FAKTA SINGKAT – Nilai strategis, kaya mineral penting: Mengapa AS mengincar Greenland?

FAKTA SINGKAT – Nilai strategis, kaya mineral penting: Mengapa AS mengincar Greenland?
Sebuah desa di Greendland

Terletak strategis di antara Amerika Utara dan Eropa, serta kaya akan mineral penting, pulau Arktik ini menjadi fokus minat AS yang kembali meningkat.

– Sumber daya mineral semakin dipandang vital bagi perekonomian modern dan industri pertahanan.

– Para analis memperingatkan bahwa setiap upaya AS untuk merebut Greenland dengan paksa akan memiliki konsekuensi serius bagi NATO.

BRUSSELS – Greenland, wilayah otonom Denmark, sekali lagi menjadi fokus perdebatan geopolitik setelah Presiden AS Donald Trump menegaskan kembali minatnya untuk mengambil kendali atas pulau Arktik tersebut, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional.

Greenland meliputi area seluas 2,16 juta kilometer persegi (sekitar 0,9 juta mil persegi) dan dihuni oleh sekitar 56.000 orang, sebagian besar berasal dari suku Inuit. Populasinya terkonsentrasi di sepanjang pantai barat, dengan Nuuk sebagai ibu kotanya. Pulau ini sebagian besar tertutup es, dan perekonomiannya terutama berbasis pada perikanan.

Meskipun Greenland telah berupaya untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar dari Denmark, termasuk pemerintahan sendiri yang diberikan pada tahun 1979 dan pemerintahan mandiri pada tahun 2009, kebijakan luar negeri dan keamanannya tetap berada di bawah kendali Denmark.

Retorika Trump baru-baru ini telah memicu perdebatan tentang geopolitik Arktik dan masa depan pulau tersebut, menyoroti pentingnya strategis kawasan ini yang semakin meningkat di abad ke-21.

Di mana Greenland berada?

Greenland menempati posisi penting antara Amerika Utara dan Eropa, berada di atas celah GIUK, koridor maritim yang menghubungkan Greenland, Islandia, dan Inggris Raya yang menghubungkan Samudra Arktik ke Atlantik Utara.

Wilayah ini telah lama dipandang sebagai wilayah yang sangat penting secara strategis untuk memantau aktivitas angkatan laut dan udara, terutama di tengah meningkatnya persaingan di Arktik yang melibatkan Rusia dan Tiongkok.

AS telah mempertahankan kehadiran militer di pulau itu melalui Pangkalan Luar Angkasa Thule, komponen kunci dari sistem pertahanan rudal dan sistem peringatan dini AS.

Seiring percepatan perubahan iklim yang menyebabkan pencairan es Arktik, lokasi Greenland menjadi semakin signifikan, dengan jalur pelayaran utara diperkirakan akan dapat dilalui untuk jangka waktu yang lebih lama setiap tahunnya.

Mineral penting apa yang dimiliki Greenland?

Selain letak geografisnya, Greenland kaya akan sumber daya mineral yang semakin dianggap penting bagi perekonomian modern dan industri pertahanan.

Sebuah survei tahun 2023 menunjukkan bahwa 25 dari 34 mineral yang diklasifikasikan sebagai “bahan baku penting” oleh Komisi Eropa ditemukan di Greenland. Ini termasuk unsur tanah jarang yang digunakan dalam kendaraan listrik, turbin angin, elektronik canggih, dan peralatan militer.

Namun, ekstraksi minyak dan gas alam dilarang karena alasan lingkungan, dan proyek pertambangan sering menghadapi hambatan birokrasi serta penentangan dari masyarakat adat.

Tiga deposit tanah jarang terbesar di Greenland terletak di provinsi Gardar selatan, dengan perusahaan-perusahaan yang melakukan eksplorasi di daerah tersebut. Unsur tanah jarang sangat penting untuk motor kendaraan listrik dan turbin angin.

Grafit, yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan pembuatan baja, tersebar luas, sementara tembaga dan nikel masih kurang dieksplorasi, dengan perusahaan pertambangan Anglo American memegang lisensi di Greenland Barat.

