Oleh: Muhammad Chirzin
Hati nurani adalah suara abadi dari kebenaran dan keadilan; suara yang tak dapat dibungkam oleh apa pun, yang diperintahkan oleh Tuhan untuk memperingatkan kita, dan yang menuntut kita sebelum Tuhan berbicara (Bossuet).
Maut tidak pandang bulu; ia mengetuk pintu gubuk-gubuk si miskin dan istana raja-raja (Horatius).
Anda tidak dapat merencanakan masa yang akan datang berdasarkan masa lalu (Edmund Burke).
Manusia tidak akan pernah hidup dalam keadaan damai, sampai kita mengatasi kebuasan dalam diri kita masing-masing (Arthur Huxley).
Bumi ini sebenarnya begitu murah hati. Baru saja disentuh dengan sebuah cangkul, ia akan tertawa dengan musim panennya (Douwes Dekker).
Kadang-kadang kesalahan kecil dapat menghapuskan jasa besar, tetapi adakalanya jasa kecil dapat menghapuskan kesalahan besar (Dover Camerer).
Harapan dan ketakutan tidak bisa dipisahkan (Duc de La Rochfoucauld).
Ahli ekonomi berkata, “Siapa yang tidak bekerja, ia tidak akan makan,” tetapi rakyat yang menderita lapar menjawab, “Yang tidak makan, tidak bisa bekerja.” (Douwes Dekker).
Makin besar kekuasaan, makin besar pula bahaya penyalahgunaannya (Edmund Burke).
Tanpa perjuangan, tak ada kemenangan (Edmund Hillary).
Orang akan semakin kuat karena mengenal kelemahannya (Edmund Waller).
Orang-orang yang merasa dirinya selalu benar, adalah orang bodoh (Edward Young).
Siapa yang memutuskan suatu perkara tanpa mendengar pihak lain, tak dapat dianggap adil, walaupun keputusannya tepat (Seneca).
Sejarah manusia merupakan tanah pemakaman dari kebudayaan-kebudayaan tinggi, yang rontok karena tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan (Erich Fromm).
Perbuatlah apa yang kau suka, tetapi ingatlah bahwa segala perbuatanmu akan dibalas (Nabi Muhammad SAW).
Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kita sedang tidak berada di rumah (Joseph Roux).
Melukai hati seseorang itu mudah, menyembuhkannya kembali sangat susah (Erasmus).
Kebodohan kita adalah belajar banyak hal yang tidak berguna untuk kehidupan kita (Ralph W Emerson).
Rasa malu adalah keutamaan paling baik pada manusia; ia mencegah dirinya dari apa yang tidak sesuai baginya (Muhammad Abduh).
Mereka yang tidak pernah menarik kembali pendapat-pendapatnya adalah orang yang lebih mencintai diri sendiri daripada kebenaran (Joseph Joubert).
Ilmu pengetahuan tanpa hati nurani tidak lain hanyalah reruntuhan jiwa (Francois Rabelais).
Tak ada bahaya yang lebih besar selain cita-cita besar dalam otak yang kosong (Eisenhower).
Orang zaman sekarang percaya bahwa komputer akan memecahkan segala persoalan, padahal selama ini justru komputerlah yang terus-menerus menghadapkan manusia pada perosalan-persoalan baru (George Elgozy).
Banyak godaan berbahaya datang berselimut warna-warni yang bagus, padahal selimut itu cuma setebal kulit ari (Henry Mathew).
Hal-hal yang terlihat hanyalah sementara, dan hal-hal yang tak terlihat bersifat abadi (Helen Keller).
Tidak sulit bagi air untuk menjadi basah, dan tak sulit bagi api untuk menjadi panas, tetapi betapa sulit manusia untuk menjadi manusia (Frederich Ruckert).
Negara yang merdeka adalah negara yang menghormati hak-hak manusia dan semua undang-undang bersifat adil (Robespierre).
