Santri Menanam 1000 Pohon Berlanjut Deklarasi Media Center Raudlatul Iman

Santri Menanam 1000 Pohon Berlanjut Deklarasi Media Center Raudlatul Iman




ZONASATUNEWS.COM, SUMENEP – Dimulai jam 06.30 WIB di lingkungan Pondok Pesantren Raudlatul Iman, Santri Raudlatul Iman mengadakan SIRAMAN (Santri Raudlatul Iman Menanam) yang dimotori oleh Aktifis Pecinta Lingkungan Asri Sehat dan Indah Aliansi Santri Raudlatul Iman (APLIKASI ASRI) kompak melakukan penanaman massal 1000 pohon.

Kegiatan itu sekaligus memperingati Hari Menanam Pohon se-Dunia, Ahad (28/11/2021) 

Hal itu dilakukan untuk mewujudkan lingkungan MORNANG (Morka’ Raddhin Nyonar Ngornyang) sesuai “Green Spirit” yang mewadahi organisasi tersebut.

Penanaman pohon di jalan menuju kebun ASOKA (Asri Songai Kotak) meliputi bibit pohon palem dan pohon ketapang. Sejak berdirinya Juni yang lalu organisasi begitu massif melakukan penataan lingkungan yang dipimpin langsung K. Sahli Hamid, M.Pd.I selaku pengasuh Pondok Pesantren dan Ketua Yayasan Raudlatul Iman.

Tidak hanya dari unsur santri, tapi juga mahasiswa STIDAR turut terlibat dalam kegiatan dimaksud.

Sebagai bagian dari melengkapi acara ini, pada sesi berikutnya dilakukan penanaman pohon simbolis di An-Najmah Sentral Auditorium dan Deklarasi Media Center Raudlatul Iman sekaligus pelantikan pengurus.yang dipimpin Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Ketertiban Ustadz Syukron Makmun yang diinisiasi dan dimediasi oleh BEM STIDAR Sumenep bekerjasama dengan APLIKASI ASRI dengan tema “Peran Media dalam Konstelasi Peradaban Bangsa”.

K. Sahli Hamid, Keynote Speaker menyampaikan tentang pentingnya konservasi lingkungan khususnya di lingkup pesantren sebagai bagian dari ajaran agama dan proses edukasi melalui media.

“Santri harus menjadi pioner dalam menyebarkan kebaikan untuk memberikan contoh kepada masyarakat, sehingga media pesantren harus all out untuk mengkomunikasikan dan memberikan informasi yang akurat dan tepat kepada masyarakat” pintanya.

Sementara nara sumber Fathol Bari owner Madura Expose mengungkapkan bahwa pembangunan peradaban bangsa banyak ditentukan oleh media.

“Banyak potensi yang harus dimaksimalkan di lembaga ini di bidang jurnalisik untuk menentukan arah peradaban bangsa yang semakin carut marut. Apabila para santri ikut mewarnai, tentu akan menghasilkan sesuatu yang berbeda” paparnya.

Nara sumber kedua Ahmad Thafi pandu siar Suara Pamekasan sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Raudlatul Iman cerdas menangkap peluang di era medsos ini, untuk selanjutnya program media center harus segera direalisasikan. Sebab dakwah digital sekarang merupakan sebuah tuntutan yang tak bisa ditunda” ungkapnya.

Kegiatan yang berakhir jam 12.00 WIB diikuti oleh mahasiswa dan santri yang sangat antusias mendengarkan paparan nara sumber serta jawaban cerdas dan solutif kedua pemateri yang masih tercatat alumni Raudlatul Iman itu.

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60