Catetan Babe Ridwan Saidi (31): Wangsa Sanjaya dan wangsa Shailendra Bagian I

Catetan Babe Ridwan Saidi (31): Wangsa Sanjaya dan wangsa Shailendra Bagian I
Ridwan Saidi, Budayawan




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan

Wangsa mestinya artinya dinasti yang disambung dengan keterangan dari kerajaan mana. Sejalok/Sejarawan lokal hanya sebut wangsa Shailendra yang bikin Borobudur. Itu bapa dari kerajaan apa tak disebut yang pasti dari India. Ongkos bikin Borobudur juga tak disebut, apa dari PIJOL atau menang Togel. Padahal indikator econ mutlak dalam memahami sejarah.

Sriwijaya didirikan wangsa Sanjaya. Juga ini bapa dari kerajaan apa, gelap. Ongkos mendirikan pakai apa dan dari mana tidak diterangkan.

Shailendra dan Sanjaya bukan nama dinasti tapi nama corak batik. Lihat Prasasti Sojomerto IX CE. Dan dalam prasasti juga disebut batik2 itu dapat dibeli di pasar mana.




Saya tak habis pikir kenapa Sejalok bikin sejarah asal2an. Begitu gampang mereka klaim adanya Kerajaan Hindu Tarumanagara di Bekasi abad IV CE dengan dasar serampangan tarjamah prasasti Ciaruteun dan Sukapura.

Sejalok sangat yakin orang Andunisi dari dulu ngobrol2 pake bhs Sanskerta. Lalu mereka tarjamah prasasti dengan Sanskerta dan NGACO.

Prasasti Ciaruteun dan Sukapura dibuat abad XIII CE, aksara Venggi, bahasa Khmer-Hind. Pada masa itu Khmer dihajar Siam, Purnawarman raja yang mereka cintai wafat. Mengungsilah orang2 Khmer a.l ke Andunisi.

Dua prasasti itu mereka buat untuk mengenang Purnawarman. Raja Khmer ini lahir dan wafat di Khmer. Dia bukan orang Bekasi seperti ditebak Sejalok.

Purnawarman se-umur2 belum pernah nyoba’in gabus pucung. Busyet dah. (RSaidi)

EDITOR : REYNA










banner 468x60