Oleh: Mubha Kahar Muang
Berbicara tentang demokrasi tentu kita tidak asing lagi. Cukup banyak para ahli yang membahas pengertian demokrasi, macam-macam demokrasi, dan prinsip demokrasi.
Pengertian demokrasi secara umum adalah pemerintah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Jika mengacu ke Pasal 1 ayat 2 UUD 1945 (sebelum perubahan): Kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Setelah UUD1945 di amandemen, Pasal 1 ayat 2 berbunyi : Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar.
Jika mengacu ke Pembukaan UUD 1945 alinea ke IV seharusnya kita melaksanakan Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Karena itu sistim negara yang dianut setelah UUD 1945 di amandemen, Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang Undang Dasar berarti harus tetap mengacu kepada Pembukaan UUD 1945 yaitu Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Amandemen UUD 1945 telah mengganti konsep bernegara kita. Negara yang berkedaulatan rakyat tidak lagi berdasar kepada Pancasila, karena Kerakyatan Yang Dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan Dalam permusyawaratan Perwakilan telah dibuang dan diganti dengan sistim presidensial yang basisnya individualisme, Liberalisme dan kapitalisme.
Pemilihan pemimpin diganti dengan pemilu langsung artinya sekitar 200 jutaan rakyat yang berhak memilih mempunyai hak yang sama. Sementara pemahaman tentang tujuan bernegara dan memilih pemimpin belum merata dikalangan masyarakat seperti pemahaman tentang tujuan terbentuknya negara Indonesia yaitu Menjadi bangsa yang Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.
Begitu pula dengan tujuan terbentuknya pemerintahan Indonesia atau misi negara yaitu untuk Melindungi segenap bangsa Indonesia dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia, Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, dan Ikut melaksanakan Ketertiban Dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Disisi lain, penentuan arah pembangunan dan bagaimana upaya mencapai misi negara tidak lagi dibahas oleh rakyat melalui wakilnya di MPRRI.
Dari amandemen UUD 1945 sudah dapat ditelusuri adanya pengaruh asing. Bahkan beberapa LSM asing ikut aktif dalam proses amandemen tersebut.
Menurut Prof. Dr. Kaelan, MS, LSM asing tersebut bahkan hadir dalam rapat-rapat PAH I BP MPR RI, mengikuti setiap materi perubahan yang dibahas seperti dari National Endowment for Democracy (NED) LSM yang terkenal di AS yang memberi dukungan terhadap demokrasi diluar negeri yang kegiatannya mendapat dukungan keuangan dari Gedung Putih.
Untuk meluruskan kekeliruan sistim negara yang kita anut setelah UUD 1945 di amandemen, semua komponen bangsa ini harus bersatu untuk kembali pada tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara yang benar yaitu kembali ke UUD 1945.
Amerika Serikat salah satu negara yang paling terdepan dalam membangun dan merawat demokrasi di seantero dunia. Tetapi penerapan demokrasi yang dikembangkan sangat tergantung kepentingannya.
Beberapa negara di Timur Tengah seperti Irak, Libya, Suriah, Sudan, semua adalah negara yang kaya minyak.
Irak yang memiliki kekayaan minyak no lima di dunia atas nama demokrasi di bom selama 8 tahun dan menewaskan sejuta rakyatnya dari 35 juta penduduk.
Ketika itu setiap hari warga Iraq melihat orang mati terbunuh, melihat kematian menjadi pemandangan biasa.
Selain itu kekayaan negaranya pun diangkut keluar negeri seperti emas, dll. Irak, yang sebelumnya bernama Mesopotamia disebut sebagai negara yang memiliki peradaban tertua di dunia 10.000 – 3000 SM. Negeri yang menyimpan benda peninggalan sejarah yang begitu berarti bagi peradaban dunia. Ketika diserang, benda bersejarah pun di museum ketika itu dijarah dan sisanya dihancurkan.
Pembunuhan dan penghancuran yang menjadi pemandangan biasa membuat rakyat menjadi mati rasa kemudian melahirkan Islamic State of Iraq (ISI) yang kemudian menjadi Islamic State of Iraq and Syria ( ISIS )
Lahirnya ISIS akibat dari kekerasan yang diciptakan.
Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Donald Trump melalui pengakuannya yang kurang lebih bahwa seandainya politikus kita tidak melakukan apa- apa, Irak dan Suriah tidak menjadi sarang teroris
Libya yang dulunya menjadi negara terkaya dengan standar kemakmuran yang tertinggi di Afrika. Memiliki cadangan minyak ke sembilan didunia. Dengan dalih demokrasi negaranya diserang.
