Al-Quran Kitab Segala

Al-Quran Kitab Segala
Muhammad Chirzin

Oleh: Muhammad Chirzin

Al-Quran adalah sumber kebenaran dan petunjuk. Al-Quran tidak hanya memberikan pedoman dalam urusan agama, tetapi juga dalam segala aspek kehidupan manusia, baik itu ekonomi, politik, sosial, hukum, ilmu pengetahuan, kesehatan, keamanan, dan lain-lain. Segala aspek kehidupan manusia niscaya tersurat maupun tersirat nilai-nilai dasarnya dalam Al-Quran.

Al-Quran ibarat lautan tak bertepi, sumur tanpa dasar. Keluasan cakupan kandungan Al-Quran tergambar dalam narasi beberapa ayat berikut.

Katakanlah: “Sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu.” (QS Al-Kahfi/18:109)

Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut menjadi tinta, ditambahkan kepadanya tujuh laut lagi sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis dituliskan kalimat Allah. Sungguh, Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS Luqman/31:27)

Hai manusia, sesungguhnya Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya saling mengenal. Sungguh orang yang paling mulia di antara kamu ialah yang paling bertakwa. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS Al-Hujurat/49:13)

Dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya, dan Dia sebarkan di bumi segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan antara langit dan bumi, terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang memikirkan. (QS Al-Baqarah/2:164)

Kebaikan itu bukan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintai kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, dan yang meminta-minta; dan memerdekakan budak, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan mereka yang menepati janji apabila berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang yang benar imannya, dan mereka itulah orang yang bertakwa. (QS Al-Baqarah/2:177)

Janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain secara batil, dan jangan membawa urusan harta kepada hakim, supaya dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan berdosa, padahal kamu tahu. (QS Al-Baqarah/2:188)

Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila menetapkan hukum di antara manusia tetapkanlah dengan adil. Allah memberi pengajaran yang terbaik kepadamu. Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS An-Nisa`/4:58)

Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kamu. Jika kamu berselisih tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisa`/4:59)

Hai orang-orang beriman, sukakah kutunjukkan perniagaan yang dapat menyelamatkan dari azab yang pedih? Kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu tahu. (QS Ash-Shaff/61:10-11)

Ayat-ayat Al-Quran bagaikan intan: setiap sudutnya memancarkan cahaya yang berbeda dari apa yang terpancar dari sudut-sudut lain. Dan tidak mustahil, jika Anda mempersilakan orang lain memandangnya, maka ia akan melihat lebih banyak ketimbang apa yang Anda lihat (Abdullah Darraz).

Al-Quran memberikan kemungkinan arti yang tak terbatas. Ayat-ayatnya selalu terbuka untuk interpretasi baru; tidak pernah pasti dan tertutup dalam interpretasi tunggal (Mohammed Arkoun).

Tak seorang pun dalam Islam yang mengklaim sebagai otoritas atas, dan menjadi penjaga pemahaman yang tepat mengenai Al-Quran. Seluruh umat Islam bertanggung jawab terhadap pengabadian, pengembangan pemahaman yang tepat dan implementasi ideal-ideal Al-Quran (Muhammad ‘Ata al-Sid).

Al-Quran adalah “karya keagamaan”, kitab petunjuk. Untuk bisa mencapai petunjuk itu kita harus menafsirkannya. Al-Quran adalah pesan Tuhan yang memiliki kode dan “saluran” berupa bahasa Arab. Untuk meretas kode yang digunakan, kita membutuhkan analisis teks yang lebih dari sekadar disiplin filologi. Analisis ini menempatkan Al-Quran sebagai teks poetik yang terstruktur. Al-Quran tidak masuk kategori teks puisi; ia tetap sebagai teks keagamaan yang memiliki banyak fungsi (Navid Kermani).

Al-Quran memiliki keampuhan bahasa yang tidak tertandingi, lebih dari sekadar bentuk atau gayanya, tapi juga karena pesan yang dikandungnya. Kekuatan penggerak bahasa Al-Quran terletak pada kemampuan dan keampuhannya menghadirkan ide-ide ketuhanan, kemanusiaan dan wawasan kosmik, yang sama sekali baru dari kepercayaan paganisme Arab, yang sulit diingkari oleh nalar sehat dan hati yang jernih dan terbuka (Komaruddin Hidayat).

Al-Quran mengandung prinsip-prinsip umum sains. Seseorang dapat menurunkan seluruh pengetahuan tentang perkembangan fisik dan spiritual manusia yang ingin diketahui dengan bantuan prinsip-prinsip tersebut (Musthafa Al-Maraghi).

Al-Quran adalah pengantin wanita yang menyembunyikan wajahnya. Bila engkau membuka cadarnya dan tidak mendapatkan kebahagiaan, itu karena caramu membuka cadar telah menipu dirimu sendiri. Apabila engkau mencari kebaikan darinya, ia akan menunjukkan wajahnya, tanpa perlu kaubuka cadarnya. (Jalaluddin Rumi).

Al-Quran adalah jaring untuk menangkap jiwa manusia. Seperti ikan, manusia berenang dari satu tempat ke tempat lain, dan Tuhan memasang jaring ke dalam mana manusia terjerat, demi kebahagiaannya sendiri.” (Fritjof Schuon).

“Jika Anda ingin berbicara dengan Allah Swt., berdoalah, dan jika Anda ingin Allah Swt. berbicara dengan Anda, bacalah Al-Quran.” (M. Quraish Shihab).

Bila Anda membaca Al-Quran dengan mata, Anda menemukan kata-kata
Bila Anda membaca Al-Quran dengan pikiran, Anda menemukan ilmu
Bila Anda membaca Al-Quran dengan hati, Anda menemukan cinta
Bila Anda membaca Al-Quran dengan sepenuh jiwa-raga, Anda melihat Tuhan.
(Jalaluddin Rumi)

Tak seorang pun tahu rahasia
Hingga seorang mukmin
Ia tampak sebagai pembaca
Namun Kitab itu ialah dirinya sendiri.
(Mohammad Iqbal)

Al-Quran adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah ia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. (QS 6:155)

Katakanlah: “Hai manusia, teIah datang kepadamu kebenaran Al Quran dari Tuhanmu, sebab itu siapa yang mendapat petunjuk maka petunjuk itu untuk kebaikan dirinya, dan siapa yang sesat, maka kesesatannya itu mencelakakan dirinya. Dan aku bukan penjaga terhadap dirimu.” (QS 10:108)

Apabila kamu membaca Al Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup. (QS 17:45)

Kami turunkan dari Al Quran penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. dan Al Quran itu tidak menambah kepada orang yang zalim selain kerugian. (QS 17:82)

Al Quran itu benar-benar kemuliaan besar bagimu dan kaummu, dan kelak kamu akan dimintai pertanggungjawaban. (QS 43:44)

Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang batil. (QS 86:13)

EDITOR: REYNA

Last Day Views: 26,55 K