Ini Gak Bisa Dibiarkan, Partai Komunis China Dukung Papua Merdeka

Ini Gak Bisa Dibiarkan, Partai Komunis China Dukung Papua Merdeka
Pemimpin Kemerdekaan West Papua, ketua ULMWP Mr. Benny Wenda (ist)




ZONASATUNEWS.COM – Presiden sementara Gerakan Persatuan Kemerdekaan Papua Barat (ULMWP), yakni Benny Wenda, baru-baru ini mengaku akan membuka ‘pintu’ lebar-lebar bagi Partai Komunis Cina karena merasa rakyatnya tak aman di tangan Indonesia yang ia anggap sebagai negara teroris.

Hal tersebut dikabarkan lantaran belakangan ini Partai Komunis Cina menyatakan dukungannya terhadap pemberontakan yang dilakukan oleh ULMWP untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Untuk itu, Benny menegaskan jikalau ia dan pihaknya dengan senang hati menerima dukungan dari negara mana pun demi mewujudkan kemerdekaan Papua Barat.

Hal itu ia sampaikan saat berada di pengasingan yang terletak di Oxford, Inggris, pada Selasa lalu, 13 April 2021.

“Kami akan menyambut baik Cina dengan tangan terbuka. Kami menerima bantuan dari negara mana pun, meskipun mempunyai perbedaan ideologis,” katanya, dikutip terkini.id dari Pikiran Rakyat melansir The Epoch Times pada Sabtu, 17 April 2021.

Benny menuding Indonesia tak mampu menjaga rakyat Papua hingga akhirnya banyak orang yang terbunuh.

“Perjuangan kami telah berlangsung selama hampir 60 tahun. Rakyat saya tidak aman di tangan Indonesia. Hampir 500.000 pria, wanita, dan anak-anak telah terbunuh sejak 1960,” papar Benny Wenda.

Tak sampai di situ, ia juga menuduh Indonesia telah melakukan genosida, meski dalam tempo yang lambat.

Atas sangkaan tersebut, ia lantas turut menyalahkan dunia internasional yang menurutnya enggan ikut campur dalam menangani masalah Papua Barat.

“Pada dasarnya ada genosida lambat yang dilakukan oleh Indonesia, dan Australia serta Selandia Baru menolak untuk bertindak atas krisis kemanusiaan ini,” ungkap Benny.

Tak hanya sekali, sebelumnya diketahui bahwa ia juga mengolok-olok Indonesia di mata dunia dengan tuduhan negara teroris.

“Pada kenyataannya, Indonesia adalah negara teroris yang telah melakukan kekerasan massal terhadap rakyat saya selama hampir enam dekade,” tudingnya, dilansir dari Asia Pacific Report.

Benny kemudian mengutip isi dari pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Indonesia di mana tertulis penjajahan harus dihapuskan dari dunia.

“Terorisme adalah penggunaan kekerasan terhadap warga sipil untuk mengintimidasi penduduk untuk tujuan politik,” sambungnya lagi.

“Inilah yang sebenarnya telah dilakukan Indonesia terhadap rakyat saya selama 60 tahun,” pungkas Benny.

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60