Dubes Muhammad Najib Mengunjungi Negri Leluhur Walisongo

Dubes Muhammad Najib Mengunjungi Negri Leluhur Walisongo
Kota tua Samarkand dengan bangunan khas dikenal dengan arsitektur Timurid, mengambil nama tokoh besar Timur Lenk: Penguasa sekaligus Ilmuwan



ZONASATUNEWS.COM, SAMARKAND – Dubes RI Untuk Spanyol dan UNWTO, Dr Muhammad Najib kini berada di Registan, kota lama Samarkan. Daerah ini dulu menjadi pusat pendidikan yang di sini disebut Madrasah.

Menurut keterangan Dubes Najib, sebetulnya ini  juga disebut Universitas karena pendidikan tinggi juga dilakukan di tempat ini. Ini menjadi salah satu ikon Samarkan karena bangunannya indah sekali dan ini memiliki ciri yang khusus.


Madrasah di kota tua Samarkand

Kalau kita lihat kubahnya itu mengadopsi Persia atau Iran sekarang. Tetapi ada kubah yang lain yang bentuknya bulat-bulat itu menjadi ciri khas arsitektur di Samarkan. Ini yang dikenal dengan istilah TImurid.

“Nah arsitektur seperti ini berkembang ketika Timur Lenk berkuasa. Nah saya kira istilah timurid juga berasal dari namanya. Kita coba mendekat untuk melihat dari dekat betapa indahnya tempat ini. Saya lihat dari pojokan belakang kemudian kita mendekat. Ini bagian yang paling ikonik,” kata Dubes Najib.

Perlu diketahui, pada video sebelumnya Dubes Najib telah mengunjungi kota Bukhara. Sebetulnya kota Bukhara lebih tua dari Samarkan ini, tetapi Samarkan menjadi lebih megah, lebih indah, karena di sini yang dijadikan ibu kota pada saat Timur Lenk  berkuasa.

Bangunan Madrasah yang tampak megah dan indah

Sebagaimana diketahui Timur Lenk adalah seorang penguasa di wilayah ini yang tidak pernah terkalahkan. Turki Utsmani di zaman Bayazid itu pernah dikalahkan oleh Timur Lenk, dan menariknya juga Imam Bukhari sebagai perawi Hadis sahih yang paling terkenal itu lahir dan besar di Bukhoro, tapi makamnya atau meninggalnya di Samarkan sini.

“Nah saat ini makam Imam Bukhori sedang dipugar besar-besaran dan tidak bisa dikunjungi karena alat-alat berat di sekitarnya sedang dipasang. Tentu Ini bagian dari proyek pemerintahan Uzbekistan untuk bagaimana mengkapitalisasi warisan sejarahnya sehingga bernilai ekonomi,” ugkap Dubes Najib.

Tampak bagian dalam gedung Madrasah yang dikenal berarsitektur Timurid

Dubes Najb mencoba mendekati untuk melihat dan bsa merasakan betapa indahnya tempat itu, bagian utama dari Madrasah tersebut.

Di bagian dalamnya digunakan untuk para pengrajin yang berjualan. Kira-kira seperti inilah dulu Madrasah podok Pesantren sekaligus juga bisa dikatakan sebagai Universitas.

Dubes Najib menjelaskan, ada tokoh-tokoh dari sini,seorang ulama yang mengembara ke Indonesia namanya Ibrahim Asmarakandi. Ya, Ibrahim Asmarakandi ini sebagai ayahnya Raden Rahmatullah yang dikenal sebagai Sunan Ampel yang mendirikan Pesantren pertama kali di pulau Jawa.

“Nah ayahnya berasal dari sini. Ulama besar di sini, sehingga sedikit banyak saya kira pengaruhnya baik dalam masalah memandang agama, cara pandang keagamaan Islam di di Pulau Jawa tidak bisa dilepaskan dari kota Samarkan ini,” pungkas Dubes Najib.

Selengkapnya lihat videonya dibawah ini:

EDITOR: REYNA




http://www.zonasatunews.com/wp-content/uploads/2017/11/aka-printing-iklan-2.jpg></a>
</div>
<p><!--CusAds0--><!--CusAds0--></p>
<div style=