Karena Tak Terserap Anggaran Dana BOS 2020 di SMP Budi Utomo Gadingmangu Jombang sebesar Rp 477,5 Juta Diduga Direvisi Jadi Rp 213.-

Karena Tak Terserap Anggaran Dana BOS 2020 di SMP Budi Utomo Gadingmangu Jombang sebesar Rp 477,5 Juta Diduga Direvisi Jadi  Rp 213.-




ZONASATUNEWS.COM, JOMBANG – Anggaran Dana BOS 2020 SMP Budi Utomo Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang yang tak terserap sejumlah Rp 477.569.245,-dan diduga tak dimasukkan ke sisa BOS tahun selajutnya, diduga dilenyapkan.

Hal ini diungkap sumber SeputarJombang.com yang merupakan wali murid sekolah di bawah naungan Yayasan Pendidikan Budi Utomo (YPBU). Ia menuturkan, adanya revisi jumlah sisa Dana BOS 2020 yang tak terserap di SMP Budi Utomo. Dari sebelumnya sejumlah Rp 477.569.245,- menjadi Rp 213,-

“Kami mengetahuinya berdasarkan data BOS SMP Budi Utomo yang kami terima. Ketika dicek, jumlah sisa BOS diduga sudah direvisi. Dari sebelumnya Rp 477,5 juta menjadi hanya Rp 213,” kata sumber, Rabu (20/10/2021).




Dikatakannya, revisi jumlah sisa BOS 2020 tersebut diduga terjadi setelah munculnya pemberitaan terkait adanya dugaan BOS 2020 yang tak terserap di SMP Budi Utomo dan Sisa Dana BOS 2020 tersebut diduga tidak tercantum di BOS 2021.

Sumber menjelaskan, sisa BOS 2020 sebesar Rp 477,5 Juta tersebut semestinya tercantum di tahap atau tahun selanjutnya. Menurutnya, hal ini berdasarkan juknis pengelolaan Dana BOS, di mana sisa BOS tidak harus dikembalikan ke kas negara, tapi cukup dianggarkan lagi pada tahun berikutnya.

Namun, jumlah sisa Dana BOS 2020 tersebut tidak tercantum di BOS 2021 SMP Budi Utomo. Sumber menyebut, pada kolom sisa BOS tahap tahun lalu pada data BOS 2021 tahap pertama, jumlahnya Rp 0.

“Kan seharusnya, di BOS 2021 tahap pertama, seharusnya tercantum sisa tahap lalu sebesar Rp 477,5 Juta. Tapi kok Rp 0. Nah, beberapa waktu lalu, kami mengeceknya. Dan diketahui, sisa BOS 2020 sebesar Rp 477,5 Juta berubah menjadi Rp 213,” ucapnya.

Pihaknya juga mengaku telah berupaya mengklarifikasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang, terkait hal tersebut.

“Saya mencoba klarifikasi ke Disdikbud, apakah pelaporan realisasi BOS 2020 itu bisa revisi. Padahal pelaporan itu sudah dikunci, kok bisa diperbaiki ya. Kami menduga adanya kejanggalan di sini,” paparnya.

Pihaknya juga mengatakan, jika klarifikasinya mendapat respon. Hanya saja, pihaknya menilai klarifikasi tersebut belum menjawab sesuai keinginannya.

“Hanya dijawab, Monggo ditanyakan ke sekolah dulu nggih,” ucapnya menirukan balasan pesan WhatsApp-nya dari pihak Disdikbud Jombang, yang ditunjukkan ke SeputarJombang.com

Sayangnya, hingga berita ini diunggah, ZONASATUNEWS.COM belum berhasil mengonfirmasi Kepala SMP Budi Utomo terkait hal tersebut. Namun, upaya konfirmasi tetap dilakukan hingga saat ini. (Bond)

EDITOR : REYNA







banner 468x60