CABE, Catetan Babe (77): Belitung Akses Islam

CABE, Catetan Babe (77): Belitung Akses Islam
Ridwan Saidi, Budayawan Betawi, Sejarawan, Politisi Senior




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan

Bangka dan Belitung kalau di Kepulauan Seribu padanannya Pulau Papateo dan Pulau Dolpin. Ini pulau2 yang berpasangan dan saling melindungi. Belitung adik dari Bangka, Dolpin adik Papateo. Tentang kedua pulau terakhir nanti akan muncul di CABE.

Rekan muda di Belitung seorang peminat sejarah. Ia bekerja mencari artefak tak kunjung lelah. Baru saja ia temukan makam dengan 2 nisan berhadapan.




Ini makam terletak di ketinggian tanah Padang Sapu-sapu, Belitung Utara. Ornamen nisan sangat menarik (photo atas). Kalimah syahadat dalam hija’iyah berada dalam circle bulat sampurna 360 darjah. Merujuk teks, ini nisan dari abad VII M akhir, setelah tahun 651 M. Time line perubahan script dari Nabatiah ke Hijaiyah.

Temuan Sdr Iwan dari Belitung menambah bukti bahwa Islam agama yang pertama masuk Andunisi dengan bukti penyebaran merata:

1. Nisan Belitung
2. Prasasti Kebon Raja, Bogor
3. Prasasti Tuk Mas, Jawa Tengah
4. Nisan Troloyo, Jawa Timur
5. Nisan Banggai, Sulawesi.

Semua abad VII M, claim agama ini itu yang duluan.masuk Andunisi harus dengan pembuktian archaic yang touchable. Bukan dengan bacot.

Dongeng telah jadi trend di jaman sekarang. Mau bikin proyek ini dan itu lebih dulu dongeng yang di-kencang2i. Pas proyek jadi, memblé wa katsir masa’il, dan banyak masalah. Ini behaviour gédé bacot. Gédè bacot népa’, menular, vertical dan horizontal.

Kembali ke Belitung, dari banyaknya temuan di Belitung yang belum diidentifikasi, dapat disimpulkan Belitung, dengan posisinya yang strategis, adalah labuhan singgahan, terutama di era Islam. (RSaidi)

EDITOR : REYNA










banner 468x60