KEDIRI – Sahabat Boro Jarakan (Saroja) akan mengadakan aksi unjuk rasa di DPRD Kota Kediri dan Kantor Pemkot Kediri, Senin (7/10/2024) jam 09.00 WIB sampai selesai, sesuai surat yang akan dilayangkan Sahabat Boro Jarakan -Saroja No : 86/PAD-Saroja/X/2024 Yang ditujukan Kepada Kapolres Kediri Kota Perihal Pemberitahuan Aksi damai Untuk menuntut segera terbentuknya AKD.
Dalam suratnya Saroja mendesak agar segera dibentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Korlap aksi M Fathkur Rochim dalam surat pemberitahuannya menyebutkan bahwa sudah sebulan DPRD terbentuk tetapi belum bekerja efektif karena AKD belum terbentuk.
Sementara itu Supryjo, Dewan Pengawas Saroja mengaku prihatin karena sudah sebulan lebih Alat Kelengkapan Dewan (AKD) itu belum terbentuk.
“Sementara itu saat ini 30 Anggota DPRD Kota Kediri sudah menerima Gaji Pertama paska dilantik.Sehingga patut kami pertanyakan,karena mereka menerima gaji dari “pajak rakyat”, dan seharusnya bekerja sesuai aturan yang yang telah ditentukan di Kedewanan dan tidak mementingkan “ego sektoral” yang bisa merugikan masyarakat, seperti menghambat pembahasan APBD Perubahan 2024 maupun APBD 2025 yang seharusnya memiliki target bulan dalam persetujuannya,” katanya.
“Sehubungan dengan belum terbentuknya Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Kediri. Yang mana kami menduga para anggota DPRD Kota Kediri sudah menerima gaji sebagai anggota DPRD Kota Kediri. Sehingga patut diduga bila tidak segera dibentuk, dalam pembahasan APBD jangan sampai terjadi praktek penyelundupan anggaran di Tubuh DPRD Kota Kediri,” pungkas Supriyo Dewan Pengawas SaroJa yang juga Mantan Aktivis 1998, Jumat (4/10/2024)
Oleh karena itu dalam aksi damai nanti Saroja menuntut:
1. Segerea dibentuk AKD DPRD Kota Kediri
2. Kembalikan gaji bulan pertama anggota DPRD Kota Kediri
3. Hentikan semenara program pemerntah yang lahir dari janji politik
Aksi damai yang akan dihadiri ratusan orang tersebut akan berangkat dari Sekretariat Saroja Jalan Pajajaran no 88 Kota Kediri.
EDITOR: REYNA
Related Posts

Nikita, Cermin KejujuranYang Ditolak

Eks Menpora Dito Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi dalam Kasus Haji

Sekolah Ramah Anak Surabaya dan Fenomena Gunung Es Kekerasan Simbolik

Tim Perusahaan Segera Melakukan Penanggulangan Minyak Tumpah Di Laut Untuk Cegah Pencemaran

Elite Berpesta Mengeruk Anggaran Negara

Dia Yang Merusak, Dia Yang Memperbaiki?

Harga emas mencapai rekor tertinggi di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi

Geopolitik Membentuk Ulang Prakiraan Ekonomi Seiring Meningkatnya Risiko Rantai Pasokan

Kedaulatan Rakyat Telah Dirampas Dan Dibajak Parpol Dan DPR

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, Usul Guru Honorer Diprioritaskan Diangkat PPPK Sebelum Pegawai SPPG



No Responses