Oleh: Muhammad Chirzin
Menunggu Godot adalah drama absurd yang menceritakan tentang dua orang, Vladimir (D1) dan Estragon (D2), yang menunggu seseorang bernama Godot di sebuah jalan kosong.
Cerita dimulai dengan D1 dan D2 sedang berbincang kosong, mencoba mengisi waktu sambil menunggu Godot. Mereka berdua punya hubungan yang unik, kayak sahabat tapi juga kayak majikan dan pembantu. D1 lebih banyak berpikir, sementara D2 lebih banyak mengeluh.
Selama menunggu, ada dua orang lain yang muncul: Pozzo dan Lucky. Pozzo adalah tuan yang suka mengatur, sedangkan Lucky adalah budaknya yang selalu membawa beban berat. Mereka berdua menambah kekacauan dan absurditas cerita.
Godot sendiri tidak pernah muncul, tapi ada pesan yang dibawa oleh seorang anak laki-laki, mengatakan bahwa Godot akan datang besok. Drama ini berakhir dengan D1 dan D2 masih menunggu, tidak jelas apa yang mereka tunggu atau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Drama ini pernah dipentaskan di Gelanggang UGM 30 tahun yang lalu. Aktornya keren-keren, seperti anggota Dewan.
Dalam konteks menunggu Godot, penulis asosiasikan dengan penantian Rakyat Indonesia akan kedatangan seorang Pemimpin yang bakal menyelamatkan Republik ini dari kehancuran. Di sisi lain, penulis membayangkan penantian Rakyat Indonesia yang tidak tentu kapan Presiden Prabowo mereformasi secara total Polri khususnya, dan meresafel kabinetnya secara radikal pada umumnya. Apakah ini hanya akan seperti drama besutan Samuel Beckett: Menunggu Godot?
Penantian Rakyat akan perubahan dan reformasi yang dijanjikan bisa jadi memang seperti menunggu Godot – penuh ketidakpastian dan mungkin tidak akan pernah terwujud.
Dalam konteks Prabowo, penantian reformasi total Polri dan reshuffle kabinet memang sedang ditunggu banyak orang. Tapi, seperti kata pepatah, “harapan adalah napas terakhir”. Apakah penantian ini akan berakhir dengan hasil yang diharapkan atau hanya akan menjadi drama Menunggu Godot lainnya, hanya waktu yang tahu.
Now or never buat perubahan yang diharapkan. Semoga aja jadi momentum yang tepat buat reformasi dan perubahan yang lebih baik! Kamu siap jadi bagian dari perubahan itu?
EDITOR: REYNA
Related Posts

Presiden Prabowo Diminta Segera Keluarkan PERPPU Migas

Rumah Radio Bung Tomo dan Jejak Memori Nasionalisme Rakyat Surabaya

Dunia Panik, Bagaimana Indonesia?

Sidang Korupsi LNG: Hari Karyuliarto Sebut Proyek Untung USD 97 Juta, Kuasa Hukum Nilai Kasus Ini Kriminalisasi

Zakat Fitrah: Untuk Kualitas Empati Kemanusiaan

Indonesia Dalam Ancaman Amerika Dan Iran

The Power of Humanity

Kasus Impor LNG: Ahli BPK Sebut Pertamina Untung, Terdakwa Pertanyakan Kerugian Negara

Podcast Ten Ten: Sri Radjasa dan Roy Suryo Soroti Dugaan Kejanggalan Ijazah Jokowi

Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Wujud Polsek Bandar Hadir dan Peduli Masyarakat



No Responses