Oleh: Budi Puryanto
Minggu siang (18/1/2026) di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma biasanya berjalan tenang. Namun kali ini, suasananya terasa lebih padat makna. Di Gedung VVIP Base Ops, beberapa jam sebelum roda pesawat kepresidenan bergerak menuju London, Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri duduk sejenak, menerima laporan penting.
Di hadapannya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan perkembangan informasi terkini. Pertemuan berlangsung singkat, tertutup, dan jauh dari sorotan publik. Namun justru di ruang-ruang semacam inilah, arah keputusan besar negara kerap dirumuskan.
Kepada lingkar terbatas, Dasco menegaskan perannya bukan sebagai penentu akhir, melainkan penyampai kondisi lapangan politik apa adanya.
“Saya hanya menyampaikan perkembangan dan dinamika yang ada. Presiden mendengarkan, lalu Presiden yang memutuskan,” ujar Dasco, dengan nada datar namun tegas.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan adanya pertemuan tersebut. “Di Halim, Presiden Prabowo sempat mengadakan pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad terkait laporan perkembangan informasi terkini, sebelum Presiden terbang menuju London,” kata Teddy.
Tak banyak detail yang dibuka ke publik. Apa saja isi laporan itu, dibiarkan menjadi bagian dari dapur kekuasaan. Namun foto-foto yang dirilis Sekretariat Kabinet memberi isyarat kuat: Presiden Prabowo dan Dasco duduk berdampingan di sebuah meja bundar. Dokumen terbuka di hadapan mereka. Di sisi Presiden, Kepala Sekretaris Pribadi Rizky Irmansyah membantu membalik halaman.
Dalam salah satu kesempatan, Dasco pernah menggambarkan hubungannya dengan Prabowo secara lugas.
“Dalam politik, loyalitas itu bukan soal membenarkan semua hal, tapi memastikan Presiden mendapat informasi yang jujur dan utuh,” ucapnya.
Pernyataan itu seolah menjelaskan mengapa Dasco kerap disebut sebagai senopati politik Prabowo Subianto. Ia bekerja senyap, jarang tampil emosional di ruang publik, namun hampir selalu hadir di simpul-simpul strategis kekuasaan: parlemen, partai, hingga ruang VVIP bandara.
Usai pertemuan, suasana kembali ke ritme protokoler. Di apron Base Ops Lanud Halim, para pejabat negara telah bersiap melepas keberangkatan Presiden. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir bersama Selvi Ananda. Tampak pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan, hingga Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad.
Dari Halim, Presiden Prabowo membawa agenda besar. London menjadi tujuan pertama, untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan membahas kerja sama strategis di bidang ekonomi dan maritim.
“Ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tapi bagian dari konsolidasi posisi Indonesia,” kata Dasco dalam pernyataan terpisah.
Agenda berlanjut dengan pertemuan bersama Raja Charles III, yang memusatkan perhatian pada isu pelestarian lingkungan dan konservasi gajah. Diplomasi hijau menjadi pesan penting Indonesia di tengah krisis iklim global.
Setelah itu, Davos, Swiss, menanti. Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato khusus di World Economic Forum (WEF) di hadapan puluhan kepala negara dan ratusan pemimpin korporasi dunia.
“Presiden ingin Indonesia didengar langsung, bukan lewat tafsir pihak lain,” ujar Dasco singkat.
Maka, pertemuan singkat di Halim siang itu bukan sekadar laporan rutin. Ia adalah potret kerja seorang senopati politik—menyampaikan fakta, menjaga ritme, dan memastikan Presiden melangkah dengan peta yang lengkap—sebelum Indonesia kembali berbicara di panggung dunia.
EDITOR: RFEYNA
Baca juga:
Sufmi Dasco, Senopati Politik Prabowo Subianto (76 ): Menerima Kunjungan Abu Bakar Ba’asyir
Sufmi Dasco, Senopati Politik Prabowo Subianto (75): Masyarakat Tidak Usah Takut Memutar Musik
Related Posts

Ketika Kebenaran Hanya Keluar Dari Mulut Polisi

Surabaya Maritime Arts Dome: Bentangan Rumah Peradaban Surabaya

Pesan Kearifan Empat

Ketika Sang Preman Mencengkeram Negara: Serial Kedua Perspektif Ekonomi

Sintesa Kebangsaan Menuju Kepemimpinan Indonesia 2029

Jadikan Ramadhan Bulan Perubahan

Kasus Suap Dalam Perkara Korupsi Ekspor CPO, Modus Mafia Bisnis Berkolaborasi Dengan Markus

Lugas, Hangat, dan Teguh Pendirian: Potret Politikus Senior Ridwan Hisjam

Anton Permana: Tiga Hal Yang Harus Dilakukan Prabowo Untuk Menyelamatkan Pemerintahan Dari Kudeta Merangkak

Muchdi PR, Keteguhan Kader Muhammadiyah Dari Hizbul Wathan Hingga Tapak Suci



Sufmi Dasco, Senopati Politik Prabowo Subianto (79): Pertemuan dengan Pakubuwono XIV Purbaya - Berita TerbaruJanuary 30, 2026 at 7:24 am
[…] Sufmi Dasco, Senopati Politik Prabowo Subianto (78): Saya Laporkan Apa Adanya, Presiden yang Menentu… […]