Jadikan Ramadhan Bulan Perubahan

Jadikan Ramadhan Bulan Perubahan
Foto: Umat ​​Islam yang berhasil masuk ke Masjid Al-Aqsa terlihat melaksanakan tarawih dan salat malam di Yerusalem Timur saat bulan suci Ramadhan di Yerusalem pada 19 Maret 2024.

Oleh: Muhammad Chirzin

 

Puasa adalah proklamasi kemerdekaan orang bertuhan dari penjajahan hawa nafsu.

Ramadhan bulan berkah, rahmat, dan ampunan dari Allah Swt.

Ramadhan bulan diturunkannya Al-Qur’an, petunjuk bagi umat manusia; pahala ibadah dilipatgandakan.

Imam Ibnu Kathir menulis, “Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dan paling utama di antara bulan-bulan lainnya.”

Imam Al-Qurtubi menyatakan, “Al-Qur’an diturunkan di Ramadhan karena keutamaan bulan ini.”

Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya meningkatkan ibadah dan amal saleh di bulan ini.

Ibadah puasa Ramadhan latihan spiritual untuk meningkatkan ketakwaan dan kesabaran; pembersihan jiwa–membersihkan diri dari dosa dan kesalahan; pengasahan kesabaran dan pengendalian diri; meningkatkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung; mendekatkan diri kepada Allah Swt, dan meningkatkan keimanan.

Beberapa peristiwa penting pada bulan Ramadhan dalam sejarah Islam dan Indonesia antara lain berikut.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364.

Pengesahan UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia sehari setelah proklamasi, pada 18 Agustus 1945,10 Ramadhan 1364.

Kongres pertama organisasi pergerakan nasional Indonesia, Boedi Oetomo, diselenggarakan pada 7-9 Ramadhan 1326 atau 3-5 Oktober 1908 di Yogyakarta.

Sepuluh hari menjelang Ramadhan ini, masyarakat Indonesia menyaksikan Deklarasi Gerakan Merebut-kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR), pada 10 Februari 2026 di Gedung Juang Jakarta, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini dalam kondisi darurat kedaulatan, baik di bidang ekonomi, politik, hukum, sumber daya alam, maupun kedaulatan kewilayahan.

Presidium GMKR menyatakan deklarasi ini sebagai Proklamasi Kemerdekaan RI dari penjajahan para oligarki, dengan lima tuntutan Rakyat:

(1) Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu merebut kembali kedaulatan dari kekuasaan oligarki.

(2) Meminta pertanggungjawaban semua pihak yang telah menyerahkan kedaulatan kepada oligarki.

(3) Menuntut semua politisi, pejabat, aparat, dan tokoh untuk berhenti menjadi pelindung dan kaki tangan oligarki.

(4) Mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membersihkan pemerintahannya dari unsur yang menghalangi pengembalian kedaulatan rakyat dari penguasaan oligarki.

(5) Perwujudan kedaulatan hukum dan politik agar dilaksanakan melalui, satu: Adili Joko Widodo; dua: Makzulkan Gibran; tiga: Reformasi Kepolisian.

Ciri kehidupan adalah tumbuh, berkembang, dan berubah. Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu umat dan bangsa, hingga mereka berusaha untuk mengubahnya sendiri.

Sungguh, Allah tidak akan mengubah keadaan sesuatu bangsa sebelum mereka mengubah dirinya sendiri. Jika Allah menjatuhkan hukuman kepada suatu bangsa, tak ada yang dapat menolaknya, juga tak ada yang dapat melindungi selain Dia. (QS Ar-Ra’d/13:11)

Teori dasar perubahan individu dan sosial yaitu bahwa jika seseorang ingin berubah, maka ia dapat memutuskan dan bertindak untuk mengubah dirinya sendiri.

Jika masyarakat ingin berubah, maka bisa berubah dengan tiga syarat: Pertama, ada penggagas untuk berubah; kedua, ada sosialisasi dan komunikasi ide kepada anggota masyarakat untuk berubah; dan ketiga, ada tindakan bersama melakukan perubahan.

Rasulullah Saw bersabda, “Man ra’a minkum munkaran fal-yughayyirhu biyadihi, wa in lam yastathi’ fa bilisanihi, wa in lam yastathi’ fa biqalbihi wa dzalika adh’aful iman” – siapa yang menyaksikan kemungkaran hendaklah mengubah dengan tangannya; jika tidak mampu, dengan lisannya; jika tidak mampu, dengan hatinya –dan itu adalah selemah-lemah iman.

Para aktivis dan pengamat sangat mengharapkan agar Presiden Prabowo segera mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan secara nyata. Mereka pun menyarakan kepada Prabowo untuk mengurangi banyak bicara, lalu fokus melaksanakan janji-janjinya, baik janji-janji semasa kampanye pilpres, maupun setelah benar-benar jadi Presiden.

Kelambatan dan kelambanan Prabowo mengambil tindakan akan memerosotkan kepercayaan publik mengenai iktikad baiknya untuk menyelamatkan negeri ini dari kehancuran secara perlahan-lahan.

Ubah Indonesia tercinta menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dengan berkah Ramadhan.

EDITOR: REYNA

Last Day Views: 26,55 K