Konflik Klasik Antara Penguasa Dengan Penganjur Kesalihan (bagian ke sepuluh)

Konflik Klasik Antara Penguasa Dengan Penganjur Kesalihan (bagian ke sepuluh)




Oleh : Agus Mualif Roehadi

Perang agama Theodosius dalam pertempuran Frigidius menyisakan masalah. Salah satu komandan perang Theodosius, Alaric orang Goth, tidak mendapat penghargaan jabatan apapun, padahal dalam perang itu lebih dari sepuluh ribu pasukan dari orang Goth telah tewas, sedang komandan lainnya, Stilico mendapatkan penghargaan setengah jabatan Kaisar karena menjabat sebagai pelindung Honorius. Orang orang Goth bergolak merasa kaumnya hanya dijadikan tameng dalam pertempuran frigidius. Embrio bangsa baru yang berasal dari orang orang jermanik suku Goth telah muncul. Bangsa yang nantinya akan muncul sebagai masalah besar bagi Romawi barat. Alaric memplokamirkan diri sebagai raja bangsa Visigoth.

Tahun 400, Alaric dengan seluruh warga visigoth, termasuk anak anak dan perempuan, yang disebut sebagai bangsa bar-bar, dalam upayanya mencari wilayah untuk bangsanya, menyerbu Italia bagian utara. Serbuan ini membuat Kaisar Honorius mengungsi ke Ravena. Cukup lama bangsa visigoth menduduki wilayah tersebut tapi tidak mendapatkan tanggapan dari kaisar, hingga pada akhirnya pada tahun 410 Roma diduduki dan dijarah. Placida, adik perempuan kaisar Honorius ditawan. Peristiwa ini dikenal dengan Penjarahan Roma.

Pada tahun 413 bangsa Visigoth memperoleh wilayah Gallia barat daya dengan ibu kota nya di Toulouse. Bangsa Visigoth selalu dapat memanfaatkan situasi krisis di pusat imperium Roma barat untuk dijadikan alasan memperluas wilayah. Pada tahun 467 bangsa visigoth sudah menguasai seluruh wilayah Gallia dan menyisakan wilayah italia sebagai wilayah imperium roma barat. Sedang di seberang lautan, imperium Romawi barat juga masih harus bertempur mempertahankan wilayah melawan orang orang vandal di Afrika utara.

Suatu ironi legenda imperium Romawi yang bertahan sampai seribu tahun, pada tahun 476, ketika telah kehabisan pasukan tempur dalam berperang dengan bangsa bar – bar Visigoth dan bangsa Vandal, untuk melindungi sisa wilayah romawi barat, kemudian menyewa tentara bayaran berasal dari suku suku petualang Germanik yang juga merupakan bagian dari bangsa barbar. Namun kemudian kaisar tidak bisa membayar tentara bayarannya dan akhirnya harus bertempur sendiri melawannya. Kaisar Oretes harus melepaskan nyawanya menghadapi tentara bayaran suku barbar germanik. Sisa wilayah romawi barat direbut suku Germanik, dan anak kaisar, Romulus yang masih berumur sepuluh tahun, yang sempat diangkat sebagai kaisar sebelum Oretes terbunuh, ditawan dalam sebuah kastil, Castel dell Ovo, sampai kematian menjemputnya.

Imperium Romawi barat telah runtuh, dan wilayahnya di daratan eropa dikuasai suku barbar, sedang di Afrika utara dikuasai suku Vandal.

Namun demikian runtuhnya imperium Romawi ini tidak berpengaruh terhadap perkembangan agama Kristen, karena kedua suku besar jago perang tersebut, Barbar dan Vandal adalah bangsa penganut Kristiani.

Tersisa imperium Romawi Timur atau Bizantium yang harus menghadapi musuh tradisinalnya, yaitu imperium Sasania Persia, sedang dari arah utara harus selalu waspada terhadap invasi dari orang Bulgar dan Slav, sedang dari arah barat harus selalu siap untuk berhadapan dengan orang orang Goth. Sedang disisi lain gereja timur persaingannya dengan gereja barat terus meningkat, demikian pula antara uskup Roma dengan uskup Konstantinopel.

Karena itu pada tahun 512, kaisar Anastasius membangun tembok besar dan panjang untuk menghadang laju orang Goth, Slav dan Bulgar, menghadang jalur jalan darat yang bisa langsung ke Konstantinopel. Tembok itu menjadikan Bizantium sudah tidak lagi berbekas warna Roma.

(bersambung ke bagian sebelas)
Editor : Setyanegara







Tags: , ,
banner 468x60