Oleh: Muhammad Chirzin
Apa bedanya berbohong dan membohongi?
Dalam bahasa Indonesia, “membohongi” dan “berbohong” sebenarnya memiliki makna yang mirip, tapi ada sedikit perbedaan nuansa.
Berbohong lebih umum dan netral, berarti mengatakan sesuatu yang tidak benar, tidak sesuai dengan fakta.
Membohongi cenderung lebih spesifik, artinya menipu atau mengatakan kebohongan kepada seseorang dengan tujuan tertentu, sering kali dengan niansa menyesatkan.
Mana kalimat yang tepat dan benar tentang keadaan listrik di Aceh: Menteri ESDM membohongi Presiden atau Menteri ESDM berbohong kepada Presiden?
Kalimat yang lebih tepat adalah: “Menteri ESDM berbohong kepada Presiden”.
Diksi “berbohong” adalah kata kerja intransitif yang berarti mengatakan sesuatu yang tidak benar, sedangkan “membohongi” adalah kata kerja transitif yang lebih menekankan tindakan menipu seseorang.
Dalam konteks ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dilaporkan menyatakan bahwa 93% listrik di Aceh sudah menyala, padahal kondisi sebenarnya masih jauh dari itu, sehingga lebih cocok menggunakan “berbohong kepada Presiden” untuk menggambarkan ketidakakuratan informasi yang disampaikan.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Nikita, Cermin KejujuranYang Ditolak

Eks Menpora Dito Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi dalam Kasus Haji

Sekolah Ramah Anak Surabaya dan Fenomena Gunung Es Kekerasan Simbolik

Tim Perusahaan Segera Melakukan Penanggulangan Minyak Tumpah Di Laut Untuk Cegah Pencemaran

Elite Berpesta Mengeruk Anggaran Negara

Dia Yang Merusak, Dia Yang Memperbaiki?

Harga emas mencapai rekor tertinggi di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi

Geopolitik Membentuk Ulang Prakiraan Ekonomi Seiring Meningkatnya Risiko Rantai Pasokan

Kedaulatan Rakyat Telah Dirampas Dan Dibajak Parpol Dan DPR

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, Usul Guru Honorer Diprioritaskan Diangkat PPPK Sebelum Pegawai SPPG



No Responses