Sri Radjasa: Lemahnya Kontrol Negara Terhadap Kawasan Industri Strategis

Sri Radjasa: Lemahnya Kontrol Negara Terhadap Kawasan Industri Strategis
Pemerhati Intelijen dan Geopolitik, Sri Radjasa

JAKARTA – Pemerhati Intelijen dan Geopolitik, Sri Radjasa menyatakan ketidakhadiran instrumen negara dalam kawasan industri besar membuka peluang terjadinya aliran barang tak terpantau.

“Ini bukan perkara satu bangunan bandara, tetapi seluruh kawasan industri yang tidak berada dalam kendali penuh negara,” kata Sri Radjasa dalam salah satu acara, dikutip Jumat (5/12/2025).

Ia memperkuat pernyataannya dengan menyebut laporan perdagangan mineral internasional. “Kalau data Tiongkok menunjukkan 5,6 juta ton bijih nikel tercatat masuk sepanjang 2020 hingga 2023, sementara Indonesia telah melarang total ekspor bijih sejak 2020, itu artinya ada aliran barang yang keluar tanpa pengawasan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa permasalahan tersebut tidak bisa dipisahkan dari lemahnya kontrol negara terhadap kawasan industri yang berstatus strategis.

“Ini celah besar. Kalau negara tidak hadir, tentu ada pihak lain yang mengambil alih kontrol. Itu yang berbahaya dalam konteks kedaulatan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, tentang operasional bandara dan pelabuhan di kawasan industri Morowali tanpa kehadiran penuh perangkat negara telah memicu kekhawatiran publik tentang potensi pelanggaran kedaulatan.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin, yang dikutip oleh banyak media, menyebut adanya fasilitas vital yang berjalan tanpa imigrasi, bea cukai, dan karantina, sejumlah tokoh energi, akademisi, dan purnawirawan TNI memberikan respons keras dalam sebuah diskusi nasional yang membahas keamanan dan tata kelola industri strategis.

Kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang dikenal sebagai pusat industri pengolahan nikel terbesar di Indonesia, sontak menjadi sorotan karena dituding tidak memberikan akses penuh kepada aparat negara.

EDITOR: REYNA
BACA JUGA:

Sri Radjasa: Istana Yang Kehilangan Pendengaran Negara

RUPSLB Bank Mandiri: Ada Apa di Balik Gerak Cepat Yang Terlalu Cepat?

Saatnya Reformasi Intelijen (1) – Intelijen Berjalan Tidak Sesuai Fungsinya

Saatnya Reformasi Intelijen (2) – Ketika Para Menteri Salah Membaca Sinyal Presiden

Last Day Views: 26,55 K