Sampai Kapan Tebang Pilih di Negeri Ini?

Sampai Kapan Tebang Pilih di Negeri Ini?
Muhammad Chirzin (kiri) dalam acara di Yogyakarta dengan para Jenderal Purnawirawan

Oleh: Muhammad Chirzin

Tebang pilih, tajam ke bawah, tumpul ke atas… Sebuah ungkapan yang sering kita dengar dan kita lihat di sekitar kita.

Di negeri ini, kita sering melihat ketidakadilan, ketidaksetaraan, dan kesewenang-wenangan. Hukum dan kekuasaan sering digunakan untuk menindas yang lemah dan melindungi yang kuat.

Sampai kapan kita akan terus melihat korupsi merajalela, tapi yang kecil-kecil yang kena?

Penegak hukum yang tidak tegas, membiarkan yang salah terus berjalan? Masyarakat yang semakin terpinggirkan, kehilangan hak-hak dasarnya?

Tebang pilih, tajam ke bawah, tumpul ke atas ini bukan hanya ungkapan, tapi realitas yang kita hadapi setiap hari.

Tapi, kita tidak bisa terus mengeluh dan menyerah. Kita harus bangkit, bersuara, dan beraksi untuk perubahan. Kita harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah.

Sampai kapan kita akan terus bertanya: “Sampai kapan?” Sampai kapan kita akan terus menunggu perubahan? Mari kita mulai dari diri sendiri, dari komunitas kita, dan dari negeri ini. Bersama, kita bisa membuat perbedaan!

Tahun Baru momen baru pemimpin baru negeri dan anak bangsa untuk melakukan perubahan di negeri ini dalam segala lini kehidupan: ekonomi, politik, sosial, budaya, dst.

Tahun Baru, momen baru! Saatnya kita semua bersatu untuk membawa perubahan positif di negeri ini!

Pemimpin baru, semangat baru, dan harapan baru! Kita semua memiliki peran penting dalam mewujudkan perubahan di berbagai lini kehidupan.

Pertama, meningkatkan perekonomian lokal, mendukung UMKM, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik.

Kedua, meningkatkan partisipasi politik, memilih pemimpin yang jujur, dan memperjuangkan keadilan.

Ketiga, meningkatkan kesadaran sosial, membantu yang lemah, dan membangun masyarakat yang lebih harmonis.

Keempat, melestarikan budaya, meningkatkan kreativitas, dan mempromosikan Indonesia di mata dunia.

Rakyat masih menyaksikan praktik penegakan hukum di negeri ini yang tidak berkeadilan.
UUD 1945 ASLI adalah fondasi bangsa kita! Kembali ke UUD 1945 ASLI bisa menjadi langkah penting untuk menyehatkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pertama, mengembalikan kedaulatan rakyat dan supremasi konstitusi.

Kedua, menjamin hak-hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat.

Ketiga, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Keempat, mengatasi penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Kelima, mewujudkan keadilan dan kesetaraan bagi semua warga negara.

Dengan kembali ke UUD 1945 ASLI, kita memperkuat fondasi demokrasi dan rule of law di Indonesia. Ini akan membantu meningkatkan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah dan lembaga-lembaga negara.

UUD 1945 ASLI bukan solusi ajaib. Implementasi dan penegakan hukum yang efektif juga sangat penting. Kita perlu pemimpin dan lembaga-lembaga yang berkomitmen untuk menjalankan konstitusi dan hukum dengan adil dan transparan.

Ada ungkapan tentang relasi pemimpin, yang dipimpin, dan sistem kepemimpinan. Di negeri dengan pemimpin yang kuat, bijak, jujur, dan adil, para pejabat, aparat, dan rakyat yang buruk menjadi baik, dan di negeri dengan pemimpin yang lemah, defisit kebijakan, keadilan dan kejujuran, para aparat, pejabat, dan rakyat yang baik menjadi buruk.

Relasi antara pemimpin, yang dipimpin, dan sistem kepemimpinan memang sangat erat dan berpengaruh.

Pemimpin yang kuat, bijak, jujur, dan adil menciptakan lingkungan yang positif dan inspiratif, menginspirasi dan memotivasi rakyat untuk menjadi lebih baik, menetapkan standar yang tinggi untuk dirinya sendiri dan orang lain, mengambil keputusan yang adil dan bijak, dan menciptakan kepercayaan dan kredibilitas di mata rakyat.

Dalam lingkungan seperti ini, para pejabat, aparat, dan rakyat cenderung menjadi lebih baik karena mereka merasa dihargai dan dihormati, merasa memiliki tujuan dan visi yang sama, dan merasa didukung dan dibimbing untuk menjadi lebih baik.

Karakter pemimpin yang lemah, defisit kebijakan, keadilan, dan kejujuran menciptakan lingkungan yang tidak stabil dan tidak pasti, menghasilkann keputusan yang tidak bijak dan tidak adil, menciptakan ketidakpercayaan dan skeptisisme di mata rakyat, dan menginspirasi korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan.

Dalam lingkungan seperti ini, para pejabat, aparat, dan rakyat cenderung menjadi lebih buruk karena mereka merasa tidak ada konsekuensi untuk perilaku buruk, mereka merasa harus berjuang sendiri untuk bertahan, dan mereka merasa tidak ada contoh yang baik untuk diikuti.

Pemimpin yang kuat, bijak, jujur, dan adil sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Ibnu Khaldun dan para pemikir kenegaraan memiliki tesis, bahwa salah satu ciri pengelolaan negeri yang buruk adalah banyaknya undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan!

Menurut Ibnu Khaldun, banyaknya undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan dapat menjadi tanda bahwa suatu negara sedang mengalami kemerosotan.

Bagaimana bisa?

Kelemahan kepemimpinan. Banyaknya peraturan yang dikeluarkan menunjukkan bahwa pemimpin tidak memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengawasi dengan baik, sehingga harus mengandalkan peraturan yang ketat untuk mengontrol masyarakat.

Kurangnya kepercayaan. Banyaknya peraturan yang dikeluarkan juga menunjukkan bahwa pemerintah tidak percaya pada kemampuan rakyatnya untuk melakukan hal yang benar, sehingga harus diatur secara ketat.

Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Banyaknya peraturan yang dikeluarkan juga dapat membuka peluang untuk korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, karena peraturan yang kompleks dan tidak jelas dapat digunakan untuk mencari keuntungan pribadi.

Hambatan bagi kemajuan. Banyaknya peraturan yang dikeluarkan juga dapat menjadi hambatan bagi kemajuan dan inovasi, karena masyarakat menjadi terlalu fokus pada mematuhi peraturan daripada melakukan hal yang lebih produktif.

Negara yang baik adalah negara yang memiliki sedikit peraturan, tetapi efektif dan efisien dalam menjalankan.

Mari kita sebarkan kesadaran tentang pentingnya pemerintahan yang baik dan efektif!

EDITOR: REYNA

Last Day Views: 26,55 K