Oleh: Shamsi Ali Al-Nuyorki
Seorang pedagang kaya mengirim asistennya ke negara berkembang untuk menjajaki kemungkinan membangun pabrik sepatu di sana. Sebulan kemudian asisten itu kembali dengan laporan yang berbunyi:
“Tuan, tidak mungkin membangun pabrik sepatu di negara ini. Sebagian besar penduduk berjalan tanpa alas kaki dan tidak memakai sepatu. Gagasan menjual produk yang tidak digunakan orang terasa gila bagi saya!”
Pedagang itu kemudian memutuskan untuk mengirim asisten lain (yang berbeda) untuk misi yang sama ke negara yang sama sebelum mengambil keputusan akhir. Sebulan kemudian asisten kedua kembali dengan laporan yang berbunyi:
“Gagasan membangun pabrik sepatu di sini tampak brilian bagi saya. Kita dapat mencapai keuntungan yang tak terbayangkan, karena belum pernah ada yang datang ke sini sebelumnya, dan orang-orang menderita karena berjalan tanpa alas kaki. Mereka pasti akan berbondong-bondong membeli produk pabrik kita!”
Bukan berlebihan untuk mengatakan bahwa kisah ini merangkum rahasia kehidupan itu sendiri.
Tentu saja, jika kita melihat lebih dalam, ini bukan hanya tentang peristiwa dan karakter. Isu ini jauh lebih besar daripada dua asisten yang dikirim dalam sebuah misi, dan jauh lebih kompleks daripada sebuah pabrik sepatu dan seorang pedagang yang ingin memulai bisnis baru.
Orang-orang berbeda secara signifikan dalam isu yang sama, dan perbedaan ini tidak pernah berasal dari isu itu sendiri, tetapi dari perspektif yang diambil oleh setiap individu.
Kisah ini sebenarnya memberi tahu kita bahwa sikap orang terhadap suatu peristiwa dalam hidup tidak selalu mengungkapkan sifat peristiwa tersebut, tetapi justru mengungkapkan karakter orang itu sendiri.
Ketika kita mengubah perspektif kita terhadap suatu situasi, sikap kita terhadapnya berubah, dan bahkan dapat sepenuhnya berbalik.
Inti dari cerita ini adalah bahwa terkadang untuk mengubah realitas hidup, yang kita butuhkan hanyalah mengubah cara kita memandangnya.
Semuanya tentang pola pikir!
EDITOR: REYNA
Related Posts

Nikita, Cermin KejujuranYang Ditolak

Eks Menpora Dito Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi dalam Kasus Haji

Sekolah Ramah Anak Surabaya dan Fenomena Gunung Es Kekerasan Simbolik

Tim Perusahaan Segera Melakukan Penanggulangan Minyak Tumpah Di Laut Untuk Cegah Pencemaran

Elite Berpesta Mengeruk Anggaran Negara

Dia Yang Merusak, Dia Yang Memperbaiki?

Harga emas mencapai rekor tertinggi di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi

Geopolitik Membentuk Ulang Prakiraan Ekonomi Seiring Meningkatnya Risiko Rantai Pasokan

Kedaulatan Rakyat Telah Dirampas Dan Dibajak Parpol Dan DPR

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, Usul Guru Honorer Diprioritaskan Diangkat PPPK Sebelum Pegawai SPPG



No Responses