Prodewa : Junta Militer Myanmar Pelanggar HAM Berat, Tidak Layak Diundang Pertemuan KTT Asean di Jakarta

Prodewa : Junta Militer Myanmar Pelanggar HAM Berat, Tidak Layak Diundang Pertemuan KTT Asean di Jakarta
Foto: Jendral Senior Min Aung Hlaing in 2018. Dia sekarang mengambilalih pemerintahan sipil di Myanmar




ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA–Pemimpin junta militer Myanmar Ming Aung Hlaing dikabarkan akan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean di Jakarta pada 24 April mendatang.

Pertemuan KTT Asean di Jakarta itu rencananya akan merundingkan beberapa isu terkini salah satunya soal kondisi krisis yang terjadi di Myamar sejak awal Februari 2021 lalu.

Kehadiran Ming Aung Hlaing dalam KTT Asean itu mendapat reaksi luas dari berbagai kelompok masyarakat di Indonesia.

Salah satunya dari Lembaga pengkajian dan penelitian Progresif democracy watch (PRODEWA), mereka menolak kehadiran dalang dibalik kudeta terhadap pimpinan sipil Aung San Suu itu untuk terlibat dalam KTT Asean.

Mereka menilai Jendral Ming Aing Hlain adalah biang keladi yang menyebabkan Myanmar jatuh dalam krisis politik yang menyebabkan ratusan orang demonstran penentang kudeta tewas.

Aung San Suu Kyi




“Kita mendesak pememimpin negara-negara di Asean untuk tidak melibatkan Jendral Ming Aung Hlaing sebagai dalang kudeta untuk hadir sebagai perwakilan Myanmar di KTT Asean Jakarta,” kata M Fauzan Direktur Eksekutif Prodewa dalam keterangannya di Jakarta pada Selasa, 20 April 2021.

Menurut Fauzan melibatkan pimpinan junta militer dalam KTT Asean itu justru akan melegitimasi kekuasaan militer yang brutal dalam menghadapi aksi demokratis rakyatnya itu.

“Kita khawatir hal ini justru akan berdampak buruk bagi gerakan demokratis di Myanmar,” katanya.

Kemudian Ahmad Zidni, Direktur Riset dan Kebijakan Publik Prodewa menyebut Junta Militer Myanmar pelanggar HAM berat, tidak layak diundang pertemuan KTT Asean di Jakarta

Menurutnya perwakilan yang harusnya hadir dalam KTT Asean ini adalah perwakilan dari National Unity Goverment yang telah sah dipilih secara demokratis.

Ia meminta pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah KTT Asean ini untuk menolak partisipasi Ming Aung Hlain.

“Juga meminta agar bersolidaritas untuk ribuan orang demonstran yang ditahan oleh pemerintah junta militer hingga saat ini,” pungkasnya.

Serta mendorong agar KTT Asean ini untuk melalahirkan solusi untuk kemajuan demokrasi dan pemulihan ekonomi akibat pandem Covid-19. (**)

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60