Tentang Dugaan RTLH Fiktif, Tokoh Masyarakat Orobulu; Agus Anwar Ridwan: Gubuk Dibangun Mantan Lurah Hasan, Tak Pernah Ditempati Adik Saya

Tentang Dugaan RTLH Fiktif, Tokoh Masyarakat Orobulu; Agus Anwar Ridwan: Gubuk Dibangun Mantan Lurah Hasan, Tak Pernah Ditempati Adik Saya
Bangunan yang kini jadi lembaga pendidikan ini tujuan awal dibangun untuk rumah. Hanya, dasar pengajuan program RTLH Desa Orobulu ini diduga berawal dari gubuk fiktif. Kini sedang diusut oleh Polres Pasuruan. Foto/Abd. Muksidyanto/ZonaSatuNews.Com.




ZONASATUNEWS.COM, PASURUAN–Dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) untuk pembangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Desa Orobulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan mulai menemui titik terang.

Hasil penelusuran lanjutan ZonaSatuNews.Com, gubuk gedek di Dusun Krajan, Desa Orobulu itu, dibangun orang suruhan Hasan yang pada 2019 menjabat Kades Orobulu.

Hal itu sebagaimana diungkapkan tokoh masyarakat Desa Orobulu, Agus Anwar Ridwan, saat diwawancarai media ini, Sabtu 17 April 2021.

Rumah kecil dari gedek itu dibangun hanya sebagai bahan untuk mendapatkan bantuan rehap program Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Program itu dari Dana Desa (DD) Orobulu tahun 2019. Kini berdiri bangunan rumah dari gedung di tanah milik Aisyah. Bangunan berdiri samping rumah gedek berjarak sekitar 10 meter.

Namun, rumah gedek itu kini sudah tidak ada, karena dibongkar setelah bangunan rumah gedung berdiri.

Hal itu, menurut tokoh masyarakat yang akrab disapa Gus Anwar tersebut, bangunan rumah anggaran dari DD ini, merupakan hadiah (kepada Aisyah selaku pemilik tanah, red) dari mantan Kades Hasan. Saat itu masih menjabat.

Awalnya, Hasan saat masih Kades tahun 2019, melakukan pelebaran jalan desa. Ada beberapa pohon harus ditebang akibat pelebaran jalan tersebut.

“Ketika itu, Pak Lurah Hasan (Kades, Red) meminta pohon akan ditebang. Lalu akan ngasik hadiah rumah. Jadi itu rumah hadiah. Seperti sampean ngasik hadiah HP ke saya,” ujar Gus Anwar.

Terkait bangunan rumah gedek untuk memenuhi prosedur pengajuan DD, Gus Anwar mengaku tidak ada pihak yang mengajukan permohonan program dana RTLH kepada pemerintah. Juga tidak ada keluarga Gus Anwar yang menempati gubuk gedek itu.

“Kalau gubuk itu (dulu) ya ndak ditempati, pak. Bangunan gedungnya ditempati sekolah, karena rumah saya kan banyak ada dua,” ujar Gus Anwar.

Sementara, dalam wawancara sebelumnya dengan Hasan mantan Kades Orobulu banyak diperoleh informasi.

Diantaranya, Hasan mengaku gubuk gedek itu sebelumnya ditempati oleh Aisyah. Dia pulang ke Orobulu setelah cerai dengan suaminya di Madura.

“Setelah di Orobulu dia dibuatkan rumah. Sebab rumah yang ditempati tak layak,” kata Hasan saat diwawancarai di rumahnya Jum’at, 16 April 2021.

Hanya saja, Gus Anwar selaku kakak kandung Aisyah membantahnya. Adiknya tidak pernah nempati gubuk gedek itu. Termasuk tidak pernah mengajukan bantuan kepada Kades Hasan.

Sementara, dugaan proyek dengan unsur rekayasa saat awal itu, mulai diusut Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Pasuruan. Hal itu dibenarkan oleh Kades Orobulu Saikhu.

“Sudah ada pemeriksaan dari Tipikor Polres Pasuruan. Saya dipanggil. Saya jelaskan ke polisi kalau RTLH itu programnya Kades sebelum saya,” jelas Saikhu saat menelepon media ini.

Rumah yang dibangun dengan ukuran 4X7 itu menghabiskan anggaran Rp 12.500.000. Tapi, ketika didatangi ke rumah tersebut malah tak berpenghuni. (Yan)

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60