Proyek Dana Kotaku Senilai 300 Juta di Kelurahan Banaran Kertosono Terkesan Amburadul

Proyek Dana Kotaku Senilai 300 Juta di Kelurahan Banaran Kertosono Terkesan Amburadul




ZONASATUNEWS.COM, NGANJUK–Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Provinsi Jawa Timur menyalurkan bantuan dana Kotaku senilai Rp 300.000.000.

Ada 8 Desa dan Kelurahan di Kabupaten Nganjuk yang mendapatkan program itu, dengan harapan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Salah satu penerima dana tersebut adalah Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk dan sebagai pelaksana kegiatan LKM (Lembaga Keswasembadaan Masyarakat) dengan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) yang diketuai Santo.




Dalam pengerjaan proyek tersebut terdapat banyak kejanggalan, antara lain paving yang seharusnya K 300, diduga yang dipasang bukan K 300 melainkan K 200, dengan alasan agar dana tersebut bisa cukup, kata Santo ketika ditanya awak media.

Lagi Pula beberapa proyek belum selesei ditinggalkan begitu saja dengan alasan KOH (Kerja Ongkos Harian) karena jatah sudah ditentukan.

Santo sendiri ketika dikonfirmasi awak media di balai Kelurahan Banaran mengatakan dan membenarkan ada proyek yang belum selesei dengan alasan tukangnya ijin 3 hari. Sedangkan ketika ditanya jumlah pekerja dia menjawab ada 120 pekerja tapi kenyataannya ketika awak media cek dilapangan hanya 8 orang.

Santo, ketika ditanya awak media juga menyampaikan pihaknya juga sdh kordinasi dengan media S dan G.

Bahkan Santo juga menuturkan, “Silahkan kalau mau di muat berita, yang penting saya kerja apa adanya,” ucap Santo kepada awak media.

Disisi lain salah satu tokoh masyarakat RW 09 menyatakan sangat menyayangkan kerja ketua KSM yang terkesan asal – asalan dan tidak transfaran.

Banyaknya material yang tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja) membuat awak media dan anggota LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) penasaran dan mengecek langsung dilapangan, dan memang terbukti banyak kejanggalan.

Selain paving yang diduga tidak sesuai RAB, juga banyak pekerjaan yang terbengkalai, ditinggalkan begitu saja padahal belum selesai.

Tidak ada papan keterangan satupun yang menjelaskan sumber proyek dan jumlah nominal anggaran, baik pada lokasi yang sedang dikerjakan maupun yang sudah selesai.

Saksikan video terkait :

Melihat pelaksanaan proyek yang demikian, seharusnya Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur turun langsung kelapangan agar tahu betapa banyak dugaan penyimpangan yang terjadi.

Keterangan pelaksana proyek Santo, mengatkan adanya dugaan penyimpanga. Dia menyebtkan bila sesuai RAB, dipasang paving sesuai standar (K 300), dana tidak mencukupi.

“Yang menjadi pertanyaa, siapa yang salah dalam hal ini, dan siapakah yang memainkan proyek Dana Kataku. Apakah yang membuat RAB atau yang mengerjakan dilapangan,” pungkas salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya. (Bas)

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60