Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissance of Islam (32)

Memahami Gagasan Dr Muhammad Najib: Renaissance of Islam (32)
Duta Besar RI untuk Spanyol Dr Muhammad Najib (kiri) menerima kunjungan Ketua ICMI dan Rektor IPB Prof Dr Arif Satria (kanan)




Seruan kepada KAHMI Eropa

Saat menyampaikan sambutan secara daring pada acara pelantikan Pengurus Kahmi Eropa Raya, Sabtu 23 April 2020, dia menyatakan bahwa keberadaan KAHMI Eropa Raya merupakan anugerah sekaligus kesempatan melakukan dakwah di kawasan Eropa.

“Saya melihat Eropa ini merupakan kawasan penting, potensinya sangat besar, karena itu sejak menginjakkan kaki di Madrid ini 4 bulan lalu, saya melihat ini memberikan peluang yang besar untuk berdakwah khususnya bagi KAHMI dan adik-adik kita di HMI,” katanya.

Dubes Muhammad Najib menjadi narasumber diskusi KAHMI Eropa Raya, di Madrid




Sebagai political scienties bukan sebagai Dubes, katanya, dia melakukan riset dan menemukan banyak hal yang diwariskan oleh generasi pendahulu kita yang mewariskan Islam yang modern, moderat, toleransi, Islam yang rahmatan lil alamin dikawasan Eropa ini, dimulai dari Spanyol dan Portugis yang dahulu bernama Andalusia.

Dari Andalusia inilah dulu, orang-orang Islam menyebarkan sain dan teknologi di kawasan Uni Eropa ini, yang dahulunya disebut “masa kegelapan”.

“Dan berkat kehadiran ilmuwan-ilmuwan Islam, tokoh-tokoh Islam, pemimpin-pemimpin Islam, dan negarawan Islam dikawasan Andalusia ini, akhirnya kawasan Eropa menemukan apa yang disebutnya sebagai Renaisance, yang puncaknya pada abad 17 atau awal abad 18 dalam bentuk revolusi industri di Inggris dan revolusi sosial di Perancis. Berkat itulah kemudian Barat menguasai dunia sampai saat ini.” jelasnya Dubes Najib.

Oleh karena itu, lanjutnya, terinspirasi ini saya mengkampanyekan apa yang saya sebut dengan Renaisance of Islam. Saya mengajak teman-teman yang berada di Eropa ini untuk memanfaatkan posisinya, waktunya, dan kesempatan yang dimiliki, untuk mengobarkan dan mengibarkan Renaisance of Islam.

Umat Islam diseluruh dunia sudah lama tertinggal, karena umat Islam meninggalkan ilmu pengetahuan (sain) dan teknologi. Padahal, menurutnya, umat yang memulai kemajuan sain dan teknologi itu yang dimulai dengan mendirikan Baitul Hikman di Baghdad.

Pendirian Baitul Hikmah di Baghdad dimulai oleh Khalifah Harun Al-Rosyid dan kemudian diteruskan oleh anaknya yang bernama Khalifah Al Makmun.

“Dari Baghdad pindah ke Cordova, dan dari Cordova menyinari Eropa, dan kemudian menerangi dunia,” paprnya.

Saat ini kalau kita berbicara komputer, dimana semuai aktifitas industri, perbankan, perkantoran, tergantung kepada komputer. Umat Islam sama sekali tidak terlibat dalam hal ini, baik software maupun hardware. Ini indikasi bahwa Umat Islam tertinggal jauh dalam penguasaan sain dan teknologi.

Ini saatnya kita memungut kembali mutiara-mutiara yang dibuat oleh umat Islam sendiri, yang dipungut oleh bangsa lain dan mengantarkan kemajuan, dan kemudian mereka dapat memberikan kontribusi dalam peradaban dunia.

“Untuk itu sekali lagi saya mengajak Korps KAHMI dikawasan Eropa ini untuk mengobarkan dan mengibarkan kembali semangat Renaisance of Islam. Karena saya melihat potensinya besar sekali. Renaisance of Islam ini akan dikembangkan lewat dua jalur. Yang pertama lewat ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang kedua adalah jalur ekonomi,” jelasnya.

