Daniel M Rosyid : Quo Vadis Indonesia ?

Daniel M Rosyid : Quo Vadis Indonesia ?
Daniel Muhammad Rosyid




Oleh : Daniel Mohammad Rosyid

Bahkan sebelum pandemi ini meluluhlantakkan ekonomi nasional dan global, Republik ini sejak Reformasi telah semakin tersesat dari tujuannya semula didirikan oleh para negarawan pendirinya. Sejak rangkaian amandemen ugal-ugalan atas UUD1945, kita mewarisi konstitusi baru UUD2002 yang membuka jalan legal bagi kekuatan-kekuatan nekolimik untuk secara terang-terangan merusak kehidupan berbangsa dan bernegara sekaligus merampok kekayaan sumberdaya ekonomi bangsa ini.

Perlu dicermati bahwa dalam perspektif ekonomi, baik neokapitalisme liberal maupun neokomunisme adalah penganut riba. Sejak KMB 1949, IMF memaksakan ekonomi ribawi yang menjadi instrumen penjajahan melalui proses pemiskinan massal secara berkelanjutan atas bangsa ini. Pengaturan ekonomi menurut UUD1945 sejak awal dibegal. Oleh karena itu, *setiap upaya penyelamatan Republik ini harus mengagendakan perang terhadap riba*. Dari respons rakyat selama pandemi ini, terbukti bahwa bangsa ini bukan bangsa pemalas dan bodoh. Bangsa ini miskin karena dimiskinkan oleh riba.

Melalui UUD2002 itu virus kapitalisme liberal dan juga neokomunisme berkembang pesat menghancurkan sistem kekebalan tubuh bangsa ini sehingga telah menyebabkan kegagalan multi-organ tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila diucapkan dalam formalisme, tapi diingkari dalam perilaku dan kebijakan pembangunan. Batang tubuh UUD2002 sebagai tafsir Pancasila, dan rangkaian UU yang lahir sesudahnya selama 5 tahun terakhir ini adalah tafsir neokapitalisme liberal. Dan kini tafsir itu diperkaya dengan tafsir neokomunisme oleh RUU HIP dan BPIP.

Kini agama bahkan dinilai sebagai musuh terbesar Pancasila. Pemeluk agama yang taat dianggap intoleran dan anti NKRI serta anti-kebhinnekaan. Suara kritis dinilai radikal dan penyuaranya dikriminalisasi. Negara ini sedang dibawa pada rezim totaliter anti-kritik bersamaan dengan dunguisme yang berkembang pesat. Demokrasi diucapkan tapi sesungguhnya sedang disembelih dalam kegelapan kartel politik dan kartel ekonomi. Kedaulatan hilang. Keadilan pergi. Kemakmuran apa lagi.

Saat kekuatan-kekuatan nekolimik kelimpungan dihantam pandemi ini, sesungguhnya nCovid19 telah membuka peluang bagi Republik ini untuk kembali pada jati dirinya sesuai cita-cita Proklamasi dan Pembukaan UUD1945. Melalui UU no.2 /2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19, agen-agen nekolim domestik justru secara terang-terangan tak tahu malu memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan sambil mempertahankan cengkeramannya atas negeri ini.

Semua komponen patriot bangsa ini harus segera sadar bahwa berkat rahmat Allah itu tidak bisa taken for granted. Harus ada perjuangan dan jihad konstitusional untuk mewujudkan UUD45 sebagai vaksin atas virus-virus neokapitalisme liberal dan neokomunisme ini yang sejak proklamasi telah menjangkiti bangsa ini. Tanpa injeksi UUD1945 ini ke dalam tubuh Republik ini, niscaya Republik ini segera mati dikubur dalam protokol nCap-com2020.

Rosyid College of Arts,
Gunung Anyar, Surabaya 4/8/2020







Tags:
banner 468x60