Erosi Wibawa Prabowo

Erosi Wibawa Prabowo

Oleh: Muhammad Chirzin

Penggerusan wibawa Prabowo Subianto menjadi topik yang hangat dibicarakan belakangan ini. Banyak yang mempertanyakan apakah keputusan politiknya yang membuat wibawa sebagai presiden mulai terkikis.

Pada masa kampanye Pemilihan Presiden Prabowo berjanji akan timbul-tenggelam Bersama Rakyat, siap mati untuk membela bangsa, dan akan mengejar para koruptor hingga Antartika. Rakyat berharap itu bukan hanya omon-omon belakan.

Beberapa pengamat politik berpendapat bahwa keputusan Prabowo dahulu untuk bergabung dengan pemerintah dan menerima jabatan dari Presiden Jokowi telah membuat wibawanya turun. Hal ini karena banyak yang melihat bahwa Prabowo telah menjadi bagian dari sistem yang sebelumnya dia kritik.
Keputusan Prabowo untuk memilih Gibran Rakabuming Raka menjadi pasangannya sebagai Wakil Presiden adalah buah simalakama. Namun demikian, semua juga maklum, bahwa tanpa dukungan ayah Gibran Prabowo tidak akan terpilih menjadi Presiden.

Rencana Prabowo untuk melakukan pergantian hakim konstitusi juga menuai kontroversi. Banyak yang melihat bahwa keputusan ini sebagai upaya untuk memperkuat kekuasaan dan mengontrol lembaga yudisial. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan beberapa politisi pendukung pergantian hakim konstitusi, bahwa tujuan pergantian ini adalah untuk memastikan produk undang-undang legislatif tidak dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa Prabowo masih memiliki kesempatan untuk memulihkan wibawanya. Dengan memperkuat partisipasi publik, mengambil kebijakan pro-rakyat, dan memastikan kebijakan yang diambil adalah untuk kepentingan rakyat, Prabowo dapat meningkatkan wibawanya sebagai presiden.

Prabowo harus berhati-hati dalam mengambil keputusan politik, agar tidak semakin memperburuk wibawanya sebagai presiden.

Forum Purnawirawan Prajurit (FPP) TNI jauh hari sudah menyatakan sikap dengan mengajukan delapan tuntutan, termasuk permintaan untuk kembali ke UUD 1945 Asli, reformasi total Polri, dan penggantian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penasihat khusus Presiden, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, secara diplomatis menyatakan bahwa Prabowo menghormati aspirasi purnawirawan TNI dan memahami bahwa perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam demokrasi. Ia menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing dalam polemik dalam menjaga keharmonisan bangsa. Dengan pernyataan tersebut Wiranto telah menanam bom waktu untuk kelangsungan kepemimpinan Prabowo.

Aktivis dan elemen masyarakat mengevaluasi bahwa agenda kerja Prabowo akan berjalan lancar dan mendapat dukungan Rakyat bilamana dia mau melepaskan diri dari bayang-bayang Jokowi, dengan mengganti para Menteri kabinet titipan Jokowi.

Dengan menunjukkan komitmen pada perubahan dan reformasi Prabowo membuktikan dirinya pemimpin yang mandiri, dan tidak terikat dengan kepentingan pihak lain. Dengan memilih menteri-menteri yang lebih kompeten dan sejalan dengan visi-misinya, Prabowo dapat meningkatkan kinerja pemerintahannya. Hal itu juga membantu mengurangi tensi politik dan meningkatkan stabilitas.

Ditengarai ada pihak-pihak yang membonceng kendaraan Prabowo dan bekerja untuk menggerogoti wibawanya. Terlambatnya laporan-laporan peristiwa nasional kepada Prabowo tentang peristiwa bencana nasional di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta laporan Bahlil bahwa listrik di Aceh menyala 93 %, mengindikasikan adanya tindak sabotase. Musuh dalam selimut, mengail di air keruh, menggunting dalam lipatan, lempar batu sembunyi tangan.

Prabowo harus benar-benar waspada terhadap manuver-manuver politik yang tak tampak jelas di permukaan, tetapi para pengamat serius mencermatinya. Prabowo perlu ekstra waspada, karena politik itu seperti permainan catur, ada yang tampak jelas, tapi ada juga yang tersembunyi di balik layar.

Beberapa hal yang perlu diwaspadai, pertama, manuver politik terselubung. Ada pihak yang berpura-pura mendukung tapi sebenarnya punya agenda lain. Kedua, Prabowo perlu memastikan bahwa informasi yang dia terima akurat dan tidak disaring oleh pihak-pihak tertentu. Ketiga, ada kemungkinan terdapat kekuatan oposisi yang tidak terlihat yang sedang menunggu momen untuk menyerang.
Prabowo perlu mengandalkan tim yang loyal dan berintegritas untuk membantu dia menavigasi situasi ini. Now or never

EDITOR: REYNA

Last Day Views: 26,55 K