Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissance of Islam (32)

Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissance of Islam (32)
Duta Besar RI untuk Spanyol Dr Muhammad Najib (kiri) menerima kunjungan Ketua ICMI dan Rektor IPB Prof Dr Arif Satria (kanan)




Seruan kepada Muhammadiyah

Dalam pertemuan di Wisma Duta RI di Madrid, saat menerima kunjungan PW Muhammadiyah Jawa Timur, Dr Muhammad Najib mengingatkan agar Muhammadiyah segera mengambil peran strategis dalam pentas global (Muhammadiyah Go Internasional).

“Sebetulnya masyarakat atau umat Islam diseluruh dunia sudah lama menanti kehadiran Muhammadiyah. Muhammadiyah yang membawa bendera Rahmatan lil alamin, membawa kebaikan bagi umat manusia secara keseluruhan, dimanapun dia berada, apapun bangsanya, dan apapun agamanya,” ungkap Dr Muhammad Najib.

Menurut dia, wajah Islam Indonesia yang ramah dan toleran ini sangat dinanti oleh masyarakat internasional. Khususnya didunia saat ini yang dilanda ketegangan, peperangan, memerlukan kesejukan, persaudaraan dan perdamaian.

Dubes Muhammad Najib berpidato didepan delegasi PW Muhammadiyah Jawa Timur, menggambarkan peradaban Islam di Andalusia (Spanyol dan Portugal) hingga sebab keruntuhannya. Dubes meminta umat Islam mau menggali lebih dalam masa 8 abad kekuasaan Islam di Andalusia tersbeut dan bisa mengambil pelajaran




Lebih dari itu, lanjutnya, wajah Muhammadiyah dengan slogan berkemajuan itu yang mengapresiasi kemajuan sain dan teknologi.

Perlu diketahui dunia saat ini maupun kedepan sangat bergantung kepada perhatian kita kepada sain dan teknologi. Apakah itu terkait dengan bagaimana mengatasi lingkungan, persoalan ekonomi, apalagi kemajuan dunia digital sekarang ini sudah luar biasa.

Namun Dubes Najib juga mengingatkan bahwa orang Barat itu belajar peradaban, kemajuan, yang muaranya Renaissance yang baru muncul abad XVI-XVII di Perancis dalam bentuk revolusi sosial. Kemudian di Inggris dalam bentuk revolusi industri.

“Itu (mereka) belajar dari Islam. Dan masuknya Islam yang menawarkan kemajuan itu berasal dari Spanyol, yang dahulu wilayah ini disebut Andalusia (meliputi Spanyol dan Portugal),” ungkapnya.

Islam masuk Spanyol sejak 711 M. Dan berkuasa hampir selama 800 tahun atau 8 abad. Perlu diketahui, ungkap Dubes Najib, saat itu bangsa Eropa masih berada pada zaman kegelapan hingga abad XIV. Kaum muslim, selama tidak kurang dari 600 tahun mengajari bangsa Eropa mengenal ilmu pengetahuan, seni, dan kebudayaan. Buahnya baru bisa dilihat pada abad XVI-XVII, dimana bangsa Eropa mulai bangkit dari kegelapan. Dan seterusnya, mereka semakin maju dan menguasai dunia.

Satelah mendalami sejarah Islam di Spanyol, Dubes Najib mengaku banyak sekali hal-hal baru dan menarik sebagai pelajaran bagi kaum muslim saat ini.

“Mengapa setelah berkuasa 800 tahun di Andalusia, bisa jatuh,” kata Dubes Najib. Selain faktor eksternal,ada juga faktor internal didalam tubuh umat Islam sendiri.

Setelah peradaban yang bertumpu pada sain, teknologi, dan kehidupan toleransi dan perdamaian yang dibangun Abdurahman Ad-Dakhil, mulai ditinggalkan.

Mulai berkembang bibit-bibit intoleransi, ekstremisme, dan fundamentalisme, didalam tubuh umat Islam pada masa berikutnya. Umat Islam saling menyalahkan, saling mengkafirkan, saling mengharamkan, dan saling berebut kekuasaan. Pada puncaknya, pada masa kekuasaan dinasti Al Muwahidun, semua dikafirkan,dibidahkan, diharamkan, termasuk prestasi umat Islam sebelumnya tidak diakui.

“Nah, saya melihat mindset yang intoleran muncul dalam bentuk habit intoleran. Semula perbedaan agama, alasan menjadi intoleransi itu, belakangan perbedaan kabilah itu dijadikan alasan untuk tidak toleran. Lalu perbedaan afiliasi politik dijadikan alasan intoleran. Dan terakhir bukan mustahil perbedaan organisasi dakwah pun menjadikan mereka tidak toleran.Hingga akhirnya muncul kelompok-kelompok kecil yang berkelahi sampai habsis,” jelasnya

Dubes Najib juga menyebutkan bahwa umat Islam itu tidak mau belajar melakukan introspeksi diri. Sehingga kesalahan-kesalahan pada masa lalu, terus saja diulang-ulang sampai sekarang. Nah, dalam sejarah kekuasaan Islam di Spanyol ini banyak sekali yang masih harus didalami, ditelaah,dan dikaji lagi.

“Ini hanya sebuah contoh. Kalau bapak-ibu mengirimkan dosen mudanya kesini, mulai riset, delapan abad lamanya masa yang panjang, banyak sekali yang bisa digali dan diambil pelajaran. Karena itu saya meyakini kalau kita pandai mengambil pelajaran, kemudian menata kedepan, itu Renaissance of Islam itu hanya masalah waktu saja. Saya bermimpi mudah-mudahan kita ini bagian dari aktor kecil yang bisa memberikan kontribusi,” pungkas Dubes Najib.

Dalam kesempatan menyambut kunjungan Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang juga merupakan Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si. di KBRI Madrid, Dubes Najib juga mendorong agar ICMI Cabang Eropa segera didirikan, mengingat PCIM (Pimpinan Cabang Internasional Muhammadiyah), NU Cabang Eropa, dan KAHMI Cabang Eropa sudah berdiri sebelumnya.

Karena Dubes meyakini kehadiran Muhammadiyah, NU, KAHMI, dan ICMI akan baik bukan saja untuk umat Islam, tetapi baik untuk bangsa secara keseluruhan, apapun agama, etnis, maupun afiliasi politiknya.

Dalam kesempatan menyambut kunjungan Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang juga merupakan Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si. di KBRI Madrid, Dubes Najib juga mendorong agar ICMI Cabang Eropa segera didirikan, mengingat PCIM (Pimpinan Cabang Internasional Muhammadiyah), NU Cabang Eropa, dan KAHMI Cabang Eropa sudah berdiri sebelumnya.

Karena Dubes meyakini kehadiran Muhammadiyah, NU, KAHMI, dan ICMI akan baik bukan saja untuk umat Islam, tetapi baik untuk bangsa secara keseluruhan, apapun agama, etnis, maupun afiliasi politiknya.

Dalam kesempatan menyambut kunjungan Ketua ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) yang juga merupakan Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si. di KBRI Madrid, Dubes Najib juga mendorong agar ICMI Cabang Eropa segera didirikan, mengingat PCIM (Pimpinan Cabang Internasional Muhammadiyah), NU Cabang Eropa, dan KAHMI Cabang Eropa sudah berdiri sebelumnya.

Karena Dubes meyakini kehadiran Muhammadiyah, NU, KAHMI, dan ICMI akan baik bukan saja untuk umat Islam, tetapi baik untuk bangsa secara keseluruhan, apapun agama, etnis, maupun afiliasi politiknya.

Ke halaman berikutnya







banner 468x60