Biden Misuh Lagi

Biden Misuh Lagi




Oleh: Cak Ahmad Cholis Hamzah

Ahmad Cholis Hamzah

Setahu saya ada beberapa cara orang Amerika Serikat mengumpat – bahasa Surabayanya “Misuh”, antara lain “What the heck”; “What the Hell”; “Fuck “; “God Dammit”; dan “Son of a Bitch”. Semua ungkapan mengumpat itu secara umum adalah ungkapan marah dan kecewa atas suatu kejadian atau diucapkan pada orang yang tidak disukai. Khusus yang terakhir “Son of a Bitch” – dimana media barat secara “sopan” menyingkatnya saja dengan SOB, secara kata perkata berarti “Anak Wanita Jalang”; atau “Anak Haram Jadah”, ada yang menterjemahkan “Dasar Bajingan”, tapi bagi saya yang orang asli Surabaya semua ungkapan termasuk yang SOB itu sama dengan umpatan (misuh) nya orang Surabaya yaitu “Jancok”. Di Surabaya kata Jancok itu tidak hanya diungkapkan ketika ada perasaan marah atau kecewa, juga diungkapkan sebagai bentuk rasa persahabatan, misalkan “Jancok wes sugih awakmu” atau “Jancok sekarang kamu kaya”.

Apapun maknanya semua ungkapan diatas dalam pergaulan antar negara di kancah internasional tidak boleh diucapkan oleh semua pejabat negara yang ditujukan kepada penjabat negara lain. Namun aturan ini rupanya tidak berlaku bagi presiden Amerika Serikat Pak Joe Biden. Pada hari Rabu tanggal 21 Februari 2024 Mr. Presiden Biden ini menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai “Crazy Sonf of a Bitch” atau “SOB gila” atau dalam ungkapan arek Surabaya “Putin itu Gendeng, Jancok” Biden berbicara tentang perubahan iklim pada penggalangan dana di San Francisco, California, ketika dia menyebut Putin sebagai akronim untuk”Jancok.” Persisnya Biden berbicara tentang krisis iklim pada hari Rabu ketika dia berkata: “Kami memiliki SOB gila seperti Putin dan lainnya, dan kami selalu harus khawatir tentang konflik nuklir, tetapi ancaman eksistensial bagi kemanusiaan adalah iklim.”

Tentu presiden Rusia Vladimir Putin menggambarkan komentar “kasar” Joe Biden di mana presiden Amerika menyebut pemimpin Rusia itu sebagai “SOB gila”. Tidak hanya Putin beberapa pejabat tingkat tinggi Rusia termasuk Dubes Rusia juga mengecam ungkapan Biden yang tidak pantas diucapkan oleh seorang presiden negara besar kepada presiden negara lain. Itu pelanggaran tata krama diplomatik dunia.

Presiden Joe Biden tidak hanya sekali ini saja bicara kasar dan tidak sopan itu, dia pernah menyebut reporter Gedung Putih Fox News Peter Doocy dengan katan “Stupid Son of a Bitch” atau “Goblok Jancukan” pada tanggal 24 Januari 2022 yang terdengar di mikrofon dimana dia bicara setelah Doocy bertanya kepada Biden apakah inflasi merupakan tanggung jawab politik baginya. Slip verbal terjadi selama acara Gedung Putih tentang upaya pemerintahan Biden untuk memerangi inflasi. Setelah presiden mengeluh bahwa semua pertanyaan pers adalah tentang penumpukan militer di sekitar Ukraina, Doocy berteriak: “Apakah Anda akan menjawab pertanyaan tentang inflasi? Apakah menurut Anda inflasi adalah kewajiban politik menjelang ujian tengah semester?” Berpikir mikrofonnya dimatikan, Biden menjawab dengan sinis: “Tidak, itu aset yang bagus. Lebih banyak inflasi.”

Dia menambahkan, “Bener-bener jancukan goblok.”

Pada awal bulan Februari 2024 lalu Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah membela daya ingatannya setelah laporan penasihat khusus tentang penanganannya terhadap dokumen rahasia memperbarui pengawasan terhadap kebugarannya untuk jabatan menjelang pemilihan presiden pada November. Dalam pernyataan emosional dan terkadang marah, Biden membidik Penasihat Khusus Robert Hur karena menemukan bahwa ingatannya sangat “terbatas” ketika diwawancarai oleh jaksa sehingga dia tidak dapat mengingat tahun dia mulai menjabat sebagai wakil presiden di bawah Presiden Barack Obama atau tahun putranya Beau meninggal.”Bahkan ada referensi yang saya tidak ingat kapan putra saya meninggal,” kata Biden saat konferensi pers di Gedung Putih pada hari Kamis. “Jancuk bagaimana dia berani mengangkat soal itu?”. “Saya tidak membutuhkan siapa pun untuk mengingatkan saya ketika dia meninggal,” kata Biden tentang putranya, yang meninggal karena kanker otak pada 2015.

Pada tahun 2018 ketika ramai-ramainya pihak Jaksa Agung Ukrainia menyelidiki keterlibatan putra Biden dalam bisnis illegal di Ukrainia, dia secara terbuka menyatakan: ‘Saya katakan, saya katakan, Anda tidak mendapatkan miliaran dolar’… : “Saya akan pergi dalam enam jam dari Ukrania. Jika jaksa itu tidak dipecat, Anda tidak mendapatkan uang.” Nah, Jancuk an. Dia dipecat.'” .

Seingat saya tidak hanya Joe Biden yang “misuhi” orang lain atau presiden negara lain. Pada tahun 2016 Presiden Obama telah mengindikasikan ia mungkin membatalkan pertemuan yang dijadwalkan dengan Presiden Rodrigo Duterte dari Filipina setelah presiden Filipina Duterte yang terkenal gaya bicaranya blak-blak an dan kasar itu mengancam akan “bersumpah” pada mitranya dari Amerika jika ia mempertanyakan tindakan keras pemerintahnya terhadap tersangka penjahat. Duterte memperingatkan Presiden Obama untuk tidak menanyainya tentang pembunuhan di luar hukum, atau “Son of a bitch/Jancuk, saya akan bersumpah pada Anda” ketika mereka bertemu di Laos selama pertemuan puncak regional pada hari Selasa.

Bagi siapapun presiden terpilih di Indonesia ini, hukum nya wajib tidak meniru-niru perilaku presiden Joe Biden dan Duterte mengumpat pada orang lain, terutama pada kepala pemerintahan negara lain.

Editor : Reyna
Artikel sama dimuat di Optika .id




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=