Tidak ada orang yang lebih buta daripada orang yang tidak mau melihat (Jonathan Swft).
Kita belajar dari sejarah, bahwa kita tidak belajar apa-apa dari sejarah (George Bernard Shaw).
Jangan menjanjikan sesuatu yang tak dapat Anda laksanakan, tetapi sekali berjanji, usahakanlah dengan sungguh-sungguh untuk menepatinya (George Washington).
Dalam kehidupan ini kita seakan-akan berada di rumah orang lain; rumah kita sendiri berada di surga. Dunia ini adalah penginapan kita (Gerhardi).
Spesialis adalah orang yang hanya mempunyai satu senar pada biolanya (Henry Muller).
Berbuat tidak adil lebih memalukan daripada mengalami ketidakadilan (Plato).
Jika Anda berurusan dengan orang jahat, bersikaplah seperti Anda menghadapi orang baik (GH Lawes).
Jangan sampai kita memukul dalam gelap (Goethe).
Kemenangan musuh menjadi komplet dengan pengkhianatan sahabat sendiri (Muhammad Abduh)
Kata-kata tajam dan pahit menunjukkan posisi yang lemah (Victor Hugo).
Apa yang diperoleh dengan kekerasan, selamanya dihancurkan oleh kekerasan pula (Hariold Sherman).
Godaan yang paling berat dihadapi adalah godaan dari batin kita sendiri (GS Lewis)
Manusia dibinasakan oleh dua hal, yaitu kelebihan harta dan kelebihan bicara (Ibrahim An-Nakha’i).
Kalau manusia berangsur menjadi tua, umumnya ia cenderung menentang perubahan, terutama perubahan ke arah perbaikan (John Steinbeck).
Orang yang otaknya cerdas, tiada gunanya kalau hatinya kaku (John F. Kennedy).
Pikiran yang gelap, hati yang tak berperasaan, dan keinginan yang tidak terpenuhi adalah akar kejahatan (John Spalding).
Setiap kehidupan mempunyai celah kosong yang harus diisi dengan cita-cita. Kalau tidak, ia akan tetap kosong, dan tak akan mempunyai faedah untuk selama-lamanya (Julia W Howe).
Makhluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena bisa memilih untuk menjadi “malaikat” atau “setan” (J. Scheffer).
Orang yang banyak bicara, tidak mempunyai waktu untuk berpikir (Karl H Pickel).
Hidup itu tidak berbeda dari pidato; lebih penting isinya daripada panjangnya (Lautillard).
Membaca tanpa berpikir, seperti makan tanpa dicerna (Edmund Burke).
Pengetahuan adalah cinta, cahaya, juga wawasan (Helen Keller).
Penimbunan harta kekayaan adalah penimbunan dosa (Mahatma Gandhi).
Jika suatu hal yang buruk sudah menjadi kebiasaan, lama-lama tak akan tampak lagi keburukannya di mata kita (Al-Manfaluthi).
EDITOR: REYNA
Related Posts

Isi Hati Hanya Satu Warna

Arek – Arek Suroboyo Dulu Pernah Menerima Ancaman Yang Sama

Jurnalis Israel Alon Mizrahi: Amerika Serikat dan Israel benar-benar kalah dalam perang ini

Sri Radjasa: Prabowo Salah Baca Perubahan Geopolitik Dunia, Indonesia Kini Jadi Bulan-Bulanan Trump

Dari Selat Hormuz ke Washington: Membaca Peta Perang Global, Analisis Geopolitik Dr Anton Permana atas Konflik Iran–Israel–AS

Demokrasi di Amerika dari sudut pandang politisi dan aktivis di Amerika

Menjadi Wakil Rakyat: Mau Mengabdi Atau Dagang?

Jangan Bodoh Dan Tolol : Konflik Sunni-Syiah Itu Adu Domba Negara Imperialis Barat (AS dan Israel)

Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS: Stabilitas Cepat, Penguncian dan Tantangan “Dansa Tanpa Leverage”

Dr Anton Permana: Perang Iran-Israel, Hegemoni Global dan Masa Depan Indonesia



No Responses