Oleh: Hamka Suyana, Motivator
MISTERI TAKDIR
Takdir Allah yang berlaku untuk semua manusia terdiri atas 2 macam, yaitu Takdir Mubram dan Takdir Muallaq.
A.Takdir Mubram
Takdir mubram adalah ketetapan Allah yang bersifat mutlak atau tidak dapat diubah. Takdir ini merupakan bagian dari kehendak Allah yang pasti akan terjadi, tanpa dapat dihindari atau diubah.
Contoh Takdir Mubram antara lain: tempat kelahiran, jenis kelamin, jodoh, keberkahan hidup, dan kematian.
B. Takdir Muallaq
Berbeda dengan mubram, takdir muallaq adalah ketetapan yang bergantung pada ikhtiar, usaha, dan doa manusia.
Takdir Muallaq memberikan kesempatan kepada manusia untuk mengusahakan dan merubah nasibnya melalui kerja keras dan doa. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk menentukan beberapa aspek hidupnya, sehingga hasil akhirnya bergantung pada usaha individu tersebut. Dalam Qur’an Surat Ar Ra’d, Allah berfirman, yang artinya, “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka”.
Contoh Takdir Muallaq misalnya: banyak sedikitnya rezeki yang diperoleh, kesehatan, pendidikan, karier, hubungan sosial, dan karakter.
Terjadinya Takdir Muallaq atau Takdir Pilihan ditentukan oleh 3 (tiga) syarat yaitu:
1. TEMPAT
2. WAKTU
3. PELAKU
Apabila salah satu syarat tidak terpenuhi, maka akan terjadi perubahan TAKDIR PILIHAN dari kemungkinan Takdir Pilihan A akan berubah menjadi Takdir Pilihan B.
Contoh konkretnya tentang syarat tempat dan pelaku misalnya demikian:
Coba perhatikan dengan seksama kegiatan harian Anda. Bisa jadi pada waktu yang sama harus melakukan lebih dari satu kegiatan.Tempat dan pelaku pasti berbeda, dan takdir yang akan terjadi, otomatis berbeda.
Setiap saat, semua manusia dihadapkan pada persimpangan nasib. Keputusan garis pilihan nasib, tergantung orang yang bersangkutan, yang dipengaruhi oleh 3 kendali, yaitu:
1. NAFSU
Ciri-cirinya memutuskan keputusan dan tindakan berdasarkan suka atau tidak suka.
Jika merasa suka akan dipilih, tetapi jika tidak suka akan ditolaknya.
Memilih calon takdir mualaq mengedepankan dominasi gejolak nafsu endingnya berpeluang mengundang keburukan.
2. LOGIKA
Ciri-cirinya memutuskan keputusan dan tindakan berdasarkan pertimbangan untung rugi.
Hasil akhir yang dipilih tergantung dari kuatnya pengaruh NAFSU atau lebih kuat bisikan NURANI.
Jika kuat pengaruh NAFSU akan berakhir dengan mudharat. Jika kuat mengikuti bisikan NURANI akan berakhir dengan membawa manfaat.
3. NURANI
Ciri-cirinya kemunculan intuisi YAKIN atau RAGU. Petunjuk Allah selalu datang setiap waktu melalui pintu NURANI.
Mengikuti kata hati yang mendapat petunjuk Allah, niscaya akan berakhir dengan kebaikan, kemanfaatan, kebahagiaan, dan kesuksesan.
Wallahu’alam bishawab
Yogya; Jumat, 9-5-2025
EDITOR: REYNA
Related Posts

Isi Hati Hanya Satu Warna

Arek – Arek Suroboyo Dulu Pernah Menerima Ancaman Yang Sama

Jurnalis Israel Alon Mizrahi: Amerika Serikat dan Israel benar-benar kalah dalam perang ini

Sri Radjasa: Prabowo Salah Baca Perubahan Geopolitik Dunia, Indonesia Kini Jadi Bulan-Bulanan Trump

Dari Selat Hormuz ke Washington: Membaca Peta Perang Global, Analisis Geopolitik Dr Anton Permana atas Konflik Iran–Israel–AS

Demokrasi di Amerika dari sudut pandang politisi dan aktivis di Amerika

Menjadi Wakil Rakyat: Mau Mengabdi Atau Dagang?

Jangan Bodoh Dan Tolol : Konflik Sunni-Syiah Itu Adu Domba Negara Imperialis Barat (AS dan Israel)

Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS: Stabilitas Cepat, Penguncian dan Tantangan “Dansa Tanpa Leverage”

Dr Anton Permana: Perang Iran-Israel, Hegemoni Global dan Masa Depan Indonesia




No Responses