Meskipun saya sadar betul, ungkapnya, HMI sesuai degan jati dirinya dilahirkan sebagai sebuah semangat Islam yang berbicara tentang negara. Kalau kita lihat NDP yang sekarang diberinama NIK, yang dirumuskan oleh Nurcholish Madjid, salah seorang kader HMI yang paling cemerlang, Dia berhasil membuat rumusan hubungan Islam dan negara, yang bisa dibaca lewat buku-bukunya.

“Perlu kita sadari bahwa sebelum KAHMI hadir di Eropa, sebelumnya sudah terlebih dahulu hadir Muhammadiyah dan NU. Oleh karena itu kita tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat keorganisasian. Dalam melakukan dakwah kita harus merangkul siapa saja yang ingin bergabung.,” pungkasnya dalam memberikan sambutan secara daring.

Saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang hadiri oleh Pengurus KAHMI Eropa Raya, PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammdiyah) dan PPI-Madrid (Persatuan Pelajar Indonesia) di KBRI Madrid, 2 Juli 2022, Dr Muhammad Najib kembali mengajak para aktivis muda tersebut untuk selalu mengembangkan narasi positip untuk mengimbangi banjir narasi kebencian, permusuhan, dan perpecahan.

Dr. Muhammad Najib, Duta Besar RI untuk Spanyol bersama pengurus KAHMI Eropa Raya pada FGD, yang juga diikuti PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammdiyah) dan PPI-Madrid (Persatuan Pelajar Indonesia) di KBRI Madrid, 2 Juli 2022.

“Pada era medsos yang didominasi oleh narasi kebencian, permusuhan, dan perpecahan, kita perlu mengimbanginya dengan narasi persaudaraan dan persatuan,” kata Dubes Muhammad Najib dalam sambutannya.

Dubes Najib juga mengajak para mahasiswa belajar dari Spanyol yang dapat meninggalkan politik otoriter dan keterbelakangan.

“Kita bisa belajar dari warisan Peradaban Islam di Spanyol yang pernah ditorehkan oleh penguasa Muslim yang memerintah hampir delapan abad di Andalusia, yang kini dikenal dengan negara Spanyol dan Portugal.Islam yang Rahmatan Lilalamin ditandai sikap yang toleran dan moderat, damai, juga mengapresiasi sain dan teknologi, dan seni, betul-betul pernah terwujud di sini sehingga membuat Bangsa Eropa berduyun-duyun belajar dari Umat Islam,” jelasnya.

Hasil belajar ini kemudian mencerahkan bangsa Eropa yang bermuara pada Revolusi Industri di Inggris dan Revolusi Sosial di Perancis, serta Revolusi Seni di Italia.

Acara FGD tersebut dilakukan dalam rangka kunjungan tiga pengurus KAHMI yang dipimpin oleh Ketuanya Chairul Anam yang ketiganya sedang menuntut program S3 di Republik Ceko dan Slovenia. Turut hadir pada acara tersebut adalah sejumlah mahasiswa Indonesia di Madrid, serta staf KBRI.

FGD banyak membahas isu kebangsaan dan peran pemuda dalam menyongsong transformasi menuju Indonesia maju tahun 2045, terutama kontribusi yang bisa disumbang oleh kaum muda Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri.

Sebagai alumni HMI, Dubes Najib juga menekankan peran penting organisasi Islam untuk terus memupuk nasionalisme sebagai mana dilakukan oleh generasi terdahulu.

Choirul Anam, Ketua KAHMI Eropa Raya, sepakat dengan himbauan Dr MuhammadNajib tersebut, dan menyampaikan bahwa KAHMI mempunyai komitmen untuk menjaga persatuan dan memajukan Indonesia, di tengah dinamika sosial dan politik di Indonesia yang meninggi menyongsong Pemilu 2024.

Ke halaman berikutnya







banner 468x60