Oleh: Muhammad Chirzin
Linglung artinya kurang ingat, lupa, pikun, terselap. Linglung bisa berarti bingung atau tidak jelas, seperti sedang tidak fokus atau tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Kosakata “linglung” memiliki konotasi negatif. Biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sedang bingung, kacau, atau tidak fokus, sehingga bisa berdampak pada keputusan atau tindakannya.
Dampak negatif dari kondisi linglung, antara lain, membuat keputusan yang salah atau impulsive, mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan, dan mengganggu hubungan dengan orang lain, karena kurangnya fokus atau kesalahpahaman.
Rakyat bingung dengan sikap, pidato, dan keputusan Presiden Prabowo Indonesia bergabung dalam Board of Peace besutan Trump; memrioritaskan program MBG walaupun dengan menyunat anggaran Pendidikan; memberi Bintang Mahaputra kepada Kapolri, padahal dia telah berulang kali membangkang; memberi tanda penghargaan Bintang Jasa Utama kepada Kepala pengelola MBG, padahal korban keracunan terus berjatuhan.
Prabowo Subianto menjadi sorotan karena beberapa keputusan kontroversialnya tersebut. Pemerintahannya sedang menghadapi tantangan dan kritik dari berbagai pihak. Mengapa DPR diam seribu bahasa atas segala kebijakan Prabowo yang benar-benar menggelisahkan?
Apa pula kabar Komisi Percepatan Reformasi Polri bentukan Presiden?
Komisi Percepatan Reformasi Polri yang dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto dilantik pada 7 November 2025, dengan Jimly Asshiddiqie sebagai ketua, terdiri atas 10 anggota, termasuk mantan pejabat tinggi kepolisian dan akademisi hukum.
Presiden tenang saja dengan keputusan Sidang Paripurna DPR yang menetapkan Polri di bawah Presiden, dan keputusan itu diklaim mengikat Pemerintah untuk melaksanakannya. Di mana wibawa, hak, kewenangan dan tanggung jawabnya untuk keselamatan negeri ini?
Banyak pihak yang sangat setuju kalau Kapolri diganti, terutama setelah beberapa kontroversi. Presiden Prabowo Subianto memilih untuk mendukung Kapolri, dengan memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas kinerjanya dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi rakyat. Beberapa pihak menganggap keputusan ini sebagai langkah yang tidak konsisten atau bahkan “linglung”.
Rakyat ingin keputusan-keputusan kontroversial Prabowo dibatalkan, karena tidak sesuai dengan konstitusi, dan merugikan rakyat. Rakyat niscaya menyuarakan aspirasi ini, baik melalui demonstrasi maupun petisi dengan menghadap langsung kepada Prabowo, untuk membantu Presiden fokus pada kepentingan rakyat dan negara.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Rumah Radio Bung Tomo dan Jejak Memori Nasionalisme Rakyat Surabaya

Dunia Panik, Bagaimana Indonesia?

Sidang Korupsi LNG: Hari Karyuliarto Sebut Proyek Untung USD 97 Juta, Kuasa Hukum Nilai Kasus Ini Kriminalisasi

Zakat Fitrah: Untuk Kualitas Empati Kemanusiaan

Indonesia Dalam Ancaman Amerika Dan Iran

The Power of Humanity

Kasus Impor LNG: Ahli BPK Sebut Pertamina Untung, Terdakwa Pertanyakan Kerugian Negara

Podcast Ten Ten: Sri Radjasa dan Roy Suryo Soroti Dugaan Kejanggalan Ijazah Jokowi

Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Wujud Polsek Bandar Hadir dan Peduli Masyarakat

Urgensi Indonesia Keluar dari Board of Peace (BoP)



No Responses