Teleskop NASA menghasilkan peta materi gelap paling detail yang pernah ada, mengungkap ‘kerangka kerja tak terlihat dari alam semesta’

Teleskop NASA menghasilkan peta materi gelap paling detail yang pernah ada, mengungkap ‘kerangka kerja tak terlihat dari alam semesta’

Teleskop Luar Angkasa James Webb mengidentifikasi hampir 800.000 galaksi, menunjukkan bagaimana materi gelap membentuk kondisi kehidupan di Bumi

ISTANBUL – Para ilmuwan yang menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA telah mengungkap salah satu visualisasi resolusi tinggi paling komprehensif tentang materi gelap hingga saat ini.

Diterbitkan pada hari Senin di jurnal Nature Astronomy, hasil tersebut menunjukkan tumpang tindih yang tepat antara zat misterius ini dan materi yang terlihat yang membentuk alam semesta kita.

“Sebelumnya, kita melihat gambaran materi gelap yang buram. Sekarang kita melihat kerangka kerja tak terlihat dari alam semesta dengan detail yang menakjubkan,” kata Diana Scognamiglio, penulis utama makalah dan seorang astrofisikawan di Laboratorium Jet Propulsion NASA di California Selatan.

Scognamiglio mencatat bahwa peta tersebut adalah “peta materi gelap terbesar yang pernah kami buat dengan Webb, dan dua kali lebih tajam daripada peta materi gelap mana pun yang dibuat oleh observatorium lain.”

Dengan mensurvei bagian langit tertentu selama kurang lebih 255 jam, teleskop tersebut mengidentifikasi hampir 800.000 galaksi.

Para ilmuwan memetakan materi gelap dengan mengamati bagaimana massanya melengkungkan ruang itu sendiri, yang membengkokkan cahaya yang menuju Bumi dari galaksi-galaksi yang jauh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa “di mana pun kita melihat gugusan besar ribuan galaksi, kita juga melihat sejumlah besar materi gelap di tempat yang sama.”

Para peneliti menekankan bahwa gravitasi materi ini menarik materi biasa ke arahnya sepanjang sejarah kosmik, menciptakan kondisi yang diperlukan untuk planet dan kehidupan.

“Peta ini memberikan bukti yang lebih kuat bahwa tanpa materi gelap, kita mungkin tidak memiliki unsur-unsur di galaksi kita yang memungkinkan kehidupan muncul,” kata astrofisikawan Jason Rhodes, salah satu penulis makalah tersebut.

SUMBER: ANADOLU
EDITOR: REYNA

Last Day Views: 26,55 K