Menegakkan Kembali Kedaulatan Rakyat (1): Kembalikan MPR Sebagai Lembaga Tertinggi Negara

Menegakkan Kembali Kedaulatan Rakyat (1): Kembalikan MPR Sebagai Lembaga Tertinggi Negara

Oleh : Budi Puryanto, Pemimpin Redaksi zonasatunews.com

Kita mendukung kedaulatan rakyat, tapi menolak MPR, lembaga penjelmaan kedaulatan rakyat itu sebagai Lembaga Tertinggi Negara. Kita menerima demokrasi, kekuasaan tertinggi ditangan rakyat. Tapi kekuasaan tertinggi rakyat itu tidak terjelma  lagi dalam wujud nyata dalam praktek bernegara. Inilah hasil reformasi 1998. Amandemen UUD 1945 telah berhasil menghapus kedaulatan rakyat dalam sistem kenegaraan. Kedaulatan rakyat memang masih dibicarakan tetapi ia sudah tidak hidup lagi. Sudah mati. Atau mati suri.

Susunan keanggotaan MPR sekarang dirasakan tidak mencerminkan keterwakilan kekuatan organik yang hidup ditengah masyarakat. MPR terdiri dari hanya DPR dan DPD. Semua itu tersusun berdasarkan kompetisi. Dalam sistem politik saat ini kompetisi belum sepenuhnya fair, karena kekuatan uang menjadi sangat dominan.Tokoh daerah yang berkualitas sekalipun belum tentu terpilih menjadi anggota DPD. 

Bandingkan dengan model susunan MPR dalam UUD 1945 yang asli. Anggota MPR terdiri dari anggota DPR, utusan Daerah dan utusan Golongan. Tokoh-tokoh daerah yang dipandang mumpuni dan bisa mewakili kepentingan daerah bisa diajukan tanpa berkompitisi bertele-tele. Dia bisa dipilih dan diajukan karena keahlian akademis yang dimiliki, pengalaman pekerjaan, ketokohan dan pengaruhnya dalam organisasi masyarakat, tokoh pejuang dalam berbagai profesi, atau pertimbangan lain. 

Demikian pula utusan golongan, dia dapat diajukan untuk mewakili semua entitas golongan yang ada di Indonesia, seperti golongan profesi (buruh. tani dan nelayan, guru, pekerja kesehatan, dsb), keagamaan, suku, intelektual, pejuang, TNI /POLRI, dan veteran, raja dan sultan, pemuda, wanita, serta semua golongan yang hidup di Indonesia.

Dalam susunan demikian aspirasi masyarakat lebih terwakili, karena mereka diambil dan mewakili dari masing-masing golongan. Wakil mereka lebih otentik dalam memperjuangkan aspirasi melalui MPR karena lebih memahami persoalan masing -masing golongannya.

Jadi bila kedaulatan rakyat ingin kembali ditegakkan maka : kita harus mengembalikan MPR menjadi lembaga tertinggi negara, dengan susunan seperti dalam UUD 1945 yang asli(sebelum amandemen).

 

 

 

 

loading…

Tags: ,
banner 468x60