Oleh: Sutoyo Abadi
Penjelasan langsung atau tidak langsung tentang peristiwa kunjungan Bung Eggi Sudjana, sebenarnya tidak diperlukan, karena kalau ada penjelasan dipastikan penjelasannya akan semakin tidak jelas.
Biasnya akan semakin mempertajam pertengkaran antar sesama pejuang pembela kebenaran dan keadilan khususnya untuk perjuangan memastikan dugaan ijazah Jokowi yang dipastikan palsu.
Sebagian teman teman sebentarnya sudah mencium akan adanya peristiwa ini jauh hari sebelumnya, bahkab skenarionya sudah tercium tentang : alasan dan skenario awal akan menemui Jokowi, atas inisiatif siapa, siapa yang harus menjadi pelobi dengan pihak Jokowi dan penyidik, siapa saja yang terlibat dalam pertemuan, materi apa yang akan kompromikan, kapan pertemuan akan dilakukan atau di laksanakan
“Bahkan terkait imbal balik dari pertemuan, resiko bahkan sudah dipersiapkan counter attack (serangan balik) adalah strategi di mana tim bertahan dengan cepat mengubah situasi menjadi serangan saat berhasil merebut bola, memanfaatkan kesalahan lawan untuk mencetak gol atau poin”
Peran kekuasaan di duga terlibat dalam skenario tersebut, agar mereka terus bertengkar (mengurangi tekanan serangan kepada Jokowi) agar bergeser pertengkaran terkait ijazah Jokowi terjadi antar teman aktifis sendiri, akan di kurung dalam kotak tempurungnya yang semakin sempit.
Skenario lebih besar adalah tidak akan ada pengadilan yang akan mengadili dugaan Ijazah Jokowi sampai final pengadilan akan memutuskan : Ijazah Jokowi asli atau palsu sampai Incracht (Inkracht van gewijsde) “berkekuatan hukum tetap”, merujuk pada putusan pengadilan yang tidak lagi dapat diajukan upaya hukum banding, kasasi dll
Kalau sampai pada Incracht bahwa Ijazah Jokowi palsu, pasti akan menimbulkan goncangan politik yang sangat besar. Dengan bahasa majas itulah yang sering diungkapkan oleh para Termul, bahwa kalau ijazah Jokowi di munculkan akan terjadi prahara nasional (karena ijazah aslinya memang tidak ada).
Perjuangan memperjuangkan kebenaran dan keadilan adalah perintah Tuhan YME, hanya jangan sampai terjebak permainan yang sedang di mainkan oleh Iblis Kedzaliman.
Peristiwa Bung Eggi Sudjana hanya sasaran antara sebaiknya jangan direspon berlebihan atau jangan direspon samasekali, agak repot juga karena pemain “podcast, kadang sangat merepotkan, karena sebagian dari mereka tidak sedang berjuang terapi sedang memanfaatkan momentum.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Nikita, Cermin KejujuranYang Ditolak

Eks Menpora Dito Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi dalam Kasus Haji

Sekolah Ramah Anak Surabaya dan Fenomena Gunung Es Kekerasan Simbolik

Tim Perusahaan Segera Melakukan Penanggulangan Minyak Tumpah Di Laut Untuk Cegah Pencemaran

Elite Berpesta Mengeruk Anggaran Negara

Dia Yang Merusak, Dia Yang Memperbaiki?

Harga emas mencapai rekor tertinggi di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi

Geopolitik Membentuk Ulang Prakiraan Ekonomi Seiring Meningkatnya Risiko Rantai Pasokan

Kedaulatan Rakyat Telah Dirampas Dan Dibajak Parpol Dan DPR

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, Usul Guru Honorer Diprioritaskan Diangkat PPPK Sebelum Pegawai SPPG



No Responses