Tentang RTLH Tak Bertuan Lalu Dapat Bantuan di Desa Orobulu, KLK Jatim: Polres Pasuruan Harus Usut Tuntas

Tentang RTLH Tak Bertuan Lalu Dapat Bantuan di Desa Orobulu, KLK Jatim: Polres Pasuruan Harus Usut Tuntas
Gubuk sementara diduga dibangun beberapa saat sebelum pengajuan bantun DD 2019. Foto istimewa/ZonaSatuNews.Com.




ZONASATUNEWS.COM, SURABAYA–Kasus dugaan bangunan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) tak bertuan di Dusun Krajan, Desa Orobulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, kembali disorot.

Koordinator Komunitas Laknat Koruptor Jawa Timur (KLK Jatim) Makhtub Syarif meminta Polres Kabupaten Pasuruan mengusut tuntas dugaan rekayasa pembangunan gubuk tak bertuan untuk dapat program rehab RTLH dari Dana Desa (DD) Orobulu 2019 itu.

Sebab, sambung Makhtub Syarif dalam keterangan tertulisnya Mei 2021, kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Pasuruan.

“Informasi yang kami himpun, ada pihak di Desa Orobulu sudah diperiksa Tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Pasuruan. Polisi harus mengusut tuntas,” kata aktivis anti korupsi ini.

Sebab, gubuk dari gedek itu diduga dibangun oleh orang suruhan Hasan yang pada tahun 2019 masih menjabat Kades Orobulu.

“Bila RTLH tak bertuan dibangun untuk kepentingan dapat bantuan, tentu patut diduga ada penyalahgunaan keuangan negara. Sebab, syarat dapat bantuan rehab, RTLH harus berpenghuni,” terang pria yang akrab disapa Ook ini.

KLK Jatim meminta penegak hukum, dalam hal ini Polres Pasuruan memeriksa para pihak. Mulai Hasan selaku mantan Kades Orobulu, maupun pihak pengusul yang oleh Hasan disebut pemohon bernama Aisyah.

KLK Jatim berencana dalam waktu dekat bersuratan ke Polres Kabupaten Pasuruan dengan tembusan Kapolri, Kapolda Jatim dan instansi terkait lainnya.

“Tujuan kami meminta polisi terus serius mengusut kasus tersebut. Bila dibiarkan, berpotensi ditiru desa lain untuk hal yang sama. Korupsi tidak boleh tumbuh subur di Jatim. Harus diberantas,” desak Ook.

Sementara, ketika ditemui ZonaSatuNews.Com, Hasan selaku mantan Kades Orobulu mengaku gubuk reot itu pernah ditempati janda muda Aisyah.

“Aisyah cerai dengan suaminya di Madura. Lalu pulang ke Orobulu nempati gubuk itu. Kemudian diusulkan rehab dan sudah dibangun,” terang Hasan saat dikonfirmasi Jum’at, 16 April 2021.

Terkait keterangan Hasan tersebut, ketika dikonfirmasi ke Agus Anwar Ridwan, selaku kakak kandung Aisyah malah membantah.

Tokoh masyarakat yang biasa dipanggil Gus Anwar ini menegaskan, Aisyah tidak pernah nempati RTLH yang dibangun atas inisiatif Hasan selaku Kades ketika itu.

“Aisyah tidak pernah nempati dan tak pernah pula mengusulkan dapat bantuan rehab RTLH. Aisyah punya rumah sendiri,” jelas Gus Anwar saat dihubungi Sabtu, 17 April 2021.

Atas dasar RTLH tak bertuan itu, kini sudah berdiri bangunan hasil rehab program RTLH 2019. Rumah dengan ukuran 4X7 itu menghabiskan anggaran 12.500.000. Bangunan hasil rehab ini tak pernah ada penghuninya.

Sementara, dikonfirmasi terkait perkembangan penyelidikan kasus diatas, Kasubbag Humas Polres Pasuruan Iptu Gatot Subroto menjawab singkat.

“Waalaikum Salam Wr. Wb. Mohon waktu Mas,” jelas Iptu Gatot Subroto melalui pesan singkat aplikasi WhatsSapp akhir April 2021.

Sementara, hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan lanjutan. (Yan)

EDITOR : SETYANEGARA







banner 468x60