ZONASATUNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka diajukan menjadi calon Wali Kota Solo.
“Proses pemilihan calon wali kota Solo dari ranting, cabang sudah berproses empat bulan dan final memilih Achmad Purnomo-Teguh Prakoso tetapi Jokowi meminta Megawati agar anaknya menjadi calon Wali Kota Solo,” kata Politikus PDIP Panda Nababan dalam wawancara di CNN Indonesia beberapa waktu lalu.
Kata Panda, berdasarkan aturan internal PDIP, Gibran tidak bisa dicalonkan partai berlambang Banteng Moncong Putih sebagai calon Wali Kota Solo.
“Peraturan No 25 PDIP mensyaratkan minimal dua tahun ada di partai, pemilihan calon wali kota dari bawah. Megawati mungkin sayangnya kepada Jokowi dengan hak preogratif mengabaikan peraturan itu,” ujarnya.
Jika Gibran menerima menjadi cawapres Prabowo, Panda menilai, putra sulung Jokowi itu tidak mempunyai etika dalam berpolitik.
“Alangkah tragisnya mau ditinggal. Kalau Gibran mau meninggalkan PDIP dan menjadi cawapres, tidak terbayang tata krama dan etika,” pungkas Panda.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Ironi Sebuah Negeri: Jembatan Emas Harapan Anak yang Dilupakan

Hanya Satu Pasal 33 UUD 45 Asli Diganti, Negara Indonesia Hancur Lebur

“Balik Seperti Dulu”, Ancaman Purbaya Pada Aparat Bea Cukai

Habib Umar Alhamid: 212 Adalah Simbol Kekuatan Bangsa Indonesia di Mata Dunia

Soal Isu Buka Rekening, Faizal Assegaf Anggap Dokter Tifa Terlalu Banyak Berhalusinasi

Konflik Di PBNU Diliput Media Asing

Sri Radjasa, Ketahanan Energi, Dan Pertahanan Negara (4-Tamat): Menata Ulang Ketahanan Energi Nasional

Sri Radjasa, Ketahanan Energi, Dan Pertahanan Negara (3): Tambang Dan Regulasi Yang Lemah

Sri Radjasa, Ketahanan Energi, Dan Pertahanan Negara (2): Negara Dalam Negara dan Mandeknya Penegakan Hukum

Sri Radjasa, Ketahanan Energi, Dan Pertahanan Negara (1): Morowali Bukti Lemahnya Kontrol Negara



No Responses