Oleh: Ahmad Cholis Hamzah
Kementrian Kehakiman Amerika Serikat atau DoJ (Department of Justice) memberikan akses atau ijin kepada anggota Congress (Parlement) Amerika Serikat untuk melihat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus Jeffrey Epstein yang tidak di tutup dengan tinta hitam atau “Unredacted”. Anggota Kongres AS dari partai Demokrat Jamies Raskin berbicara didepan awak media ketika dia diberi kesempatan DoJ untuk meneliti dokumen-dokumen itu dan ketika mencari (searched) nama Presiden Donald Trump di file-filenya Jeffrey Epstein itu dia terkejut karena nama Trump muncul atau disebut lebih dari satu juta kali. Ya lebih dari satu juta kali!, bukan 10 kali!!!
Anggota Kongres pak Raskin itu mengatakan bahwa bukti yang ditemukan itu berbeda dengan pengakuan Donald Trump bahwa dia tidak punya hubungan dengan Epstein. Trump sering mengatakan bahwa Jeffrey Epstein bukanlah anggota dari Mar-a-Lago – tempat kediaman mewah Trump yang sering dipakai pertemuan dengan tokoh-tokoh penting. Jeffrey Epstein hanyalah tamu Mar-a-Lago kata Trump.
Ditengah-tengah ramainya berita tentang kebijakan luar negeri Presiden Trump misalnya perang Ukraina Vs Rusia, penyerbuan Amerika Serikat ke Venezuela dan menculik presiden Nicolas Maduro berserta istrinya, ancaman Trump ke negara Republik Islam Iran untuk menghentikan program senjata nuklirnya dan desakan Trump agar Pemimpin Tertinggi Iran Khameini digulingkan, ancaman Trump memberi sanksi ekonomi kepada negara manapun didunia ini yang amsih berhubungan dangang dengan Rusia dan Iran dsb dsb, namun didalam negeri Trump menghadapi penyelidikan keterlibatannya dengan kasus Jeffrey Epstein.
Selama ini Departemen of Justice/DoJ Amerika Serikat sudah mempublikasi ke masyarakat umum lebih dari 3 juta halaman tambahan yang responsif terhadap Undang-Undang Transparansi File Epstein, yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Trump pada 19 November 2025. Tiga juta lebih dokumen Epstein itu termasuk lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar/foto disertakan dalam publikasi tambahan dokumen itu. Dikombinasikan dengan rilis sebelumnya, ini membuat total file yang dipublikasikan hampir 3,5 juta halaman dirilis sesuai dengan Undang-Undang Transparansi. Seperti diketahui 3,5 juta dokumen itu hanya sebagian dari 6 juta files yang dijanjikan oleh Departemen Kehakiman AS untuk dipublikasikan bagi umum.
Namun masyarakat umum kecewa dengan publikasi 3 juta lebih dokumen-dokumen tentang Jeffrey Epstein itu karena banyak informasi penting yang ditutup dengan tinta hitam atau Redacted terutama informasi tentang nama-nama tokoh-tokoh penting dunia yang menunjukkan keterlibatan mereka dengan Jeffrey Epstein antara lain Donald Trump, mantan Presiden AS Bill Clinton, mantan Pangerag Andrew dari Kerajaan Iggris, mantan Duta Besar Inggris, mantan Perdana Menteri Israeil Edhud Barak, pengusaha Elon Musk, Bill Gates, beberapa bintang film Hollywood dan musisi seperti Michael Jackson, pengusaha Yahudi dunia Rosthchild dsb. Isi hubungan, percakapan Epstein dengan tokoh-tokoh dunia lewat Email juga banyak yang ditutup dengan tinta hitam.
Jutaan dokumen kasus Epstein itu menunjukkan kegiatannya melakukan perdagangan sex antara lain “menyodorkan” anak-anak perempuan dibawah umur kepada tokoh-tokoh diatas. Para korban yang dulunya masih anak-anak itu sekarang mulai bicara didepan awak media tentang pengalaman mereka selama berada di Little St. James – sebuah pulau pribadi kecil di Kepulauan Virgin AS yang dimiliki oleh Jeffrey Epstein.
Mereka para korban itu membeberkan kegiatan pesta sex yang melibatkan anak-anak perempuan dibawah umur tadi; bahkan ada yang melaporkan kegiatan upcara penyembahan setan, mutilasi terhadap anak-anak perempuan, dan kegiatan Kanibal yaitu memakan daging para korban mutilasi itu. Sangat mengerikan memang.
Sosok almarhum Jeffrey Epstein itu juga diduga sebagai mata-mata atau spion nya Mossad Israel dibawah komando mantan Perdana Menteri Israel Edhud Barak. Lembaga spionase Yahudi Mossad ini diduga menggunakan Jefrrey Epstein untuk memeras tokoh-tokoh dunia agar selalu membela mati-matian gerakan zionis Israel yang melakukan genosida terhadap bangsa Palestina. Pemerasan itu berupa menyodorkan kegiatan sex dengan anak-anak perempuan kepada tokoh-tokoh dunia yang penting.
Parlemen Amerika Serikat saat ini sendang sibuk-sibuknya melakuan investigasi kasus Jeffrey Epestein antara lain dengan melakukan hearing dengan direktur FBI dan Jaksa Agung Amerika Serikat dimana kedua pejabat negara itu mati-matian membela Donals Trump tentang tidak adanya keterlibatannya dengan kasus Epstein.
Apakah Donald Trump bisa jatuh kekuasaannya bila betul-betul Kongres AS bisa membuktikan keterlibatan Trump dengan Epstein?
Kita tunggu.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Rumah Radio Bung Tomo dan Jejak Memori Nasionalisme Rakyat Surabaya

Dunia Panik, Bagaimana Indonesia?

Sidang Korupsi LNG: Hari Karyuliarto Sebut Proyek Untung USD 97 Juta, Kuasa Hukum Nilai Kasus Ini Kriminalisasi

Zakat Fitrah: Untuk Kualitas Empati Kemanusiaan

Indonesia Dalam Ancaman Amerika Dan Iran

The Power of Humanity

Kasus Impor LNG: Ahli BPK Sebut Pertamina Untung, Terdakwa Pertanyakan Kerugian Negara

Podcast Ten Ten: Sri Radjasa dan Roy Suryo Soroti Dugaan Kejanggalan Ijazah Jokowi

Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama, Wujud Polsek Bandar Hadir dan Peduli Masyarakat

Urgensi Indonesia Keluar dari Board of Peace (BoP)


No Responses