Paripurna Pendapat Akhir Fraksi Mengenai LKPJ Bupati Pamekasan TA 2020

Paripurna Pendapat Akhir Fraksi Mengenai LKPJ Bupati Pamekasan TA 2020




ZONASATUNEWS.COM, PAMEKASAN–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, menggelar rapat paripurna dengan agenda pendapat akhir Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2020, Kamis (08/04/2021).

Acara yang dilaksanakan di ruang sidang Paripurna, dipimpin Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rahman dan dihadiri Bupati Pamekasan, Sekretaris Daerah, beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Pamekasan serta Ketua Fraksi dan Ketua Komisi DPRD setempat.

Fraksi Demokrat dalam pendapat akhirnya melalui juru bicaranya mengatakan, terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan agar ke depan Kabupaten Pamekasan menjadi lebih baik.

Pertama mengenai kurang terbukanya pemkab dalam penanganan penanggulangan Covid 19, kedua terkait kepemimpinan Bupati yang sudah 2 tahun setengah yang seharusnya sudah mampu mewujudkan sebagian besar visi misi pada saat kampanye minimal 50 persen dari janji politiknya.

“Ketiga pemkab harus membatasi ijin pembangunan mini market agar ada penguatan ekonomi masyarakat lantaran banyak berdampak pada warung maupun pasar yang lebih dulu ada,” Katanya.

Dan yang keempat Fraksi Demokrat menyampaikan jika masih banyaknya desa yang tidak masuk dalam kawasan megapolitan, agropolitan ataupun kawasan lainnya sehingga dipandang perlu pemkab untuk memperluas kawasan.

“Kelima Kabupaten Pamekasan termasuk kabupaten yang sangat sering mendapat kritikan dari masyarakat baik berupa demonstrasi, audensi maupun perbincangan di media massa dan maya seperti isu masalah pemotongan TPP yang menjadi hak ASN mohon untuk tidak dilaksanakan, lebih baik mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur yang justru tujuannya adalah untuk kesejahteraan,” Ungkapnya.

Diakhir pendapatnya, jubir Fraksi Demokrat mengajak agar ditahun 2021 Pamekasan untuk berbenah dengan melaksanakan program semaksimal mungkin namun hasilnya nyata dan manfaatnya terasa bagi masyarakat.

Sedangkan dari Fraksi Partai Gerindra dalam pendapat akhirnya menyoroti tentang pola penyusunan anggaran yang dilakukan pemkab yang masih menggunakan pola lama yang tidak efisien dan masih banyaknya program yang tidak tepat guna.

“Kami mengharapkan dalam penyusunan anggaran sudah beranjak maju dengan paradigma pemanfaatan yang sebesar-besarnya untuk membangun dan memajukan Pamekasan serta berbasis digital dan modern. Mimpi kita bersama adalah menjadikan Pamekasan maju sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia,” Ungkapnya.

Sementara itu Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Fraksi Madani melalui juru bicaranya memutuskan menerima LKPJ Bupati TA 2020 dengan beberapa catatan.(ADV)

EDITOR : SETYANEGARA










banner 468x60