Kuat dugaan karena Muammar Khadafi mengajak negara-negara Afrika untuk menggunakan mata uang sendiri dan meninggalkan dollar. Tidak lama kemudian AS dan NATO mengebom Libya dari udara sekitar Oktober 2011. NATO bahkan mempersenjatai rakyat yang anti Muammar Khadafi dan menumbangkannya.
Akibatnya, negara tersebut menjadi negara gagal, kriminal meraja lela hingga tembak menembak terjadi di jalan- jalan. Hingga saat ini negara Libya belum kembali bangkit.
Sudan yang juga kaya minyak, terjadi perang saudara dan AS memasok senjata hingga akhirnya negara Sudan terbelah lahirlah Republik Sudan Selatan.
Timor Leste yang sudah mulai dibangun juga dimerdekakan kemudian minyaknya diambil oleh negara lain.
AS juga selalu mengecam China terkait Tibet, Xin Jiang ( Uyghur) Hongkong dan Taiwan. China dikesankan sebagai penindas muslim. China yang sukses menjalin perdagangan dengan hampir semua negara di Latin Amerika, Afrika dan Asia, termasuk Timur Tengah, menjadikan China saingan terbesar AS dari segi ekonomi.
Rusia, sering dikecam sebagai diktator oleh AS padahal ekonominya bangkit dibawah Putin selama 20 tahun.
Ketika Ukraina menyerang orang Rusia di Ukraina Timur sejak AS menggulingkan pemimpinnya yang dipilih secara demokratis Victor Yanukovych, AS diam seribu bahasa, padahal penindasan, pengeboman dan penghancuran rumah – rumah orang Rusia itu berlangsung selama 8 tahun dari 2014 – 2022.
Tetapi ketika Rusia ingin menggulingkan pemerintahan Ukraina yang pro Barat dan anti Rusia baru AS dan Barat ribut, Nato bahkan mengirim senjata ke Ukraina.
Mungkin masalahnya selain Putin tajam mengeritik AS, seperti ketika menyerang Libya Putin mengatakan apa hak AS menggulingkan Muammar Khadafi?
Setiap AS mengirim tentara ke Suriah dengan alasan menumbangkan ISIS sekaligus menggulingkan pemerintahan Suriah Bashar Al Assad, Rusia juga mengirim bantuan tentara ke Suriah sehingga tentara AS sulit menggulingkan pemerintahan Suriah.
Disamping itu Rusia merupakan negara yang memiliki peralatan militer yang canggih di dunia. Seperti pesawat perang, tank dll menjadikan Rusia sebagai saingan AS dalam mensupply senjata ke beberapa negara di dunia.
Indonesia juga sering dikritik terkait demokrasi.
Dari pengalaman beberapa negara diatas kita dapat memetik pelajaran berharga bahwa memiliki potensi Sumber Daya Alam yang besar dan dibutuhkan oleh dunia adalah berkah sekaligus tantangan.
Kita pun harusnya menyadari mengapa sekian lama asing, terutama AS selalu menyoroti demokrasi di Indonesia?
Bercermin dari pengalaman beberapa negara, perhatian AS soal demokrasi di Indonesia kuat dugaan terkait dengan keberadaan Tambang Mas Grasberg yang memiliki cadangan terbesar didunia.
Bukan hanya mas, tembaga di Grasberg termasuk ketiga terbesar di dunia. Grasberg terletak di Kabupaten Mimika Papua Tengah. Atau terkait temuan cadangan gas raksasa di South Andaman Aceh yang masuk tiga besar dunia ?
Ada hal yang patut dicermati terkait beredarnya isu proposal pemberian referendum kepada Papua yang sempat merebak sebelum pilpres 2014. Menarik diamati terutama dengan gencarnya upaya untuk menerapkan kebijakan hilirisasi dan ingin menjadikannya sebagai program unggulan.
Program hilirisasi akan mengakibatkan terganggunya pasokan bahan baku dunia seperti nikel, timah, bauksit dan tembaga.
Kebijakan hilirisasi tersebut akan sangat mengganggu pasokan bahan baku ke beberapa negara yang selama ini menikmati hasil Sumber Daya Alam kita, termasuk oligarki di dalam negeri sehingga sangat mungkin menjadikan demokrasi sebagai dalih mengganggu roda pemerintahan dan berupaya menggagalkan siapa yang menghambat kepentingan tersebut.
Mari kita tidak berhenti mencintai NKRI diatas kepentingan pribadi dan kelompok.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Al-Quran Tentang Keluarga, Desa, Kota, Dan Negara

Misinformasi dan Ancaman Pertahanan

Kemenangan Seorang Pejuang Sejati Bukan Pada Standar Manusia, Tetapi Pada Posisi Istiqomah Dan Ridlo Allah SWT.

Menjadi Wali Nikah Seorang Muallaf

Bank BJB Dari Perspektif Ekonomi Politik

Sufmi Dasco, Senopati Politik Prabowo Subianto (78): Saya Laporkan Apa Adanya, Presiden yang Menentukan Arah

Baldatun Thoyyibatun wa Robbun Ghofur

Pendidikan Bukan Persekolahan

Isra’ Mi’raj Rasulullah: Perjalanan Suci Penuh Hikmah – Bagian 2

Al-Quran Kitab Segala



No Responses