Antisipasi Covid-19 Versi Perguruan Cakra Kembang Karta Bumi

Antisipasi Covid-19 Versi Perguruan Cakra Kembang Karta Bumi




“Hidup ini bukan permainan gobak sodor, keluar mati, besinggungan juga mati. Hilangkan rasa ketakutan yang berlebih, rasa takut hanya akan melemahkan imunitas dan antibody, sehingga akan memudahkan virus corona masuk dalam tubuh dan menjadikannya sebagai istana”

Penulis : Bambang Widodo

Entah apa yang saat ini dirasakan oleh seluruh penduduk bumi, perasaan gelisah, kecewa, bayang bayang ketakutan akan kematian, membaur dalam kehidupan keseharian mereka. dibaratkan makan buah simalakama, dimakan mati, tidak dimakan juga tewas.

Sungguh, Covid-19 atau Corona sudah berhasil menggerogoti fisik dan mental umat manusia dibelahan dunia. Ironisnya, persaaan takut tersebut justru mengalahkan serangan virus Corona itu sendiri. Fisik dan mental manusia sekarang benar benar dibuat down, bahkan hal ini sangat terasa dikalangan masyarakat ekonomi bawah, utamanya kaum buruh dan pedagang kecil, roda perekonomian mereka dibuat lumpuh, oleh fenomena alam yang konon sudah terkontaminasi oleh virus corona.

Indonesia yang selama ini dikenal sebagai Negara Gemah Ripah Loh Jinawi, Tata Titi Tentrem Karta Raharja, mendadak berubah menjadi mencekam, semua orang takut keluar rumah, takut bertemu dan bersinggungan dengan sanak saudara, juga kerabat.

Mengutip ramalan Jangka Jaya Baya, ”menawa ing bumi jawa bakal ana kadadean pagebluk, kang ndadeake pasar ilang kumandange, langgar lan surau ilang adzane, satria ilang kaprawirane, pandita sirna kawaskitane, raja wus ilang kawicaksanane”.




Berita tentang penyebaran Virus Corona yang berkembang belakangan sangatlah mendominasi paradigma masyarakat pada umumnya, sehingga memunculkan beragam gambaran, asumsi, dan prediksi yang berbeda, semua itu justru semakin menumbuhkan rasa ketakutan yang berlebihan. Tanpa disadari, rasa ketakutan berlebih itu justru akan mengganggu daya tahan, menurunnya imunitas dan antibody , yang akhirnya akan memudahkan Virus Corona masuk dan bersarang dalam tubuh.

Pada kesempatan ini penulis mencoba berbagi pengetahuan, dengan harapan bisa menjadi solusi untuk keluar dari rasa ketakutan akan serangan Covid-19.

Perlu kita ketahui bersama, dalam tubuh manusia selain terdapat 7 Cakra Utama diantaranya, cakra dasar. cakra sex, cakra pusat, cakra jantung, cakra tenggorok, cakra adjna, cakra mahkota, juga terdiri dari banyak kelenjar yang salah satunya berfungsi untuk meningkatkan antibody dan imunitas tubuh.

Kelenjar dimaksud berada dua jari diatas Cakra Jantung.

Ada beberapa metode untuk mengoptimalkan kinerja kelanjar dimaksud agar mampu meningkatkan imunitas dan antibody dalam diri.

Penulis bermaksud berbagi tips mengantisipasi serangan Virus Corona versi Perguruan Beladiri Klasik Pencak Silat Cakra Kembang Karta Bumi Gunungkidul.

Langkah langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan imunitas dan antibody adalah sebagai berikut:

1.Ambil sikap duduk bersila dalam sebuah ruangan yang bersih dan bebas dari AC

2. Buatlah seluruh organ tubuh rileks, badan tegak dengan kedua mata terpejam

3. Ketuklah bagian kelenjar berada dua jari diatas cakra jantung(bagian tengah dada) dengan ujung ujung jari sebanyak 31 ketukan

4. Posisi tetap duduk bersila dengan kedua telapak tangan berada di atas lutut, telapak tangan tengadah ke atas

5. Tariklah nafas panjang tahan kurang lebih 5 detik, dua jari diatas cakra jantung, lakukan selama 5 kali

6. Berdoalah mohon ampunan, perlindungan dan kesehatan sesuai agama dan keyakinan masing masing

7. Lakukan afirmasi “saya niat mengakses energy alam semesta warna putih perak masuk melalui cakra mahkota memproses kelenjar tymus dan cakra jantung mengusir energy negative dalam tubuh”

8. Kondisi tetap rilek rasakan bahwa ditengah dada ada getaran halus yang berputar berlawanan arah jarum jam, putaran tersebut makin lama semakin cepat, semakin cepat, dan sampai anda

merasakan hangat didalam dada anda”

Terus rasakan dan nikmati saja apa yang dirasakan, biarlah nafas berjalan sesuiai ritmenya

9. Lakukan avirmasi “energy alam semesta terus mengalirlah tingkatkan imunitas tubuh seratus kali lipat dari sebelumnya, berproses tidak terbatas waktu”

Bila perlu agar anda lebih santai dan rileks, anda boleh sambil mendengarkan lagu bercorak lembut, seperti Kitaro , jenis musik rohani, atau gamelan relaksasi versi jawa

Apabila getaran dikelenjar dirasa sudah mulai menurun, maka anda boleh mengakhirinya dengan kembali menarik nafas dalam dalam, tahan diperut selama 5 detik, kemudian hembuskan perlahan lahan lewat hidung, lakukan 3 kali

Tutuplah dengan avirmasi, ”terimakasih Tuhan, kini saya memiliki imunitas dan antibody yang kuat, terbebas dari virus corona dan sejenisnya”

Lantas bukalah mata anda pelan pelan
Tutuplah dengan minum segelas air putih
Disarankan untuk melakukan metode peningkatan imunitas tersebut dua hari sekali minimal 15 menit setiap seasonnya.

Perlu kita pahami bersama bahwa seluruh sel tubuh kita memiliki medan listrik, dengan kita melakukan teori dimaksud, kita akan mampu meningkatkan power listrik dalam tubuh agar lebih maksimal. Dan jika salah satu kelenjar yang berada dua jari diatas cakra jantung tersimulasi baik melalui ketukan maupun sentuhan, maka hormon dalam tubuh akan aktif sehingga mampu merangsang imunitas dan anti body dalam tubuh.

Ingat, hilangkan rasa takut dan khawatir yang berlebihan, manusia diwajibkan untuk berusaha agar mampu bertahan hidup, selama kita masih diberi kemampuan untuk berupaya, maka lakukanlah, jangan hanya pasrah dan menyerah seperti katak dalam tempurung.

Optimis, raga kita boleh terkurung didalam rumah tapi nalar kita tetap harus jalan, jiwa kita harus tetep lapang, kehidupan masih belum berakhir, ingat hidup ini bukanlah sebuah permainan gobak sodor, keluar mati bersentuhan juga mati.

Jadikan hidup ini rileks yang terbebas dari bayangan maut yang ditebarkan corana, tingkatkan frekuensi tubuh kita dengan cara menyatukan energy internal dalam tubuh dengan energy alam semesta, sebab virus hanya bertahan dalam kondisi frekuensi terendah.

Mengutip hasil penelitian Insinyur Andre Simoneton, bahwa frekuensi virus telah diukur selama kurang lebih 30 tahun, menunjukkan bahwa semua virus bergetar pada frekuensi rendah di bawah 5000 angstrom.

Penulis Adalah : Guru Besar Beladiri Klasik Cakra Kembang Karta Bumi







banner 468x60