Tentang Dugaan Pelaku Penggelapan TKD; Pelapor: Tersangka Kini Gugat Polda Jatim

Tentang Dugaan Pelaku Penggelapan TKD; Pelapor: Tersangka Kini Gugat Polda Jatim
Ketum Umum JCW Jawa Timur Dr. H. M. Sajali, SH, MH, MPh.d




ZONASATUNEWS.COM, SUMENEP–Kasus dugaan penggelapan Tanah Kas Desa (TKD) milik tiga desa di Kabupaten Sumenep yang dilaporkan ke Polda Jatim tahun 2015 mulai ada perkembangan. Kasus tersebut telah dinaikkan ke tahap penyidikan dan sudah ada penetapan tersangkanya.

Hal itu seperti disampaikan Ketua Umum Jatim Corruption Watch (JCW) H.M. Sajali dan Mohammad Siddik selaku pelapor.

“H. Sugianto,” jawab Sajali melalui pesan WhatsApp ketika ditanya siapa tersangka kasus TKD Jumat malam 19 Maret 2021.

Lebih lanjut, melalui sambungan telepon ke esokan harinya Sajali menjelaskan, kasus yang dilaporkan oleh JCW itu mulai ada titik terang.

Ditanya lebih detail informasi penetapan tersangka, Sajali mempersilahkan kroscek informasi yang dikirim ke media ini. Yaitu, tentang panggilan gugatan perkara oleh PN Surabaya.

Di dalam panggilan tersebut, Penggugat H. Sugianto dan tergugat Polda Jatim dan BPKP Jatim. Turut tergugat Bupati Sumenep.

“Siapa yang menggugat Polda terkait perkara TKD, lihat diinformasi undangan yang saya kirim,” katanya mengingatkan.

Sajali melanjutkan, Polda dipraperadilankan oleh tersangka (H. Sugianto, red) kasus tanah percaton itu.

Seperti dilansir liputan4.Com, Abdurrahem selaku koordinator investigasi dan pengawas JCW mewakili Ketum JCW Sajali mengungkapkan, Polda Jatim menetap HS (inisial) sebagai tersangka.

HS merupakan salah satu pengembang perumahan di Sumenep. Sebab, TKD milik tiga desa yaitu Desa Kolor, Kecamatan Kota, Desa/Kecamatan Talango dan Desa Cabbiye Kecamatan Talango.

“Dalam kasus dugaan tindak pidana penggelapan tanah kas desa milik tiga desa, pengusaha berinisial HS sudah resmi ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jatim,” jelas Abdurrahem seperti dilansir liputan4.com Jumat 19 Maret 2021.

H. Mohammad Siddik salah salah satu pelapor lainnya menjelaskan tentang terlapor berinisial HS yang kini berstatus tersangka.

HS lanjut Siddik merupakan H. Sugianto. Dia Direktur PT. SMPI (Sinar Mega Indah Persada, red). Perusahaan tersebut merupakan pengembang perumahan Bumi Sumekar Asri di kota Sumenep.

Kini status perkara itu naik. Sudah penyidikan terkait dugaan penggelapan tanah percaton tiga desa.

“Karena sudah jadi tersangka, Haji Sugianto menggugat Polda Jatim. Termasuk BPKP Jatim dan pemerintah daerah,” terang Siddik, Minggu 21 Maret 2021.

Sebab, sambung Siddik, H. Sugianto diduga melakukan tindak pidana terkait tanah percaton hasil penyelidikan polisi berdasar hasil audit BPKP.

“Kami apresiasi dengan kerja polisi. Setelah menemukan dua alat bukti seperti hasil audit BPKP, penyidik menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan tersangka. Sehingga H. Sugianto saat ini menggugat Polda dengan cara praperadilan di PN Surabaya,” urainya.

Sementara, Subagyo selaku kuasa hukum H. Sugianto mengatakan, orang-orang JCW itu sakti. Sebab, bisa tahu status H. Sugianto tersangka meski penyidik belum menetapkannya.

“Meskipun penetapan tersangka dari Polda belum ada atau tidak ada. Saya tidak tahu, itu pakai ilmu terawangan level tinggi atau ngarang atau berkhayal. Saya doakan semoga mereka sehat dan ilmunya makin tinggi,” jelas Subagyo dalam keterangan tertulisnya.

Sementara, Condro salah satu penyidik Polda Jatim yang nangani kasus dugaan penggelapan TKD belum merespon pertanyaan media ini terkait perkembangan kasus tersebut. (Yan)

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60