Seng terutama ditemukan di Greenland utara, dengan Citronen Fjord termasuk di antara deposit seng-timbal terbesar di dunia yang belum dikembangkan, sementara daerah selatan di sekitar Sermiligaarsuk Fjord menyimpan emas, termasuk tambang Gunung Nalunaq milik Amaroq Minerals.

Greenland juga memiliki deposit berlian, bijih besi, titanium, vanadium, tungsten, dan uranium, meskipun penambangan uranium dilarang pada tahun 2021, menghentikan proyek-proyek di mana uranium muncul sebagai produk sampingan.

Apa yang dikatakan Trump?

Trump pertama kali mengemukakan gagasan untuk membeli Greenland selama masa jabatan pertamanya dan menghidupkan kembali proposal tersebut pada akhir tahun 2024, menyebut kendali AS atas pulau itu sebagai “kebutuhan mutlak” untuk keamanan nasional.

Para pejabat Gedung Putih juga mengisyaratkan bahwa AS sedang “membahas berbagai opsi” untuk mengakuisisi pulau tersebut, termasuk penggunaan kekuatan militer, meskipun Trump belum secara eksplisit berkomitmen pada tindakan tersebut.

Operasi militer AS baru-baru ini di Venezuela, yang menyebabkan penangkapan Presiden Nicolas Maduro, telah memperkuat kekhawatiran tentang retorika kebijakan luar negeri Trump.

Dalam komentarnya setelah operasi tersebut, ia kembali menekankan pentingnya strategis Greenland, memperingatkan bahwa aktivitas Rusia dan Tiongkok di wilayah tersebut menimbulkan ancaman bagi keamanan AS.

Pernyataannya sekali lagi meningkatkan ketegangan dengan Denmark dan sekutu Eropa lainnya, sekaligus menghidupkan kembali pertanyaan tentang nilai strategis Greenland, sumber daya alamnya yang melimpah, dan perannya dalam keamanan Arktik.

Bagaimana reaksi Denmark dan Greenland?

Denmark dengan tegas menolak klaim AS atas Greenland. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menekankan bahwa penduduk Greenland telah berulang kali menyatakan penentangan untuk bergabung dengan Amerika Serikat, memperingatkan bahwa tindakan militer AS terhadap sekutu NATO dapat merusak aliansi itu sendiri.

Para pemimpin Eropa, termasuk dari Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, telah menyatakan dukungan untuk Denmark, menegaskan bahwa keamanan Arktik harus tetap menjadi prioritas kolektif NATO.

Kepemimpinan lokal Greenland juga mengecam pernyataan AS. Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen menggambarkan gagasan kendali AS sebagai “sama sekali tidak dapat diterima” dan menekankan bahwa setiap diskusi harus menghormati hukum internasional dan kehendak rakyat Greenland.

Menurut jajak pendapat yang dilakukan pada Januari 2025, 85% penduduk Greenland menentang bergabung dengan Amerika Serikat.

Apa artinya ini bagi NATO?

Para analis memperingatkan bahwa setiap upaya AS untuk merebut Greenland dengan kekerasan akan memiliki konsekuensi serius bagi aliansi NATO, berpotensi merusak prinsip pertahanan kolektif.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa serangan militer AS terhadap Greenland, yang belum dikesampingkan oleh Trump, dapat memecah belah aliansi NATO.

Frederiksen mengatakan: “Jika AS memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, semuanya akan berhenti, termasuk NATO dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak akhir Perang Dunia II.”

Greenland secara resmi berada di bawah payung keamanan NATO sebagai bagian dari negara anggota. Berdasarkan Pasal 5, serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota.

Namun, serangan oleh Amerika Serikat, kekuatan militer terbesar aliansi, terhadap sesama anggota akan menciptakan skenario tanpa preseden sejarah. Pasal 5 mengasumsikan pertahanan bersama di antara anggota, tetapi tidak ada mekanisme untuk menanggapi agresi dari AS sendiri.

Secara praktis, NATO dapat mengeluarkan kecaman politik atau menjatuhkan sanksi ekonomi, tetapi tindakan balasan militer dianggap hampir tidak mungkin.

SUMBER: ANADOLU
EDITOR: REYNA

Last Day Views: 26,55 K