Muhammadiyah dan Pilpres 2024

Muhammadiyah dan Pilpres 2024
Prof. Dr. H. Muhammad Chirzin, M.Ag., Guru Besar Tafsir Al-Quran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta



Oleh: Muhammad Chirzin

PWMU.CO melaporkan pesan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti MEd pada Pengajian Umum bertema “Konsolidasi Dakwah Muhammadiyah Pasca Pemilu 2024”.

Menang jangan jumawa (sombong), kalah hendaknya legawa. (Ikhlas menerima). Demikian pesan yang diunggah melalui YouTube Tvmu, Jumat (23/2/2024) malam.

Menurut Prof Mu’ti, rangkaian proses pemilu adalah bagian dari bagaimana bangsa Indonesia berdemokrasi, walaupun masih jauh dari ideal dan kekurangan. Oleh karena itu, harus menghormati berbagai pihak yang selama ini berusaha membawa persoalan dugaan kecurangan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atau proses-proses yang sesuai dengan mekanisme demokrasi.

“Proses itu kita hormati dalam menggunakan haknya, dan bagaimana pemilu adalah proses yang harus melalui tahapan-tahapan yang sangat panjang.” Tetapi pada waktunya akan ada yang terpilih dan yang tidak terpilih, yang hasilnya harus kita terima sebagai konsekuensi dari pilihan demokrasi di tanah air kita. Dalam bahasa agama menerima takdir. “Walaupun yang jadi bukan yang kita inginkan,” imbuh pria kelahiran 2 September 1968 ini.

“Sekarang saatnya kita cooling down (mendinginkan suasana), menata diri, tetapi kita tidak boleh go down (menyerah) dan putus asa hanya karena tidak terpilih. Ia lalu menukil firman Allah Swt pada Ali Imran ayat 26, artinya, “Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Pria lulusan S1 Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang ini berpesan, Muhammadiyah jangan menjadi kelompok yang apatis, tapi menjadi kelompok yang terus berpikir optimis. Jangan sampai persatuan kita terkoyak dan rusak karena perbedaan pilihan politik dalam pemilu 2024,” kata pria lulusan S2 di Universitas Flinders, Australia Selatan pada 1996 ini.

Kedewasaan dalam mengikuti proses politik itu penting, agar tidak terbelah dan terpecah. Konsolidasi dakwah kita perlukan agar kita kembali pada khittah perjuangan dan kepribadian persyarikatan. Berpolitik itu bagian dari berdakwah. Kita harus punya prinsip di mana pun berada, ridha Allah yang kita cari dan Muhammadiyah di mana pun berada terus berperan amar makruf nahi munkar untuk menuju Indonesia baldatun thayyibatun warabbul ghafur.

PP Pemuda Muhammadiyah turut berkomentar terkait wacana pengguliran hak angket dalam menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024. Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dzul Fikar Ahmad Tawalla menyebut wacana hak angket merupakan isu politis untuk mengaduk-aduk emosi publik, demi menciptakan keributan di ruang publik, buah keengganan untuk menerima fakta.

“Pihak yang tidak puas dengan proses dan hasil Pemilu seharusnya bisa bawa dugaan itu ke Bawaslu, DKPP atau Gakkumdu. Lagi pula, Undang-Undang kita mendorong para kontestan untuk membawa perkara itu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Jangan karena kecewa dengan hasil akhir Pemilu, lantas menegasikan semua proses yang dijalankan oleh penyelenggara.”, kata Fikar kepada wartawan, Jumat (23/2/2024).

Fikar mengimbau semua pihak untuk menerima hasil Pemilu 2024. Dia mendorong semua elemen untuk bersikap rasional. “Ada baiknya semua pihak, utamanya para elite politik selalu bersikap wajar dan waras, jangan bersikap reaktif dan emosional. Harus kedepankan rasionalitas dan terbuka.”

Fikar menghimbau semua elemen publik untuk berfokus kepada kerja-kerja strategis dan subtansial. Ketimbang sibuk menciptakan keriuhan di ruang publik, lebih baik para elite ini berfokus pada pekerjaan yang lebih strategis dan subtansial. Utamanya mengawal sisa waktu transisi kepemimpinan nasional.

PWMU.CO melaporkan pesan Din Syamsuddin pada Tabligh Akbar dalam rangka Pembukaan Musyawarah Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang, Ahad (25/2/2024). Warga Muhammadiyah, khususnya Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), harus menjadi insan merdeka yang tak boleh berhenti beramar makruf bernahi mungkar. Demikian tegas Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005-2015 dalam pengajian yang dihadiri 1000-an jamaah Muhammadiyah di Masjid Agung Jatisari, Mijen, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Din Syamsuddin yang pernah menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah 1989-1993, sikap demikian adalah menifestasi dari syahadatain (la Ilaha illallah, Muhammadur rasulullah).

“Bahwa sebagai insan beriman kita hanya bersandar, dan takut kepada Allah swt, bukan kepada makhluk. Apalagi Muhammadiyah memiliki prinsip menegakkan amar makruf nahi mungkar, yang keduanya menyatu dan tidak boleh dipenggal-penggal. Maka, warga Muhammadiyah jangan berhenti menegakkannya.”

Hal serupa disampaikan Din Syamsuddin sebelumnya dalam pengajian di Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jumat (23/2/24) pagi, dan di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pekajangan, Pekalongan, Jumat (23/2/24) malam.

Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini menegaskan, Muhammadiyah kini menghadapi kemungkaran serius berupa kemungkaran struktural dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka, Muhammadiyah harus semakin meningkatkan peran amar makruf nahi mungkarnya, sebagaimana tercantum pada al-Qur’an Surah Ali Imran 104 yang selalu dibaca dalam acara-acara Muhammadiyah.

Hal ini sudah menjadi amanat Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta tahun 2010, bahwa Muhammadiyah perlu melakukan jihad konstitusi, yakni merevisi sejumlah undang-undang yang dinilai menyimpang dari Konstitusi. Juga melakukan langkah-langkah strategis mengatasi deviasi dan distorsi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia dari nilai-nilai dasar yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa, termasuk di dalamnya tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Dalam menyikapi proses Pemilu dan Pilpres 2024, Muhammadiyah seyogianya kritis terhadap fenomena kecurangan yang terjadi. “Jangan biarkan kemungkaran tertutupi, karena jika hal demikian dibiarkan, maka kemungkaran struktural akan berkelanjutan, dan merusak tatanan negara bangsa yang ikut didirikan oleh Muhammadiyah, dan Muhammadiyah bertanggung jawab akan masa depannya.”

AMM jangan terjebak ke dalam budaya politik pragmatis, apalagi materialistik. Jangan terpesona dan tergoda oleh materi atau janji akan posisi. Kader dan tokoh Muhammadiyah perlu berorentasi pada kepentingan politik jangka panjang, yakni izzul Islam wal Muslimin dalam kerangka Indonesia yang majemuk, bukan pada kepentingan individual berjangka pendek. Sebab, hal demikian belum tentu menguntungkan Muhammadiyah, tapi justru merugikan, karena menggerus elan vital dakwah Muhammadiyah,” kata Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pondok Labu Jakarta itu.

Belakangan beredar video pernyataan pers PP Muhammadiyah tentang pelaksanaan Pemilu yang disampaikan oleh Prof. Abdul Mu’ti bersama Muhammad Izzul Muslimin, sekretaris PP Muhammadiyah dan Edi Kuscahyanto, Kepala Biro Komunikasi dan Media PP Muhammadiyah sebagai berikut (transkrip oleh penulis).

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim.

Sehubungan dengan pelaksanaan Pemilu 2024 Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan sebagai berikut.

1. Mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya dengan penuh tanggung jawab dan tertib di masing-masing tempat pemungutan suara, atau TPS.

2. Mengapresiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan semua penyelenggara Pemilu, mulai dari tingkat Pusat sampai tingkat TPS, para aparat keamanan, dan semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pemilu, sehingga berlangsung aman, tertib, dan lancer, mulai proses pemungutan, hingga penghitungan suara.

3. Menghimbau semua pihak, khususnya partai politik dan calon anggota legislatif, serta para calon Presiden dan Wakil Presiden dan pendukungnya agar bersabar menanti hasil akhir Pemilu yang akan disampaikan secara resmi oleh KPU. Semua pihak hendaknya tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hasil Pemilu berdasarkan quick count yang disampaikan oleh lembaga-lembaga survei.

4. Semua pihak hendaknya tetap menjaga situasi yang kondusif dengan tetap menjaga sikap saling menghormati dan tenggang rasa. Kepada pasangan Capres-Cawapres yang menang dan para pendukungnya hendaknya tidak jumawa dan eforia yang berlebihan. Bagi yang kalah hendaknya berjiwa besar dan legowo menerima hasil Pemilu.

5. Apabila ada pihak-pihak yang berkeberatan dengan hasil pemilu hendaknya menyelesaikan melalui jalur Mahkamah Konstitusi dan tidak menempuh cara-cara pengerahan massa yang berpotensi memicu kekerasan dan konflik horizontal.

Semoga Allah swt Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan pertolongan kepada bangsa Indonesia sehingga tetap Bersatu, berdaulat, dan maju.

Nashrun minallah wa fathun qarib wa basysyiril mu’minin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Pernyataan pers tersebut mendapat reaksi dari kalangan warga Muhammadiyah. Salah seorang anggota grup WA MUHAMMADIYAH BERKEMAJUAN memancing respons anggota lainnya dengan mengajukan pertanyaan: Adakah yang salah dengan pernyataan tersebut?

Salah seorang tokoh senior Muhammadiyah di Yogyakarta menyatakan, pernyatannya sangat normatif. Yang lain menjawab: Tidak ada yang salah, dan bisa dimengerti dengan posisi Muhammadiyah di dalam pemerintahan dan bernegara. Anggota yang lain menimpali: normatif. Pemikiran kritis berkemajuan sebagai karakter Muhammadiyah tidak ada. Dibaca dari HP, seperti tidak resmi.

Yang lain menambahkan: kalau netral dan tidak berpihak, ingin terlihat bijak, maka lebih baiknya ada juga poin himbauan untuk bersikap jujur, dan menjaga etika moral dalam berbangsa bernegara bagi semua.

Penulis memberikan komentar di kolom chat video tersebut: Pernyataan Sikap PP Muhammadiyah tersebut tidak memuat unsur pesan ajakan, dan seruan untuk mengawal, mengawasi, dan mengontrol proses penghitungan suara hingga pada saatnya KPU mengumumkan hasil Pemilu, siapa yang menang, dan siapa yang kalah secara jujur dan adil.

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=