Ukhuwah: Bisikan dari Bondowoso

Ukhuwah: Bisikan dari Bondowoso
Prof. Daniel M Rosyid, Guru Besar ITS Surabaya




Oleh : Daniel Mohammad Rosyid

Hampir setiap Jumat, Khatib Jumat selalu mengajak orang-orang beriman untuk bertaqwa dan tidak mati kecuali sebagai muslim. Seruan ini dilanjutkan dengan “seruan untuk berpegang teguh dengan ajaran Allah untuk tidak berpecah belah”. Sungguh mengherankan jika kondisi ummat saat ini justru lemah karena berbagai fragmentasi. Artinya, ada yang salah dalam praktek berIslam kita.

Hemat saya, ukhuwah itu menghadapi banyak tantangan, terutama dari kaum ellite yang dihinggapi berbagai bentuk kesombongan : kelebihan harta, kekuasaan yang besar, pengikut yang banyak, berdarah biru, fanatisme suku, organisasi, dsb. Padahal Allah telah membeli dari orang-orang beriman itu diri dan harta mereka. Harga diri itulah yg enggan dibayar oleh para ellite.

Sesungguhnya “prosesi haji dan qurban adalah simbol pengorbanan harga diri”. Di depan Allah, manusia itu sama saja. Derajad mereka hanya ditentukan oleh ketaqwaan mereka, bukan oleh prestasi-prestasi ekonomi politik mereka, apalagi oleh asal-usul primordial mereka. Bukan yang lain.

Muslim Indonesia adalah perekat persatuan bangsa yang majemuk ini. Ada 400 suku lebih di Indonesia, dengan ratusan bahasa yang berbeda pula. Menjadi muslim adalah sebuah pilihan kreatif untuk melampaui primordialita kesukuan. Dengan menjadi muslim, menjadi bangsa Indonesia menjadi jauh lebih mudah. Jika ada wacana bahwa Islam adalah ancaman atas NKRI, maka wacana itu tidak saja keliru tapi sekaligus fitnah besar atas muslim Indonesia.

Yang mengancam persatuan nasional justru kaum neokomunis dan sekuler garis keras yang mau menafikan peran Islam dalam pembentukan, dan perawatan kebangsaan Indonesia. Sejak masa reformasi, segelintir kelompok neokomunis dan sekuler garis keras ini berhasil mempengaruhi mayoritas bangsa Indonesia untuk secara perlahan menjauhi Pancasila sambil menyemburkan dusta radikalisme Islam. Korban semburan ini adalah kaum islamiyyun, penganut islamisme, tapi bukan muslim. Muslim makin terbukti minoritas.

Pondok Pesantren Al Islah, Dadapan, Grujukan Bondowoso
7/9/2019







Tags: , , ,
banner 468x60