yang dibuatkan istri saya. Enak sekali rasanya dilidah dan tenggorokan. Paha kaki juga agak terasa berat meskipun tidak seberat hari kamis dan jum’at minggu kemarin.

Hari rabu tanggal 13 januari usai sholat subuh, terasa badan saya lebah enakan dari hari hari sebelumnya. Kedua paha masih agak terasa berat tapi lebih ringan dari sebelumnya.

Kalau saya hitung dari hari swab antigen maka sekarang sudah menginjak hari kesepuluh atau kalau dihitung dari hari test pcr telah menginjak hari kesembilan.

Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan, mudah mudahan segera menjadi lebih membaik.

Rabu, 13 januari 2021, ditulis saat berjemur badan.







banner 468x60