Oleh: Yudi Latif
Mulanya Berniat Gagah. Memberi Makan Bergizi Gratis demi Membangun Bangsa Gemilang.
Meski Baik Gagasannya, Manajemennya Balau Gacau.
Mengobral Bicara Gede, dengan Mentalitas Berkarya Gurem. Mengerahkan Biaya Gigantis dengan Moral Bertatakelola Gembel.
Maksud Boleh setinggi Gunung. Maslahat Melenceng Berbuah Gawat.
Makan Bergizi Gratis jadi Makanan Beracun Ganas. Maksud Memberdayakan Bisnis Guyub (komunitas), malah Menjadi Bancakan gurita Garong.
Maksud Membangun Generasi unggul, malah Merusak Bujet Guru dan Gerakan pendidikan. Modal Besar pun Gagal.
DITOR: REYNA
Related Posts

Rumah Radio Bung Tomo dan Jejak Memori Nasionalisme Rakyat Surabaya

Dunia Panik, Bagaimana Indonesia?

Sidang Korupsi LNG: Hari Karyuliarto Sebut Proyek Untung USD 97 Juta, Kuasa Hukum Nilai Kasus Ini Kriminalisasi

Zakat Fitrah: Untuk Kualitas Empati Kemanusiaan

Indonesia Dalam Ancaman Amerika Dan Iran

The Power of Humanity

Kasus Impor LNG: Ahli BPK Sebut Pertamina Untung, Terdakwa Pertanyakan Kerugian Negara

Podcast Ten Ten: Sri Radjasa dan Roy Suryo Soroti Dugaan Kejanggalan Ijazah Jokowi

Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Wujud Polsek Bandar Hadir dan Peduli Masyarakat

Urgensi Indonesia Keluar dari Board of Peace (BoP)



No Responses