NGANJUK – RSUD Kertosono seharusnya sebagai fungsi penanganan dan pelayanan kesehatan sangat dikenal dI kalangan publik sebagai bukti kepercayaan pada masyarakat harus memberikan pelayanan dan perlindungan pada semua pasiennya agar terciptanya kepercayaan pada semua elemen masyarakat kecil khususnya untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang sangat layak,
Namun sayangnya, ada oknum dokter yang mencoreng misi pelayanan tersebut. Berdasarkan invesigasi ke sumber informasi, didapat nama dokter Made selaku tenaga medis yang diperbantukan di RSUD Kertosono, diduga sudah membohongi pasien. Hal tersebut terjadi di ruangan bersalin (delima), khususnya dalam konteks pelayanan persalinan.
Umumnya, menurut informasi yang ada, dokter Made tidak menolong proses kelahiran. Dari salah satu perawat diperoleh keterangan bahwa dokter Made berpesan kepada pasien atas nama Deby, bahwa jikkalau nanti ada yang menanyakan, baik wartawan,atau LSM, dan orang BPJS, minta dijeaskan bahwa yang menangani persalinan aalah dokter Made.
“Bilang kalau yang membantu kelahiran adalah Dokter Made ya bu, ucap perawat tersebut kepada pasien,” ucap seorang perawat kepada pasien.
Adapun, pasien lain yang berasal dari kecamatan lain juga mengatakan hal yang sama, dalam.proses melahirkan juga tidak di tangani langsung sama dokter Made, melainkan di tangani dengan beberapa perawat atau bidan.
Penipuan yang di lakukan oleh bidan kepada pasien yang bersekongkol dokter Made tersebut bisa dikatakan telah melakukan pembohongan publik, meskipun secara tidak langsung demi kepentingan pribadi.
Terpisah, Joko Ketua LPRI Kabupaten Nganjuk, kepada media ini mengatakan, kasus-kasus ini akan segera dilaporkan keranah hukum, dan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta kementerian terkait, agar diberikan sanksi tegas kepada oknum yang terbukti membohongi pasien atau menelantarkan pasien.
“Jika Anda melihat atau mengalami hal serupa, segera laporkan ke pihak Dinkes. Berdasarkan hasil pencarian, sumber informasi mengenai dokter Made selaku tenaga medis yang membohongi pasien semata-mata hanya untuk kepentingan pribadi,” kata Joko.
Ketika di konfirmasi lewat pesan Whatsap hingga pemberitaan ditayangkan Suharyono selaku direktur RSUD Kertosono tidak memberikan keterangan apa-apa, memilih diam seribu kata. (Bas- tim)… Bersambung.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Presiden Prabowo Diminta Segera Keluarkan PERPPU Migas

Rumah Radio Bung Tomo dan Jejak Memori Nasionalisme Rakyat Surabaya

Dunia Panik, Bagaimana Indonesia?

Sidang Korupsi LNG: Hari Karyuliarto Sebut Proyek Untung USD 97 Juta, Kuasa Hukum Nilai Kasus Ini Kriminalisasi

Zakat Fitrah: Untuk Kualitas Empati Kemanusiaan

Indonesia Dalam Ancaman Amerika Dan Iran

The Power of Humanity

Kasus Impor LNG: Ahli BPK Sebut Pertamina Untung, Terdakwa Pertanyakan Kerugian Negara

Podcast Ten Ten: Sri Radjasa dan Roy Suryo Soroti Dugaan Kejanggalan Ijazah Jokowi

Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Wujud Polsek Bandar Hadir dan Peduli Masyarakat




No Responses