Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissance of Islam (32)

Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissance of Islam (32)
Duta Besar RI untuk Spanyol Dr Muhammad Najib (kiri) menerima kunjungan Ketua ICMI dan Rektor IPB Prof Dr Arif Satria (kanan)




Oleh: Budi Puryanto, Jurnalis

 

Seruan Dari Madrid

Dari bumi Andalusia (Spanyol), Dr Muhammad Najib yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Spanyol merangkap Duta Besar di UNWTO (United Nation of World Tourism Organisation), menyerukan dan menggemakan spirit kebangkitan Islam (Renaissance of Islam). Dia berkeyakinan “Renaissance of Islam” pasti akan terjadi. Itu hanya masalah waktu.

Organisasi-organisasi Islam dia serukan kembali untuk mengkaji tentang sejarah gemilang peradaban Islam dimasa lalu, yang mengilhami dan menerangi Eropa sejak abad 14-15, yang kemudian sebagai hasilnya Eropa berhasil bangkit di sekitar abad 16-17 M. Sejak itu Eropa secara bertahap menguasai dunia. Hingga sekarang.

Seruan serupa pernah digaungkan jauh sebelumnya oleh Jamaldin Al Afghani dari Paris tahun 1884.Dia dibantu Muhammad Abduh menerbitkan surat kabar berbahasa Arab dengan nama al-Urwah al-Wuthqa sebagai sarana untuk mensosialisasikan dan mengkampanyekan gagasan-gagasannya.

Lewat media inilah ia mengungkapkan pandangannya tentang Eropa dan dunia Islam dalam kalimat yang sangat terkenal, dengan ungkapan bahwa di dunia Islam, nilai-nilai Islam hanya dibicarakan, sementara di Barat nilai-nilai Islam dipraktikan.

Kalimat lain yang sering dikutip oleh para mubalig sampai sekarang adalah “Barat maju karena meninggalkan agamanya, sementara umat Islam tertinggal karena meninggalkan agamanya”.

Maksudnya adalah Islam yang rasional ditinggalkan oleh umat Islam, sementara budaya mitos, khurafat, dan klenik baik karena pengaruh keyakinan lokal maupun pengaruh ajaran agama lain sebelum Islam.

Dr Muhammad Najib menjelaskan, di Dunia Arab gagasan Al Afghani diteruskan oleh Hasan Albana di Mesir, dengan mengubah Ikhwanul Muslimin (IM) dari organisasi dakwah yang bergerak di bidang sosial menjadi partai politik. S

Sampai kini IM terus tumbuh walau menghadapi tantangan yang tidak ringan dari sejumlah penguasa setempat yang berkolaborasi dengan negara-negara kolonialis yang terus mencengkram dunia Islam.

Gagasan politik Al Afghani bergaung ke hampir seluruh dunia Islam termasuk Indonesia. Tjokroaminoto mengubah Sarikat Dagang Islam (SDI) yang dibentuk Haji Samanhudi menjadi Sarikat Islam (SI) saat ia menjadi ketuanya, merupakan bentuk nyata pengaruh Afghani di Indonesia.

Pengaruh gagasan Al Afghani terhadap Tjokroaminoto ini dapat dibaca pada buku berjudul: Tokoh-tokoh Islam yang Berpengaruh Abad 20, karangan: Herry Muhammad, 2006 (hal 31-32).Semangat menggunakan spirit Islam untuk melawan penjajah kemudian diteruskan oleh Nahdatul Ulama (NU) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Ke halaman berikutnya







banner 468x60