Sutoyo Abadi: Presiden Terkesan Diadili

Sutoyo Abadi: Presiden Terkesan Diadili
Presiden Joko Widodo (Jokowi) duduk menghadap Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.




Oleh: Sutoyo Abadi
(Koordinator Kajian Politik Merah Putih)

Jabatan Presiden tidak identik dengan Jokowi
Sekalipun saat ini kursi itu sedang di tempati
Mungkin ada rasa tidak suka bahkan benci.
Tugasmu untuk orang sakit mengobati
Bisa jadi sama-sama akan menemui duri
Situasinya semua dalam anomali
Satu sama lain saling mencurigai
Dan kadang satu sama lain saling membuli
Tragis seperti saling menelanjangi.
Jabatan Presiden menempati tempat tersendiri

Jabatan presiden silih berganti.
Ketika Presiden sedang lupa diri
Jangan hanya ditertawai
Sekalipun terlihat kerjanya hanya menyakiti
Lepas kendali konstitusi
Melepas kebijakan halusinasi
Penuh hanya fantasi
Semua larut hanya ikut berimajinasi
Jangan perlakukan nista saat masih ditugasi
Jangan merasa tersaingi
Jabatan Presiden harus tetap di hormati.

Jangan saling mengunci
Jangan melucuti
Apalagi dengan rasa iri dan dengki
Dia harus didampingi
Tugasmu menasehati
Saling melengkapi
Bukan apriori
Seolah olah merasa membawahi
Terpancar aura manusia ambisi
Atau sedang berkompetisi
Melihat kejadian itu semua merasa ngeri
Terkesan Presiden sedang diadili
Mawas dirilah dan hormati jabatan Presiden itu milik negeri.

EDITOR: REYNA







banner 468x60