Catetan Babe Ridwan Saidi (25): Mega Sebut Bencana Extra Ordinary, Opo Maksute?

Catetan Babe Ridwan Saidi (25): Mega Sebut Bencana Extra Ordinary, Opo Maksute?
Ridwan Saidi, Budayawan




Oleh : Ridwan Saidi, Budayawan

Kompas kutip pernyataan Ketua Umum PDIP 4/8/2021, Presiden harus turun tangan labgsung kalau ada bencana yang bersifat extra ordinary.

Kalau yang dimaksud bencana itu kopat kopit, kenapa baru omong sekarang, kopat kopit pan gentayangan hampir 2 tahun, dan dengan paradigma ini bencana alami.

Sementara laman New York Post sebagaimana dikutip Gelora.co 4/8 memuat pendapat ahli Steven Mosher yabg berdasarkan penelitisn disimpulkan, covid 19 berasal dari 8 bocoran Lab Wuhan. Ini tidak alami.

Bencana karena kopat kopit Lab Wuhan dipastikan timbulkan bencana yang lebih besar lagi. Itulah perang Laut China Selatan yang jika terjadi akan jadi perang yang maha haibat. Itu kalau China melawan.

Mungkin ini yang dimaksudkan Megawati dengan bencana Extra ordinary.

Kenapa Mega alihkan tanggung jawab kepada Jokowi. Padahal kata Mega sendiri Presiden Jokowi petugas partai.

Sebagai Ketua Umum PDIP Mega kasih sambutan di HUT PKC (1/7/2021), betul2 extra ordinary. PKC dan Yang Mulia Xin Ping yang Ketua PKC disanjung melambung.

Sekarang setelah bencana ordinary tiba diambang, terjadi saling lempar tanggung jawab. Dan pembesar hilang dari pentas publik. Juga pejabat daerah yang biasanya rajin manggung.

Saya tidak bermaksud meden2i, perang modern sangat mengerikan. Pada tahun 2003 saya dengan Alm Rahmawati berada di Al Rasheed Hotel Bagdad yang diserang Tomahawk. Di tengah kepala2 tanpa tubuh yang bergelindingan, dan di antara tubuh2 tanpa kepala yang bergelimpangan, seraya lantai hotel yang licin berkuah darah, dalam gelap pula saya nencari Rahmawati.

Alhamdulillah saya jumpa Rahmawati dikepung jenasah terduduk di sudut lobby hotel. Ia lagi menangis. Rambutnya kusut masai. Kegembiraanku jumpa Rahma mengancing bibirku. Sesaat aku tak dapat ber-kata2 selain kami beradu pandang. Rahma, kataku, berhentilah menangis, kamu putri Proklamator, hapuslah air matamu. Mari ikut aku ke bunker.

Ibu Mega, Pak Jokowi, perang modern mengerikan. Bapak dan mentri2 bapak yang sering mondar mandir ke China kasi kami petunjuk. Bagaimana situasi Internasional dan di mana pula posisi Indonesia. Perang lebih ngeri dari kopat kopit.

Mati krn kopat kopit biasanya di tempat tidur. Mati karena perang ga tau dimana. Pak Joko, Bu Mega, Gub Anies, bapak2 n ibu belum alami perang pan, paling2 nonton di film. Perang itu sungguh ngeri. (RSaidi)

EDITOR : REYNA







banner 468x60